2
Most read
3
Most read
4
Most read
1
KONSEP DAN PERSPEKTIF
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
2.1 Definisi Keperawatan Medikal Bedah
Keperawatan Medikal Bedah adalah pelayanan profesional yang
berdasarkan pada ilmu keperawatan medikal bedah dan teknik keperawatan
medikal bedah berbentuk pelayanan Bio-psiko-sosio-spiritual, peran utama
perawat adalah memeberikan asuhan keperawatan kepada manusia (sebagai
objek utama pengkajian filsafat ilmu keperawatan: ontologis). (Nursalam,
2008: hal 14) . Pengertian keperawatan medikal bedah Menurut (Raymond H.
& Simamora, 2009: hal 20) mengandung 3 hal ialah :
1. Mengembangkan diri secara terus-menerus untuk meningkatkan
kemampuan professional dalam medikal bedah dengan cara:
a. Menerapkan konsep-konsep keperawatan dalam melaksanakan
kegiatan keperawatan.
b. Melaksanakan kegiatan keperawatan dalam menggunakan pendekatan
ilmiah.
c. Berperan sebagai pembaru dalam setiap kegiatan keperawatan pada
berbagai tatanan pelayanan keperawatan.
d. Mengikuti perkembangan IPTEK secara terus-menerus melalui
kegiatan yang menunjang.
e. Mengembangkan IPTEK keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan perkembangan ilmu.
f. Berperan aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relevan dengan
keperawatan.
2. Melaksanakan kegiatan penelitian rangaka pengembangan ilmu
keperawatan medikal bedah dengan cara:
a. Mengidentifikasi masalah kesehatan dengan menganlisis, menyintesis
informasi yang relevan dari berbagai sumber dan memerhatikan
perspektif lintas budaya.
b. Merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam bidang
keperawatan keperawatan medikal bedah.
2
c. Menerapkan prinsip dan tekhnik penalaran yang tepat dalam berpikir
secara logis, kritis, dan mandiri.
3. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, terbuka
untuk menerima perubahan, dan berorientasi pada masa depan dengan
cara:
a. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk
membantu meneyelesaikan masalah masyarakat yang terkait dengan
keperawatan medikal bedah.
b. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan
memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia.
2.2 Peran dan fungsi Perawat
Peran dan fungsi perawat khususnya di rumah sakit adalah memberikan
pelayanan atau asuhan keperawatan melalui berbagai proses atau tahapan
yang harus dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
pasien. Tahapan yang dilakukan tentunya berdasarkan standar yang diakui
oleh pemerintah maupun profesi perawat (Sumijatun, 2011: hal 1). Salah satu
bagian yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan adalah pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan di rumah
sakit merupakan komponen terbesar dari sistem pelayanan kesehatan yang
terintegrasi (Kuntoro, 2010: hal 1).
Pelayanan keperawatan merupakan proses kegiatan natural dan
berurutan yang dilakukan oleh perawat dalam memberikan pelayanan kepada
pasien. Pelayanan diberikan karena adanya keterbatasan atau kelemahan fisik
dan mental. Keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemauan menuju
kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri.
Kegiatan keperawatan dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan, pemeliharaan kesehatan
dengan penekanan upaya pelayanan kesehatan sesuai wewenang, tanggung
jawab dan etika profesi keperawatan sehingga memungkinkan setiap individu
mencapai kemampuan hidup sehat. Tenaga kesehatan yang paling banyak
jumlahnya dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan sering
berinteraksi dengan klien adalah perawat (Asmuji, 2012: hal 1)
3
2.3 Lingkup Praktek Keperawatan Medikal Bedah
Menurut Lingkup praktek keperawatan medikal-bedah merupakan
bentuk asuhan keperawatan pada klien dewasa yang mengalami gangguan
fisiologis baik yang sudah nyata atau terprediksi mengalami gangguan baik
karena adanya penyakit, trauma atau kecacatan. Asuhan keperawatan meliputi
perlakuan terhadap individu untuk memperoleh kenyamanan; membantu
individu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya;
melakukan prevensi, deteksi dan mengatasi kondisi berkaitan dengan
penyakit: mengupayakan pemulihan sampai klien dapat mencapai kapasitas
produktif tertingginya; serta membantu klien menghadapi kematian secara
bermartabat. Praktek keperawatan medikal bedah menggunakan langkah-
langkah ilmiah pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi; dengan
memperhitungkan keterkaitan komponen-komponen bio-psiko-sosial klien
dalam merespon gangguan fisiologis sebagai akibat penyakit, trauma atau
kecacatan. (Nur hidayah, 2014: hal 417- 418).
Lingkup keperawatan medikal bedah menurut, (Nursalam, 2008 61-63)
1. Lingkup masalah penelitian pengembangan konsep dan teori keperawatan
masalah penelitian difokuskan pada kajian teori-teori yang sudah ada
dalam upaya meyakinkan masyarakat bahwa keperawatan adalah suatu
ilmu yang berbeda dari ilmu profesi kesehatan lain serta kesesuaian
penerapan ilmu tersebut dalam bidang keperawatan.
2. Lingkup masalah penelitian kebutuhan dasar manusia meliputi identifikasi
sebab dan upaya untuk memenuhi kebutuhan.
3. Lingkup masalah penelitian pendidikan keperawatan
4. Lingkup masalah penelitian manajemen keperawatan
a. Model asuhan keperawatan medikal bedah
b. Peran kinerja perawat
c. Model sistem pencatatan dan pelaporan
5. Lingkup masalah penelitian ilmu keperawatan medikal bedah di fokuskan
pada asuhan keperawtan melalui pendekatan proses keperawatan. Topic
masalah didsarkan pada gangguan sistem tubuh yang umum terjadi pada
4
klien dewasa. Ilmu keperawatan medikal bedah menurut (Nursalam,2008:
hal 67-68) :
a. Sistem kekebalan tubuh
b. Sistem respirasi dan oksigensi
c. Sistem kardiovaskuler
d. Sistem persyarafan.
2.4 Komponen keperawatan medikal bedah
Ada 5 objek utama dalam ilmu keperawatan: manusia, individu (yang
mendapatkan asuhan keperawatan) keperawatan, konsep sakit, aplikasi
tindakan keperawatan. Menurut (Nursalam, 2008: hal 16)
1. Manusia
Penerima asuhan keperawatan adalah manusia, individu, kelommpok,
komunitas, atau social. Masing-masing diperlakukan oleh perawat sebagai
sistem adaptasi yang holistic dan terbuka. (Nursalam, 2008: hal 16)
2. Keperawatan
Bentuk pelayanan professional berupa pemenuhan kebutuhan dasar yang
diberikan kepada individu yang sehat maupun sakit yang mengalami
gangguan fisik, psikis, dan social agar dapat mencapai derajat kesehatan
yang optimal. (Nursalam, 2008: hal 20)
3. Konsep sehat-sakit
Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat
meningkatkan konsep sehat yang positif
a. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
b. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan
eksternal.
c. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.
Sakit adalah suatu kondisi dimana kesehatan tubuh lemah. (Webster’s
New Collegiate Dictionary).Sakit adalah keadaan yang disebabkan
oleh bermacam-macam hal, bisa suatu kejadian, kelainan yang dapat
menimbulkan gangguan terhadap susunan jaringan tubuh, dari fungsi
5
jaringan itu sendiri maupun fungsi keseluruhan. (Nursalam, 2008: hal
21)
4. Konsep lingkungan
Lingkungan sebagai semua kondisi yang berasal dari internal dan
eksternal, yang mempengaruhi dan berakibat terhadap perkembangan dan
prilaku seseorang dan kelompok. Lingkungan eksternal dapat berupa fisik,
kimiawi, ataupun psikologis yang diterima individu dan dipersepsikan
sebagai suatu ancaman, sedangkan lingkungan internal adalah keadaan
proses mental dalam tubuh individu (berupa pengalaman, kemampuan
emosional, kepribadian) dan proses stressor biologis (sel maupun molekul)
yang berasal dari dalam tubuh individu. (Nursalam, 2008: hal 21)
5. Aplikasi pada asuhan keperawatan: Proses keperawatan, menurut
(Nursalam, 2008: hal 21)
a. Pengakajian
b. Perumusan diagnosis keperawatan
c. Intervensi keperawatan
d. Pelaksanaan
e. evaluasi
2.5 Tren dan Issu keperawatan medikal bedah
Menurut, (Nursalam,2008: hal 28-32)
1. Tren KMB
a. Peluang riset keperawatan di masa depan
Tentang riset keperawatan yang di laksnakan oleh perawat, khususnya
dosen keperawatan menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.
Hampir 90 % perawat di daerah jawa tidak melaksanakan riset dalam
perannya. Merekamenyadari dan menerima bahwa riset adalah bagian
dari perannya tetapi juga ada pertanyaan “whether researche is a nurse
primary responsibility pr not, all nurses should also involve in nursing
research?”
b. Lokasi tempat bekerja
Menariknya dari 4 hambatan yang penulis tanyakan (biaya, waktu,
keahlian, dan kebijaksanaan), jawaban responden sangat bervariasi dan
6
adanya suatu korelasi yang kuat antarvariabel. Misalnya mereka yang
bekerja di Jakarta mengatakan bahwa anggaran untuk riset dapat di
peroleh dengan mudah, sebaliknya yang bekerja di luar Jakarta
mengalami kesulitan. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan (keahlian)
perawat yang bekerja di Jakarta lebih baik karena mereka rata-rata
memiliki pendidikan D3 dan S1 kesehatan masyarakat, sehingga
proposal yang ditulis lebih bias diterima oleh pemberi dana. Di
samping itu juga karena faktor kesempatan dan informasi yang cepat
bagi perawat Jakarta. (Nursalam, 2008: hal 28)
c. Keahlian perawat dalam riset
Perawat yang bekerja di luar Jakarta sebagian besar mereka berbasis
pendidikan D3 keperawatan hampir 95% mengalami masalah tentang
keterampilan atau keahlian penulisan proposal/pelaksanaan penelitian.
Keadaan ini diperparah dengan tidak adanya suatu lembaga yang yang
menangani riet keperawatan dalam organisasi pelayanan kesehatan.
(Nursalam, 2008: hal 28)
d. Waktu pelaksaan yang terbatas
Perawat pendidik mempunyai tugas yang sangat besar dalam
pembelajaran di kelas dan di klinik serta kegiatan-kegiatan non
pembelajaran, misalnya administrasi, oleh karena itu waktu perawat
habis untuk kegiatan tersebut. (Nursalam, 2008: hal 28)
e. Topik riset keperawatan yang tidak sesuai
Berdasarkan hasil kajian penulis, banyak perawat yang belum
memahami tentang lingkup riset keperawatan. Topik-topik yang dipilih
lebih bersifat kesehatan secara umum, sehingga hasil yang di dapatkan
kurang memberikan kontribusi yang bermakna untuk diapliksikan
dalam praktik keperawatan. (Nursalam, 2008: hal 29)
7
2. Issu Keperawatan Medikal Bedah
Issu Keperawatan Medikal Bedah, menurut (Nursalam, 2011: hal 25)
a. Antithetical terhadap perkembangan ilmu keperawatan
Karena rendahnya dasar pendidikan profesi dan belum
dilaksanakannya pendidikan keperawatan secara professional, maka
perawat lebih cendrung untuk melaksanakan perannya secara rutin dan
menunggu perintah dari dokter. Mereka cendrung untuk menolak
terhadap perubahan ataupun sesuatu yang baru dalam melaksanakan
perannya secara professional.
b. Rendahnya rasa percaya diri /harga diri (Low self-confidenceself)
Banyak perawat yang tidak melihat dirinya sebagai sumber informasi
dari klien. Perasaan rendah diri/kurang percaya diri tersebut timbul
karena rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang
kurang memadai serta sistem pelayanan Indonesia yang menempatkan
perawat sebagai warga negara kelas dua. Stigma inilah yang membuat
perawat dipandang tidak cukup memiliki kemampuan yang memadai
dan kewenangan dalam pengambilan kepeutusan di bidang pelayanan
kesehatan.
c. Kurangnya pemahaman dan sikap untuk melaksanakan riset
keperawatan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, lebih dari
90% perawat tidak melaksanakan perannya dalam melaksanakan riset.
Hal ini lebih disebabkan oleh: pengetahuan/keterampilan riset yang
sangat kurang, keterbatasan waktu, tidak adanya anggaran karena
kebijakan yang kurang mendukung pelaksanaan riset. Baru pada tahun
2000-an, pusdiknakes memberikan kesempatan kepada para perawat
untuk melaksanakan riset, itupun hasilnya memberi masih
dipertanyakan karena banyak hasil yang ada lebih lebih mengarah pada
riset kesehatan secara umum. Riset tentang keperawatan hampir belum
tersentuh. Faktor lain yang sebenarnya sangat memperihatinkan adalah
tugas ahir yang diberikan kepada mahasiswa keperawatan bukan
8
langkah-langkah riset secara ilmiah, tetapi lebih menekankan pada
laporan kasus per kasus.
d. Pendidikan keperawatan hanya difokuskan pada pelayanan kesehatan
yang sempit
Pembinaan keperawatan dirasakan kurang memenuhi sasaran dalam
memenuhi tuntutan perkembangan zaman. Pendidikan keperawatan
dianggap sebagai suatu objek untuk kepentingan tertentu dan tidak
dikelola secara professional. Kurikulum yang diterapkan lebih
mengarahkan perawat tentang how to work and apply, bukan how to
think and do criticall.
e. Rendahnya standar gaji bagi perawat
Gaji perawat, khususnya yang bekerja di instansi pemerintah dirasakan
sangat rendah bila dibandingkan dengan negara lain, baik Asia ataupun
Amerika. Keadaan ini berdampak terhadap kinerja perawat dalam
melaksanakan asuhan keperawatan yang professional.
f. Sangat minimnya perawat yang menduduki pimpinan di institusi
kesehatan
Masalah ini sangat krusial bagi pengembangan profesi keperawatan,
karena sistem sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang
baik. Hal ini tentunya akan mempengaruhi perkembangan keperawatan
di Indonesia, karena dampaknya semua kebijakan yang ada biasanya
kurang berpihak terhadap kebutuhan keperawatan.
9
DAFTAR PUSTAKA
Nursalam.2008.Konsep & Metode Keperawatan (ed. 2). Jakarta: Salemba
medika.
Nur Hidayah.Jurnal Kesehatan.Volume 7 No. 2/2014
Nursalam.2011.Manajemen keperawatan aplikasi dalam praktik
keperawatan professional edisi 3. Jakarta: Salemba medika
Kartika dewi,Dkk 2013.Analisa jam perawat pada pasien bedah.Riau: Program
studi ilmu keperawatan.
Raymond H. & Simamor.2009.Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan.
Buku kedokteran Jakarta : EGC.

More Related Content

PPTX
Konsep keperawatan medikal bedah
PPTX
1. KONSEP DAN PERSPEKTIF KEP. MEDIKAL BEDAH.pptx
PDF
Perspektif keperawatan Medikal Bedah
PPT
Peran Perawat Pada Perawatan Paliatif.ppt
PPTX
Konsep Dasar Keperawatan Kritis.pptx
PPTX
Metode penugasan fungsional dalam Keperawatan
PPTX
Perawatan paliatif 123456789123456789123
PPTX
Levine theory
Konsep keperawatan medikal bedah
1. KONSEP DAN PERSPEKTIF KEP. MEDIKAL BEDAH.pptx
Perspektif keperawatan Medikal Bedah
Peran Perawat Pada Perawatan Paliatif.ppt
Konsep Dasar Keperawatan Kritis.pptx
Metode penugasan fungsional dalam Keperawatan
Perawatan paliatif 123456789123456789123
Levine theory

What's hot (20)

PDF
Materi buku panduan komunikasi terapeutik
DOCX
Dialog komunikasi terapeutik perawat danpasien
PPTX
5. proses skoring kep. keluarga
PPTX
Konsep dasar proses keperawatan
PPTX
Prinsip prinsip etika keperawatan
DOCX
2. lp kebutuhan cairan dan elektrolit
PPTX
Falsafah keperawatan
PDF
Implementasi,evaluasi,pembahasan.pdf
DOCX
141050362 kasus-pelanggaran-etika-keperawatan(1)
PDF
Evaluasi keperawatan
DOCX
Teori Sistem dalam pelayanan kesehatan
PPT
Aspek legal pendokumentasian Keperawatan
PPT
Konsep home care
DOCX
Macam2 dan cara penyuntikan
DOCX
Nilai normal tanda tanda vital
PPTX
Transkultural nursing
DOCX
Askep diare
DOC
format pengkajian keperawatan komunitas
PPTX
Konsep komunikasi terapeutik
PPTX
PEMBAHASAN SOAL MATERNITAS.pptx
Materi buku panduan komunikasi terapeutik
Dialog komunikasi terapeutik perawat danpasien
5. proses skoring kep. keluarga
Konsep dasar proses keperawatan
Prinsip prinsip etika keperawatan
2. lp kebutuhan cairan dan elektrolit
Falsafah keperawatan
Implementasi,evaluasi,pembahasan.pdf
141050362 kasus-pelanggaran-etika-keperawatan(1)
Evaluasi keperawatan
Teori Sistem dalam pelayanan kesehatan
Aspek legal pendokumentasian Keperawatan
Konsep home care
Macam2 dan cara penyuntikan
Nilai normal tanda tanda vital
Transkultural nursing
Askep diare
format pengkajian keperawatan komunitas
Konsep komunikasi terapeutik
PEMBAHASAN SOAL MATERNITAS.pptx
Ad

Similar to Konsep dan-perspektif-kmb (11)

PPTX
Keperawatan Medikal Bedah - Konsep KMB pada Keperawatan
PPTX
P1 Alih Jenjang Kep Dewasa I Konsep & Perspektif KMB.pptx
PDF
Standar Pelayanan KMB.pdfokmantap kai hhdh
PPTX
PERSPEKTIF_KEPERAWATAN_MEDIKAL_BEDAH.pptx
PPTX
Konsep Dasar Keperawatan Medikal bedah.pptx
PPT
Falsafah dan paradigma keperawatan
DOCX
Definisi perawat
PDF
KONSEP DASAR KMB.pdf
PDF
Perspektif kep medikal bedah
PPTX
ilide.info-area-praktek-keperawatan-pr_50486294849086a23453749bf0532bb5.pptx
Keperawatan Medikal Bedah - Konsep KMB pada Keperawatan
P1 Alih Jenjang Kep Dewasa I Konsep & Perspektif KMB.pptx
Standar Pelayanan KMB.pdfokmantap kai hhdh
PERSPEKTIF_KEPERAWATAN_MEDIKAL_BEDAH.pptx
Konsep Dasar Keperawatan Medikal bedah.pptx
Falsafah dan paradigma keperawatan
Definisi perawat
KONSEP DASAR KMB.pdf
Perspektif kep medikal bedah
ilide.info-area-praktek-keperawatan-pr_50486294849086a23453749bf0532bb5.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
PDF
PPT Materi Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
PPT Evaluasi Keseluruhan Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
PPTX
Keusahawanan dan Perniagaan Islam - Dr Mohd Adib Abd Muin 20 Ogos 2025.pptx
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PDF
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
PPT Materi Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPT Evaluasi Keseluruhan Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
Keusahawanan dan Perniagaan Islam - Dr Mohd Adib Abd Muin 20 Ogos 2025.pptx
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_

Konsep dan-perspektif-kmb

  • 1. 1 KONSEP DAN PERSPEKTIF KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 2.1 Definisi Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Medikal Bedah adalah pelayanan profesional yang berdasarkan pada ilmu keperawatan medikal bedah dan teknik keperawatan medikal bedah berbentuk pelayanan Bio-psiko-sosio-spiritual, peran utama perawat adalah memeberikan asuhan keperawatan kepada manusia (sebagai objek utama pengkajian filsafat ilmu keperawatan: ontologis). (Nursalam, 2008: hal 14) . Pengertian keperawatan medikal bedah Menurut (Raymond H. & Simamora, 2009: hal 20) mengandung 3 hal ialah : 1. Mengembangkan diri secara terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan professional dalam medikal bedah dengan cara: a. Menerapkan konsep-konsep keperawatan dalam melaksanakan kegiatan keperawatan. b. Melaksanakan kegiatan keperawatan dalam menggunakan pendekatan ilmiah. c. Berperan sebagai pembaru dalam setiap kegiatan keperawatan pada berbagai tatanan pelayanan keperawatan. d. Mengikuti perkembangan IPTEK secara terus-menerus melalui kegiatan yang menunjang. e. Mengembangkan IPTEK keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu. f. Berperan aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relevan dengan keperawatan. 2. Melaksanakan kegiatan penelitian rangaka pengembangan ilmu keperawatan medikal bedah dengan cara: a. Mengidentifikasi masalah kesehatan dengan menganlisis, menyintesis informasi yang relevan dari berbagai sumber dan memerhatikan perspektif lintas budaya. b. Merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam bidang keperawatan keperawatan medikal bedah.
  • 2. 2 c. Menerapkan prinsip dan tekhnik penalaran yang tepat dalam berpikir secara logis, kritis, dan mandiri. 3. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, terbuka untuk menerima perubahan, dan berorientasi pada masa depan dengan cara: a. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu meneyelesaikan masalah masyarakat yang terkait dengan keperawatan medikal bedah. b. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia. 2.2 Peran dan fungsi Perawat Peran dan fungsi perawat khususnya di rumah sakit adalah memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan melalui berbagai proses atau tahapan yang harus dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada pasien. Tahapan yang dilakukan tentunya berdasarkan standar yang diakui oleh pemerintah maupun profesi perawat (Sumijatun, 2011: hal 1). Salah satu bagian yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan komponen terbesar dari sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi (Kuntoro, 2010: hal 1). Pelayanan keperawatan merupakan proses kegiatan natural dan berurutan yang dilakukan oleh perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Pelayanan diberikan karena adanya keterbatasan atau kelemahan fisik dan mental. Keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri. Kegiatan keperawatan dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan, pemeliharaan kesehatan dengan penekanan upaya pelayanan kesehatan sesuai wewenang, tanggung jawab dan etika profesi keperawatan sehingga memungkinkan setiap individu mencapai kemampuan hidup sehat. Tenaga kesehatan yang paling banyak jumlahnya dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan sering berinteraksi dengan klien adalah perawat (Asmuji, 2012: hal 1)
  • 3. 3 2.3 Lingkup Praktek Keperawatan Medikal Bedah Menurut Lingkup praktek keperawatan medikal-bedah merupakan bentuk asuhan keperawatan pada klien dewasa yang mengalami gangguan fisiologis baik yang sudah nyata atau terprediksi mengalami gangguan baik karena adanya penyakit, trauma atau kecacatan. Asuhan keperawatan meliputi perlakuan terhadap individu untuk memperoleh kenyamanan; membantu individu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya; melakukan prevensi, deteksi dan mengatasi kondisi berkaitan dengan penyakit: mengupayakan pemulihan sampai klien dapat mencapai kapasitas produktif tertingginya; serta membantu klien menghadapi kematian secara bermartabat. Praktek keperawatan medikal bedah menggunakan langkah- langkah ilmiah pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi; dengan memperhitungkan keterkaitan komponen-komponen bio-psiko-sosial klien dalam merespon gangguan fisiologis sebagai akibat penyakit, trauma atau kecacatan. (Nur hidayah, 2014: hal 417- 418). Lingkup keperawatan medikal bedah menurut, (Nursalam, 2008 61-63) 1. Lingkup masalah penelitian pengembangan konsep dan teori keperawatan masalah penelitian difokuskan pada kajian teori-teori yang sudah ada dalam upaya meyakinkan masyarakat bahwa keperawatan adalah suatu ilmu yang berbeda dari ilmu profesi kesehatan lain serta kesesuaian penerapan ilmu tersebut dalam bidang keperawatan. 2. Lingkup masalah penelitian kebutuhan dasar manusia meliputi identifikasi sebab dan upaya untuk memenuhi kebutuhan. 3. Lingkup masalah penelitian pendidikan keperawatan 4. Lingkup masalah penelitian manajemen keperawatan a. Model asuhan keperawatan medikal bedah b. Peran kinerja perawat c. Model sistem pencatatan dan pelaporan 5. Lingkup masalah penelitian ilmu keperawatan medikal bedah di fokuskan pada asuhan keperawtan melalui pendekatan proses keperawatan. Topic masalah didsarkan pada gangguan sistem tubuh yang umum terjadi pada
  • 4. 4 klien dewasa. Ilmu keperawatan medikal bedah menurut (Nursalam,2008: hal 67-68) : a. Sistem kekebalan tubuh b. Sistem respirasi dan oksigensi c. Sistem kardiovaskuler d. Sistem persyarafan. 2.4 Komponen keperawatan medikal bedah Ada 5 objek utama dalam ilmu keperawatan: manusia, individu (yang mendapatkan asuhan keperawatan) keperawatan, konsep sakit, aplikasi tindakan keperawatan. Menurut (Nursalam, 2008: hal 16) 1. Manusia Penerima asuhan keperawatan adalah manusia, individu, kelommpok, komunitas, atau social. Masing-masing diperlakukan oleh perawat sebagai sistem adaptasi yang holistic dan terbuka. (Nursalam, 2008: hal 16) 2. Keperawatan Bentuk pelayanan professional berupa pemenuhan kebutuhan dasar yang diberikan kepada individu yang sehat maupun sakit yang mengalami gangguan fisik, psikis, dan social agar dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal. (Nursalam, 2008: hal 20) 3. Konsep sehat-sakit Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positif a. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh. b. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal. c. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup. Sakit adalah suatu kondisi dimana kesehatan tubuh lemah. (Webster’s New Collegiate Dictionary).Sakit adalah keadaan yang disebabkan oleh bermacam-macam hal, bisa suatu kejadian, kelainan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap susunan jaringan tubuh, dari fungsi
  • 5. 5 jaringan itu sendiri maupun fungsi keseluruhan. (Nursalam, 2008: hal 21) 4. Konsep lingkungan Lingkungan sebagai semua kondisi yang berasal dari internal dan eksternal, yang mempengaruhi dan berakibat terhadap perkembangan dan prilaku seseorang dan kelompok. Lingkungan eksternal dapat berupa fisik, kimiawi, ataupun psikologis yang diterima individu dan dipersepsikan sebagai suatu ancaman, sedangkan lingkungan internal adalah keadaan proses mental dalam tubuh individu (berupa pengalaman, kemampuan emosional, kepribadian) dan proses stressor biologis (sel maupun molekul) yang berasal dari dalam tubuh individu. (Nursalam, 2008: hal 21) 5. Aplikasi pada asuhan keperawatan: Proses keperawatan, menurut (Nursalam, 2008: hal 21) a. Pengakajian b. Perumusan diagnosis keperawatan c. Intervensi keperawatan d. Pelaksanaan e. evaluasi 2.5 Tren dan Issu keperawatan medikal bedah Menurut, (Nursalam,2008: hal 28-32) 1. Tren KMB a. Peluang riset keperawatan di masa depan Tentang riset keperawatan yang di laksnakan oleh perawat, khususnya dosen keperawatan menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Hampir 90 % perawat di daerah jawa tidak melaksanakan riset dalam perannya. Merekamenyadari dan menerima bahwa riset adalah bagian dari perannya tetapi juga ada pertanyaan “whether researche is a nurse primary responsibility pr not, all nurses should also involve in nursing research?” b. Lokasi tempat bekerja Menariknya dari 4 hambatan yang penulis tanyakan (biaya, waktu, keahlian, dan kebijaksanaan), jawaban responden sangat bervariasi dan
  • 6. 6 adanya suatu korelasi yang kuat antarvariabel. Misalnya mereka yang bekerja di Jakarta mengatakan bahwa anggaran untuk riset dapat di peroleh dengan mudah, sebaliknya yang bekerja di luar Jakarta mengalami kesulitan. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan (keahlian) perawat yang bekerja di Jakarta lebih baik karena mereka rata-rata memiliki pendidikan D3 dan S1 kesehatan masyarakat, sehingga proposal yang ditulis lebih bias diterima oleh pemberi dana. Di samping itu juga karena faktor kesempatan dan informasi yang cepat bagi perawat Jakarta. (Nursalam, 2008: hal 28) c. Keahlian perawat dalam riset Perawat yang bekerja di luar Jakarta sebagian besar mereka berbasis pendidikan D3 keperawatan hampir 95% mengalami masalah tentang keterampilan atau keahlian penulisan proposal/pelaksanaan penelitian. Keadaan ini diperparah dengan tidak adanya suatu lembaga yang yang menangani riet keperawatan dalam organisasi pelayanan kesehatan. (Nursalam, 2008: hal 28) d. Waktu pelaksaan yang terbatas Perawat pendidik mempunyai tugas yang sangat besar dalam pembelajaran di kelas dan di klinik serta kegiatan-kegiatan non pembelajaran, misalnya administrasi, oleh karena itu waktu perawat habis untuk kegiatan tersebut. (Nursalam, 2008: hal 28) e. Topik riset keperawatan yang tidak sesuai Berdasarkan hasil kajian penulis, banyak perawat yang belum memahami tentang lingkup riset keperawatan. Topik-topik yang dipilih lebih bersifat kesehatan secara umum, sehingga hasil yang di dapatkan kurang memberikan kontribusi yang bermakna untuk diapliksikan dalam praktik keperawatan. (Nursalam, 2008: hal 29)
  • 7. 7 2. Issu Keperawatan Medikal Bedah Issu Keperawatan Medikal Bedah, menurut (Nursalam, 2011: hal 25) a. Antithetical terhadap perkembangan ilmu keperawatan Karena rendahnya dasar pendidikan profesi dan belum dilaksanakannya pendidikan keperawatan secara professional, maka perawat lebih cendrung untuk melaksanakan perannya secara rutin dan menunggu perintah dari dokter. Mereka cendrung untuk menolak terhadap perubahan ataupun sesuatu yang baru dalam melaksanakan perannya secara professional. b. Rendahnya rasa percaya diri /harga diri (Low self-confidenceself) Banyak perawat yang tidak melihat dirinya sebagai sumber informasi dari klien. Perasaan rendah diri/kurang percaya diri tersebut timbul karena rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang kurang memadai serta sistem pelayanan Indonesia yang menempatkan perawat sebagai warga negara kelas dua. Stigma inilah yang membuat perawat dipandang tidak cukup memiliki kemampuan yang memadai dan kewenangan dalam pengambilan kepeutusan di bidang pelayanan kesehatan. c. Kurangnya pemahaman dan sikap untuk melaksanakan riset keperawatan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, lebih dari 90% perawat tidak melaksanakan perannya dalam melaksanakan riset. Hal ini lebih disebabkan oleh: pengetahuan/keterampilan riset yang sangat kurang, keterbatasan waktu, tidak adanya anggaran karena kebijakan yang kurang mendukung pelaksanaan riset. Baru pada tahun 2000-an, pusdiknakes memberikan kesempatan kepada para perawat untuk melaksanakan riset, itupun hasilnya memberi masih dipertanyakan karena banyak hasil yang ada lebih lebih mengarah pada riset kesehatan secara umum. Riset tentang keperawatan hampir belum tersentuh. Faktor lain yang sebenarnya sangat memperihatinkan adalah tugas ahir yang diberikan kepada mahasiswa keperawatan bukan
  • 8. 8 langkah-langkah riset secara ilmiah, tetapi lebih menekankan pada laporan kasus per kasus. d. Pendidikan keperawatan hanya difokuskan pada pelayanan kesehatan yang sempit Pembinaan keperawatan dirasakan kurang memenuhi sasaran dalam memenuhi tuntutan perkembangan zaman. Pendidikan keperawatan dianggap sebagai suatu objek untuk kepentingan tertentu dan tidak dikelola secara professional. Kurikulum yang diterapkan lebih mengarahkan perawat tentang how to work and apply, bukan how to think and do criticall. e. Rendahnya standar gaji bagi perawat Gaji perawat, khususnya yang bekerja di instansi pemerintah dirasakan sangat rendah bila dibandingkan dengan negara lain, baik Asia ataupun Amerika. Keadaan ini berdampak terhadap kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang professional. f. Sangat minimnya perawat yang menduduki pimpinan di institusi kesehatan Masalah ini sangat krusial bagi pengembangan profesi keperawatan, karena sistem sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang baik. Hal ini tentunya akan mempengaruhi perkembangan keperawatan di Indonesia, karena dampaknya semua kebijakan yang ada biasanya kurang berpihak terhadap kebutuhan keperawatan.
  • 9. 9 DAFTAR PUSTAKA Nursalam.2008.Konsep & Metode Keperawatan (ed. 2). Jakarta: Salemba medika. Nur Hidayah.Jurnal Kesehatan.Volume 7 No. 2/2014 Nursalam.2011.Manajemen keperawatan aplikasi dalam praktik keperawatan professional edisi 3. Jakarta: Salemba medika Kartika dewi,Dkk 2013.Analisa jam perawat pada pasien bedah.Riau: Program studi ilmu keperawatan. Raymond H. & Simamor.2009.Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan. Buku kedokteran Jakarta : EGC.