Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
1. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PRAKARYA & KEWIRAUSAHAAN (KERAJINAN)
UNIT 1 ANALISA RAGAM KERAJINAN NUSANTARA
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Prakarya & Kewirausahaan (Kerajinan)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (4 JP @ 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik di kelas XI memiliki latar belakang yang beragam terkait kerajinan.
Beberapa mungkin sudah familiar dengan jenis-jenis kerajinan tradisional dari daerah
asal mereka atau memiliki pengalaman membuat kerajinan sederhana sebagai hobi.
Namun, pemahaman mendalam tentang nilai filosofis, teknik, dan potensi ekonomi
kerajinan Nusantara mungkin masih terbatas. Minat mereka bisa bervariasi, dari sekadar
apresiasi estetika hingga keinginan untuk berkreasi atau bahkan berwirausaha di bidang
kerajinan. Kebutuhan belajar akan mencakup pengenalan ragam kerajinan, analisis teknik
dan bahan, identifikasi nilai budaya dan ekonomi, serta pengembangan ide inovatif.
Beberapa peserta didik mungkin memerlukan bantuan dalam analisis visual dan narasi,
sementara yang lain membutuhkan tantangan dalam merancang ide produk baru.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi ini berfokus pada jenis pengetahuan konseptual (konsep kerajinan Nusantara, nilai
estetika, nilai fungsional, nilai ekonomi), faktual (ragam kerajinan dari berbagai daerah,
bahan, teknik), prosedural (analisis karakteristik kerajinan, identifikasi potensi
pengembangan), dan metakognitif (strategi berpikir kreatif, apresiasi budaya, pemecahan
masalah desain). Relevansi materi dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena kerajinan
adalah bagian dari identitas budaya bangsa dan memiliki potensi ekonomi kreatif.
Tingkat kesulitan materi akan bertahap, dimulai dari pengenalan dan identifikasi, analisis
karakteristik, hingga perumusan ide pengembangan. Struktur materi meliputi pengenalan
jenis kerajinan, analisis bahan dan teknik, identifikasi nilai, serta eksplorasi potensi
inovasi. Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti mencintai produk lokal,
menghargai budaya, kreatif, inovatif, mandiri, peduli lingkungan, dan komunikatif.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis karakteristik (bahan, teknik,
fungsi, estetika) ragam kerajinan Nusantara dan mengidentifikasi nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya.
2. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide inovatif untuk
pengembangan kerajinan Nusantara agar lebih relevan dengan pasar modern tanpa
kehilangan identitas aslinya.
● Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk meneliti,
menganalisis, dan mempresentasikan hasil temuan mereka tentang kerajinan
Nusantara.
● Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan riset mandiri tentang kerajinan,
menganalisis karakteristiknya, dan merumuskan ide pengembangan secara inisiatif.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil analisis dan ide
pengembangan kerajinan Nusantara secara lisan dan tulisan dengan jelas dan menarik.
● Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan pentingnya melestarikan dan
mengembangkan warisan budaya bangsa melalui kerajinan Nusantara, serta
menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal.
3. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi potensi, menganalisis peluang
usaha, menyusun rencana dan metode pengolahan, serta membuat dan/atau
mengembangkan produk olahan pangan atau nonpangan sesuai persyaratan teknis dan
ekonomis. Peserta didik mampu memasarkan produk serta melakukan evaluasi proses,
produk, dan aspek ekonomis sebagai proses perbaikan secara berkelanjutan (Continuous
Improvement). Fase F berdasarkan elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan
Eksplorasi
Peserta didik mampu menganalisis peluang usaha produk kerajinan
berdasarkan kajian kebutuhan pasar dan kesiapan sumber daya.
Desain /
Perencanaan
Peserta didik mampu menyusun rencana produk, desain/rancangan
produk dalam bentuk proposal usaha, proses kerja pembuatan
prototipe/contoh produk.
Produksi Peserta didik mampu membuat produk kerajinan, sesuai dengan
spesifikasi produk, melakukan pengemasan produk, dan memasarkan
produk.
Refleksi dan
Evaluasi
Peserta didik mampu menganalisis hasil refleksi dari observasi,
eksplorasi, desain, dan produksi. Peserta didik mampu melakukan
evaluasi proses dan produk kerajinan, serta melakukan perbaikan
secara berkelanjutan.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Seni Budaya: Pemahaman tentang estetika, desain, bentuk, warna, motif, dan sejarah
seni rupa daerah.
● Sejarah: Memahami konteks historis dan perkembangan kerajinan di berbagai masa.
● Antropologi/Sosiologi: Mempelajari fungsi sosial, makna budaya, dan nilai-nilai
kearifan lokal yang terkandung dalam kerajinan.
● Ekonomi/Bisnis: Potensi ekonomi kreatif, analisis pasar, nilai jual, dan strategi
pengembangan produk.
● Geografi: Keterkaitan antara bahan baku lokal dan jenis kerajinan yang berkembang
di suatu daerah.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Mengidentifikasi dan Menganalisis Ragam Kerajinan Nusantara (2
JP)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis kerajinan Nusantara dari
berbagai daerah di Indonesia.
● Peserta didik mampu menganalisis karakteristik kerajinan Nusantara berdasarkan
bahan, teknik pembuatan, fungsi, dan nilai estetis.
4. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
● Peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai budaya dan filosofis yang
terkandung dalam kerajinan Nusantara.
Pertemuan 2: Mengeksplorasi Potensi Pengembangan Kerajinan Nusantara (2 JP)
● Peserta didik mampu menganalisis relevansi kerajinan Nusantara dengan kebutuhan
dan tren pasar saat ini.
● Peserta didik mampu merumuskan ide-ide inovatif untuk pengembangan kerajinan
Nusantara (misalnya, modifikasi desain, fungsi, bahan, atau pemasaran).
● Peserta didik mampu mempresentasikan hasil analisis dan ide pengembangan
kerajinan Nusantara.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Menganalisis kain batik atau tenun yang sering mereka lihat/gunakan (seragam,
pakaian adat, dekorasi).
● Mempelajari kerajinan anyaman (tas, tikar, hiasan) yang banyak digunakan
masyarakat.
● Mengeksplorasi kerajinan keramik atau gerabah sebagai peralatan rumah tangga atau
dekorasi.
● Bagaimana kerajinan tradisional bisa "naik kelas" dan diminati pasar global melalui
inovasi.
● Peran media sosial dalam mempromosikan kerajinan Nusantara.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
○ Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (untuk mendorong eksplorasi dan
pertanyaan tentang kerajinan), Project-Based Learning (proyek analisis dan
pengembangan ide kerajinan), dan Problem-Based Learning (menganalisis tantangan
pelestarian dan pengembangan kerajinan).
○ Strategi: Jigsaw reading (membagi topik kerajinan per kelompok), Gallery Walk
(untuk menampilkan dan saling mengapresiasi hasil analisis), Think-Pair-Share
(untuk diskusi ide), Design Thinking (pendekatan untuk merumuskan ide inovatif).
○ Metode: Observasi visual (gambar/video), diskusi kelompok, presentasi ide, curah
pendapat, riset sederhana (online/observasi).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
○ Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru Seni Budaya untuk aspek estetika
dan teknik, guru Bahasa Indonesia untuk penulisan laporan/presentasi, dan guru TIK
untuk pemanfaatan digital. Pemanfaatan mading sekolah atau area pameran kecil
untuk menampilkan hasil karya.
○ Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang perajin lokal (jika
memungkinkan) sebagai narasumber atau mentor. Mengadakan kunjungan virtual ke
museum kerajinan atau sentra kerajinan. Mendorong peserta didik untuk wawancara
dengan perajin atau toko kerajinan lokal.
LINGKUNGAN BELAJAR:
5. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
○ Ruang Fisik: Kelas yang dapat diatur fleksibel untuk diskusi kelompok, area untuk
display gambar kerajinan, perpustakaan sekolah untuk sumber referensi.
○ Ruang Virtual: Pemanfaatan Google Classroom sebagai pusat informasi, berbagi
materi (gambar, video, artikel tentang kerajinan), mengumpulkan tugas, dan forum
diskusi asinkron. Penggunaan platform web conferencing (Zoom/Google Meet)
untuk diskusi online atau mengundang narasumber virtual.
○ Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang menghargai keberagaman
budaya, kritis dalam menganalisis, kreatif dalam berinovasi, kolaboratif, mandiri,
dan bangga terhadap warisan lokal.
PEMANFAATAN DIGITAL:
○ Perpustakaan Digital/Internet: Mengarahkan peserta didik ke situs-situs museum
virtual (misal, Museum Tekstil, Museum Nasional), situs e-commerce kerajinan,
blog perajin, atau video dokumenter tentang proses pembuatan kerajinan tradisional.
○ Google Slides/Canva/Prezi: Untuk membuat presentasi yang menarik dan visual
tentang analisis kerajinan.
○ Mentimeter/Jamboard: Untuk brainstorming ide pengembangan kerajinan atau
curah pendapat tentang motif favorit.
○ YouTube/Video Dokumenter: Menayangkan video tentang proses pembuatan
kerajinan tangan dari berbagai daerah atau wawancara dengan perajin.
○ Platform Diskusi Online (Google Classroom/Padlet): Untuk berbagi temuan riset,
memberikan umpan balik pada ide teman, dan diskusi tentang tantangan pelestarian
kerajinan.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1: MENGIDENTIFIKASI DAN MENGANALISIS RAGAM
KERAJINAN NUSANTARA (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian melihat kerajinan
tangan dari daerah lain di Indonesia? Apa yang membuat kerajinan itu unik?"
(Memicu kesadaran akan kekayaan budaya dan keunikan).
● Menayangkan tayangan visual (gambar/video singkat) ragam kerajinan Nusantara
yang menarik dan beragam (misal: batik, tenun, anyaman, ukiran, gerabah, keris).
(Membangkitkan rasa ingin tahu dan menciptakan suasana visual).
● Quick Poll (Mentimeter/Jamboard): "Apa kerajinan yang paling menarik perhatianmu
dari tayangan tadi? Mengapa?" (Menciptakan suasana gembira dan personalisasi).
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan relevansi mempelajari kerajinan
Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa dan potensi ekonomi kreatif.
(Memberikan makna).
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
● Guru menyajikan materi tentang pengertian kerajinan, fungsi (pakai, hias), dan nilai
estetika.
6. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
● Menyediakan kartu-kartu informasi (atau tautan ke sumber online) tentang jenis-jenis
kerajinan dari berbagai daerah (misal: Batik Pekalongan, Tenun Ikat Sumba,
Anyaman Pandan Tasikmalaya, Ukiran Toraja, Gerabah Kasongan). Setiap kartu
fokus pada bahan, teknik, fungsi, dan motif khas.
● Bagi yang kesulitan membaca teks panjang, sediakan infografis atau gambar dengan
deskripsi singkat. Bagi yang mahir, berikan artikel tentang filosofi motif kerajinan.
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (heterogen). Setiap kelompok
mendapatkan 1-2 kartu informasi kerajinan.
● Analisis Kerajinan: Setiap kelompok menganalisis kerajinan yang ditugaskan
dengan mengidentifikasi: bahan utama, teknik pembuatan, fungsi, dan nilai estetis
(bentuk, warna, motif). Mereka juga diminta menemukan nilai budaya/filosofis yang
terkandung. (Memahami, mengaplikasi).
● Presentasi Kelompok (Mini): Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis
kerajinan mereka.
● Gallery Walk: Setelah presentasi, hasil analisis setiap kelompok ditempel. Peserta
didik berkeliling melihat hasil kerja kelompok lain dan memberikan sticky notes
komentar atau pertanyaan.
● Guru berkeliling, membimbing diskusi, dan memberikan scaffolding (misal: "Apa
yang membuat batik ini berbeda dengan tenun?", "Bagaimana teknik memengaruhi
bentuk akhir?").
● Refleksi: "Apa yang kalian rasakan setelah melihat kekayaan kerajinan Nusantara
ini?" (merefleksi).
Diferensiasi Produk:
● Setiap kelompok membuat poster analisis kerajinan (manual/digital) yang memuat
gambar, bahan, teknik, fungsi, estetika, dan nilai budaya/filosofis.
● Setiap peserta didik menuliskan 2-3 kalimat refleksi tentang "Satu kerajinan
Nusantara yang paling menginspirasi saya dan mengapa?".
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memfasilitasi refleksi bersama tentang keberagaman dan keunikan kerajinan
Nusantara.
● Guru memberikan umpan balik dan penguatan.
● Guru memberikan tugas rumah: mencari tahu tentang tren kerajinan tangan yang
sedang populer di pasar lokal atau global.
PERTEMUAN 2: MENGEKSPLORASI POTENSI PENGEMBANGAN
KERAJINAN NUSANTARA (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, MEANINGFUL
LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Guru menanyakan: "Apakah kerajinan tradisional kita bisa bersaing dengan produk
modern? Bagaimana caranya?" (Memicu kesadaran akan tantangan dan peluang).
● Menampilkan gambar-gambar kerajinan tradisional yang telah dimodifikasi menjadi
produk modern (misal: batik untuk tas laptop, ukiran kayu untuk casing handphone,
anyaman untuk lampu hias). (Membangkitkan inspirasi dan menciptakan suasana
7. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
antusias).
● Warm-up game: "Tebak Fungsi Baru" – guru menunjukkan gambar kerajinan
tradisional, peserta didik menebak fungsi baru yang bisa diterapkan. (Menciptakan
suasana gembira).
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mengeksplorasi potensi pengembangan
kerajinan. (Memberikan makna).
KEGIATAN INTI (MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
● Guru menyajikan materi tentang konsep inovasi produk, analisis tren pasar, dan
contoh-contoh strategi pengembangan kerajinan (modifikasi fungsi, desain, bahan,
target pasar).
● Menyediakan artikel atau video tentang perajin/desainer yang berhasil melakukan
inovasi pada kerajinan tradisional.
Diferensiasi Proses:
● Peserta didik kembali ke kelompok sebelumnya. Setiap kelompok memilih satu
kerajinan yang telah mereka analisis di pertemuan sebelumnya.
● Analisis Relevansi Pasar: Kelompok mendiskusikan "Apakah kerajinan ini masih
relevan dengan kebutuhan dan tren saat ini? Jika tidak, mengapa?"
● Brainstorming Ide Pengembangan: Menggunakan teknik Design Thinking
sederhana (misal, SCAMPER atau Mind Mapping), setiap kelompok mengembangkan
minimal 3 ide inovatif untuk kerajinan pilihan mereka. Ide bisa berupa:
Modifikasi Fungsi: Dari hiasan menjadi fungsional.
Modifikasi Desain/Estetika: Modernisasi motif, warna, bentuk.
Modifikasi Bahan: Penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan/modern.
Strategi Pemasaran: Ide promosi digital.
● Guru berkeliling, membimbing brainstorming, dan mendorong pemikiran "di luar
kotak".
● Presentasi Ide Inovasi: Setiap kelompok mempresentasikan ide pengembangan
kerajinan mereka (bisa berupa sketsa, deskripsi, atau prototipe sederhana).
● Peer Feedback: Peserta didik saling memberikan masukan konstruktif tentang ide
inovasi teman.
● Refleksi: "Bagaimana kita bisa menjadi agen pelestarian dan pengembangan
kerajinan Nusantara?" (merefleksi).
Diferensiasi Produk:
● Setiap kelompok membuat "Papan Ide Inovasi Kerajinan" (manual/digital) yang
berisi:
Gambar kerajinan asli.
Deskripsi ide inovasi (desain, fungsi, bahan, target pasar).
Sketsa/gambar visualisasi ide inovasi.
Nama tim/pengembang.
● Setiap peserta didik menuliskan satu kalimat komitmen tentang apa yang akan mereka
lakukan untuk melestarikan/mengembangkan kerajinan Nusantara.
8. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
KEGIATAN PENUTUP
● Guru memberikan apresiasi atas ide-ide inovatif dan semangat peserta didik.
● Guru memfasilitasi refleksi akhir tentang pentingnya kreativitas dan kewirausahaan
dalam melestarikan budaya.
● Guru memberikan umpan balik yang konstruktif dan memotivasi peserta didik untuk
terus bereksplorasi.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat
tentang unit selanjutnya (mungkin tentang teknik dasar pembuatan kerajinan) dan
mengajak peserta didik untuk berbagi ide atau pertanyaan lanjutan.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang kerajinan
Nusantara dan minat mereka terhadap kerajinan.
● Format Asesmen: Kuesioner singkat (Google Form) atau diskusi kelas.
Pertanyaan/Tugas:
● "Sebutkan 3 jenis kerajinan tangan khas Indonesia yang kamu ketahui."
● "Menurutmu, apa bedanya kerajinan dengan produk pabrikan?"
● "Apakah kamu pernah mencoba membuat kerajinan tangan? Apa yang kamu buat?"
● "Apa yang kamu harapkan dari pembelajaran kerajinan ini?"
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Tujuan: Memantau kemajuan penguasaan konsep, kemampuan analisis, dan
keterampilan kolaborasi, serta memberikan umpan balik berkelanjutan.
● Format Asesmen: Observasi partisipasi kelompok, Penilaian Produk (Poster Analisis
Kerajinan, Papan Ide Inovasi).
Pertanyaan/Tugas:
Observasi (menggunakan lembar observasi):
● Partisipasi aktif dalam diskusi kelompok analisis kerajinan.
● Kemampuan mengidentifikasi karakteristik kerajinan (bahan, teknik, fungsi).
● Kreativitas dalam menyampaikan ide inovasi.
● Kerja sama dan komunikasi dalam tim.
Penilaian Produk (per pertemuan):
● Poster Analisis Kerajinan: "Apakah poster sudah jelas menunjukkan bahan, teknik,
fungsi, dan nilai estetis kerajinan yang dipilih?"
● Papan Ide Inovasi Kerajinan: "Apakah ide inovasi yang disajikan orisinal dan
memiliki potensi pengembangan?"
● Diskusi Kelompok: "Bagaimana cara kita menjaga agar kerajinan tradisional tidak
kehilangan identitasnya saat dimodifikasi?"
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik dalam menganalisis ragam
kerajinan Nusantara dan merumuskan ide pengembangannya.
9. BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
● Format Asesmen: Penilaian Produk (Papan Ide Inovasi Kerajinan - Final), Presentasi
Ide Inovasi.
Pertanyaan/Tugas:
Penilaian Produk (Papan Ide Inovasi Kerajinan - Final):
● Tugas: "Revisi dan sempurnakan 'Papan Ide Inovasi Kerajinan' kalian berdasarkan
umpan balik yang diterima. Pastikan visualisasi ide jelas dan deskripsi inovasinya
detail."
Rubrik Penilaian Produk:
Aspek Penilaian:
● Kelengkapan dan kejelasan informasi (kerajinan asli, ide inovasi, deskripsi).
● Orisinalitas dan kreativitas ide inovasi.
● Relevansi ide inovasi dengan tren pasar atau kebutuhan masyarakat.
● Estetika dan kerapian penyajian produk (visualisasi).
● Potensi pengembangan ide ke tahap produksi.
Presentasi Ide Inovasi:
● Tugas: "Setiap kelompok akan mempresentasikan 'Papan Ide Inovasi Kerajinan'
kalian di depan kelas. Jelaskan ide inovasi kalian, mengapa ide ini penting, dan
bagaimana kerajinan ini dapat bersaing di pasar modern. Bersiaplah untuk menjawab
pertanyaan dari teman dan guru."
Rubrik Penilaian Presentasi:
Aspek Penilaian:
● Kejelasan dan kelancaran presentasi.
● Penguasaan materi dan ide inovasi.
● Kemampuan menjawab pertanyaan dan mempertahankan ide.
● Gaya presentasi (antusiasme, kontak mata).
● Pemanfaatan alat bantu visual (papan ide).