18
Most read
20
Most read
22
Most read
KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA 
Interaksi sehat-sakit, Fungsi keluarga, Ciri keluarga sehat, 
Batasan keperawatan keluarga, dan Kriteria keluarga 
sejahtera 
Mia Sonia, S.Kp
Interaksi sehat-sakit keluarga 
 Adanya hubungan timbal balik status 
sehat-sakit anggota keluarga dengan 
keluarga 
 keluarga cenderung menjadi reaktor masalah 
kesehatan dan aktor dalam menyelesaikan masalah 
 Keluarga penentu utama konsep penyakit 
dan perilaku sehat 
 Keluarga pembuat keputusan: diagnosa, 
tindakan, pengobatan
PERILAKU KESEHATAN 
KELUARGA 
1. Health Maintenance (Perilaku 
Pemeliharaan Kesehatan) 
2. Health Seeking Behavior (Perilaku 
Pencarian dan Penggunaan Fasilitas 
Kesehatan) 
3. Perilaku Kesehatan Lingkungan
PERILAKU KESEHATAN KELUARGA 
1. Health Maintenance (Perilaku 
Pemeliharaan Kesehatan) 
Perilaku seseorang/keluarga untuk 
memelihara kesehatan 
 Perilaku Pencegahan Penyakit 
 Perilaku Peningkatan Kesehatan 
 Perilaku Nutrisi
PERILAKU KESEHATAN KELUARGA 
2. Health Seeking Behavior (Perilaku Pencarian dan 
Penggunaan Fasilitas Kesehatan) 
Perilaku seseorang/keluarga pada saat anggota keluarga sakit atau 
mengalami masalah kesehatan  dimulai dari saat mengobati 
sendiri sampai mencari pengobatan 
3. Perilaku Kesehatan Lingkungan 
Menurut Becker perilaku keluarga: 
a. Perilaku hidup sehat (makan dengan menu seimbang, olahraga 
teratur, tidak merokok, tidak minuman keras, istirahat cukup, 
pengendalian stress, gaya hidup positif) 
b. Perilaku sakit (respon terhadap penyakit/kondisi sakit)  
pengetahuan dan persepsi
6 tahap interaksi sehat-sakit 
keluarga 
1. Upaya keluarga terkait promosi kesehatan 
2. Respon keluarga terhadap gejala-gejala 
3. Mencari tempat pelayanan 
4. Merujuk dan mendapatkan pelayanan 
5. Respon segera keluarga terhadap penyakit 
6. Tahap penyesuaian/penyembuhan sakit
6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 
1. Upaya keluarga terkait promosi 
kesehatan 
a. Keluarga memegang peranan yang penting dalam berbagai bentuk 
upaya promosi kesehatan di dalam keluarga 
b. Ada banyak bentuk bentuk peningkatan kesehatan, pencegahan dan 
pengurangan resiko : Sekitar masalah pola hidup  berhenti 
merokok, olah raga, imunisasi dan lain-lain 
c. Agar strategi sehat dapat berhasil; menunut perbaikan pola hidup 
seluruh anggota keluarga 
d. Anggota keluarga perlu mempelajari status kesehatan mereka dan 
citra tubuh  seperti apakah tubuh mereka lemah, sakit-sakitan 
atau sehat. 
e. Anggota keluarga yg dapat menunjukkan perilaku hidup sehat akan 
menjadi contoh yg sangat ampuh bagi anggota kelg yg lain.
6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 
2. Respon keluarga terhadap gejala-gejala 
a. Tahapan ini dimulai: mengenal, menginterprestasikan bahaya yg 
timbul, menujukkan kepeduliaan thd masalah yg timbul 
b. Keluarga meyakini gejala – gejala penyakit yg timbul dan mencari 
jalan penyelesaiannya. 
c. Tahap ini terdiri dari: kepercayaan yg menyangkut gejala atau 
penyakit dari anggota keluarga, bagaimana menangani pentakit 
tersebut. 
3. Mencari tempat pelayanan 
a. Dimulai ketika keluarga menyetakan adanya anggota keluarga yg 
mengalami masalah kesehatan. 
b. Org yg sakit dan keluarga mulai mencari informasi, bantuan sesuai 
dgn keyakinan mereka baik kepada tenaga profesional, maupun 
tenaga yg mereka yakini dapat membantu 
c. Keputusan apakah ditangani di rumah, di klinik atau RS  
cenderung dirundingkan di keluarga
6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 
4. Merujuk dan mendapatkan pelayanan 
a. Adanya kontak keluarga dgn pelayanan kesehatan 
b. Keluarga menentukan kpd siapa mrk akan berkonsultasi dan 
mendapatkan pelayanan 
5. Respon segera keluarga terhadap 
penyakit 
a. Kelg menerima peran sakitnya ? Ditandai dgn : Ketergantungan thd 
tenaga kesehatan, Keinginan utk mentaati nasehat medik, Berusaha 
keras utk sembuh 
b. Tahap respon akut  penyesuaian yg hrs segera dibuat 
c. Penyakit serius/mengancam jiwa  krisis kelg dapat terjadi  
respon kekuatan stresor
6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 
6. Tahap penyesuaian/penyembuhan sakit 
a.Penyakit serius dan kronis dari seorang anggota keluarga  
mempengaruhi secara mendalam pada sistem keluarga, 
khususnya struktur peran dan pelaksanaan fungsi keluarga. 
b.Keseriusan ketidakmampuan 
c.Sentralitas klien dalam unit keluarga 
d.Kelg mempunyai peran yg bersifat mendukung selama masa 
penyembuhan dan pemulihan.
karakteristik keluarga sehat 
1. Ada komunikasi, sharing pengalaman 
2. Pendidikan terarah 
3. Saling memperkuat dan mendukung 
4. Mengembangkan sifat saling percaya 
5. Ada rasa bermain dan humor 
6. Ada keseimbangan dalam berinteraksi 
7. Suasana saling tanggung jawab& saling membantu 
8. Mengajarkan baik-buruk, benar-salah 
9. Patuh pada tradisi yg baik dan ajaran agama 
10. Respek thd privasi
FUNGSI KELUARGA 
(Lamanna & riedman, 1991) 
 Fungsi tanggung jawab reproduksi 
(responsible reproduction) 
 Memberikan kontrol sosial terhadap peran 
reproduksi dan perlindungan anak 
 Pengembangan fungsi dalam mengasuh 
anak diasumsikan sebagai dua orang tua 
lebih baik dibandingkan degan satu orang 
tua (single parent) dan pasangan orang tua 
harus merupakan ikatan antara pria dan 
wanita (heterosexual)
FUNGSI KELUARGA 
(Lamanna & riedman, 1991) 
 Fungsi dukungan ekonomi (economic 
support) 
 Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar 
misal: makan, menyediaka sandang dan 
mendapatkan tempat tinggal. 
 Dengan bantuan anggota keluarga yang lain, 
anggota keluarga mendapatkan manfaat 
perlindungan jasmani, misal: penyediaan 
asuransi kesehatan, bantua biaya pendidikan 
atau bantuan modal untuk berusaha
FUNGSI KELUARGA 
(Peraturan pemerintah no 21 tahun 1994) 
 Fungsi agama 
Keluarga dan anggotanya didorong dan 
dikembangkan agar kehidupan keluarga 
sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama 
dan nilai luhur budaya bangsa untuk menjadi 
insan agamis yang penuh iman dan taqwa 
terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
 Fungsi sosial budaya 
Memberikan kesempatan kepada keluarga dan 
seluruh anggotanya untuk mengembangkan 
kekayaan budaya bangsa yang beraneka 
ragam dalam suatu kesatuan
FUNGSI KELUARGA 
(Peraturan pemerintah no 21 tahun 1994) 
 Fungsi cinta kasih 
Memberikan landasan yang kokoh terhadap 
hubungan anak dengan anak, suami 
dengan istri, orang tua dengan anaknya, 
serta hubungan kekerabatan antar 
generasi sehingga keluarga menjadi 
wadah utama bersemainya kehidupan 
yang penuh cinta kasih lahir dan batin 
 Fungsi melindungi 
Untuk menumbuhkan rasa aman dan 
kehangatan
FUNGSI KELUARGA 
(Peraturan pemerintah no 21 tahun 1994) 
 Fungsi ekonomi 
Menjadi unsur pendukung kemandirian dan 
ketahanan keluarga 
 Fungsi pembinaan lingkungan 
Memberika pada setiap anggota keluarga 
kemampuan untuk menempatkan diri 
secara serasi, selaras dan seimbang 
sesuai dengan daya dukung alam dan 
lingkungan yang berubah secara dinamis
Alasan mengapa keluarga menjadi 
penting bagi perawat keluarga 
1) Keluarga sebagai seluruh sistem juga 
membutuhkan pelayanan kesehatan seperti 
halnya individu agar ia dapat memenuhi 
tugasnya dalam setiap fase perkembangan; 
2) Tingkat kesehatan individu berkaitan erat 
dengan tingkat kesehatan keluarga begitu pun 
sebaliknya; dan 
3) Tingkat fungsional keluarga sebagai unit 
terkecil dari komunitas dapat mempengaruhi 
derajat kesehatan sistem atasnya. 
(Spradley & Allender, 1997) 
3
Pendekatan dalam keperawatan 
keluarga (stanhope & lancaster, 2004) 
4 
1. Keluarga sebagai kontek 
(Family as Context) 
2. Keluarga sebagai klien 
(Family as Client) 
3. Keluarga sebagai sistem 
(Family as System) 
4. Keluarga sebagai komponen sosial 
(Family as Component of Society)
Pendekatan dalam keperawatan keluarga 
(stanhope & lancaster, 2004) 4 Keluarga sebagai kontek 
(Family as Context) 
Karakteristik pendekatan 
1.Individu ditempatkan pada 
fokus pertama sedangkan 
keluarga yang kedua 
2.Fokus pelayanan 
keperawatan: individu 
3.Individu/anggota keluarga 
akan dikaji dan diintervensi 
4.Keluarga akan dilibatkan 
dalam berbagai kesempatan
Pendekatan dalam keperawatan 
keluarga 4 (stanhope & lancaster, 2004) 
Keluarga sebagai klien 
(Family as Client) Karakteristik pendekatan 
1.Perhatian utama pada 
keluarga sedangkan individu 
kedua 
2.Keluarga dilihat sebagai 
penjumlahan dari individu-individu 
anggota keluarga 
3.Perhatian dikonsentrasikan 
bagaimana kesehatan 
individu berdampak pada 
keluarga secara keseluruhan
Pendekatan dalam keperawatan keluarga 
(stanhope & lancaster, 2004) 4 
Keluarga sebagai sistem 
(Family as System) 
Karakteristik pendekatan 
1.Fokus pada keluarga sebagai 
klien dan keluarga adalah sistem 
yang berinteraksi 
2.Pendekatan pada individu 
sebagai anggota keluarga dan 
keluarga secara bersamaan 
3.Interaksi antara anggota keluarga 
menjadi target intervensi 
keperawatan (seperti: hubungan 
orang tua dan anak, antara hirarki 
orang tua)
Pendekatan dalam keperawatan keluarga 
(stanhope & lancaster, 2004) 4 
Keluarga sebagai komponen sosial 
(Family as Component of Society) 
Karakteristik pendekatan 
1.Keluarga dilihat sebagai sebuah 
institusi sosial, pendidikan, spiritual, 
ekonomi, dan kesehatan. 
2.Kelurga adalah unit utama dan 
kumpulan keluarga akan 
membentuk sistem yang lebih besar 
yaitu masyarakat 
3.Keluarga berinteraksi dengan 
institusi lain untuk menerima, 
bertukar dan saling memberi 
layanan.
Sekian dan terimakasih atas 
perhatiannya

More Related Content

PPTX
Pengkajian keperawatan Keluarga
PPTX
Community as Partner.pptx
PPT
Konsep home care
PPTX
Trend dan Issue dalam SIK (telenursing)
PPTX
Materi 2 M1KB4 : Komunikasi Terapeutik
PPT
Model praktek keperawatan profesional
DOCX
Tren dan isu keperawatan keluarga
PDF
Konsep dan-perspektif-kmb
Pengkajian keperawatan Keluarga
Community as Partner.pptx
Konsep home care
Trend dan Issue dalam SIK (telenursing)
Materi 2 M1KB4 : Komunikasi Terapeutik
Model praktek keperawatan profesional
Tren dan isu keperawatan keluarga
Konsep dan-perspektif-kmb

What's hot (20)

PPT
Gangguan Konsep Diri
PPTX
Powerpoint bab 1 sejarah keperawatan new
DOC
SOAL MANAJEMEN KEPERAWATAN.doc
PPTX
5. proses skoring kep. keluarga
PDF
Evaluasi keperawatan
PDF
Implementasi,evaluasi,pembahasan.pdf
PPTX
Konsep antropologi sosial budaya dalam keperawatan
PPT
Konsep caring
PDF
Manajemen Sumber Daya Keluarga (Askep Keluarga)
PPTX
Prinsip dan tehnik pemberian obat subcutan dan intracutan
PPTX
(2). konsep keperawatan komunitas
DOCX
Askep pada pasien ppok
DOCX
Makalah transkultural komplit
PPTX
Kebutuhan rasa aman dan nyaman
PPTX
Transkultural nursing
PDF
2 Kurikulum D3 Keperawatan Tahun 2022_Juni 2022 (7).pdf
PPTX
Komunikasi terapeutik pada pasien jiwa
DOC
Askep hipertermi AKPER PEMDA MUNA
PPTX
Aspek hukum dalam keperawatan
PPT
Tipe keluarga
Gangguan Konsep Diri
Powerpoint bab 1 sejarah keperawatan new
SOAL MANAJEMEN KEPERAWATAN.doc
5. proses skoring kep. keluarga
Evaluasi keperawatan
Implementasi,evaluasi,pembahasan.pdf
Konsep antropologi sosial budaya dalam keperawatan
Konsep caring
Manajemen Sumber Daya Keluarga (Askep Keluarga)
Prinsip dan tehnik pemberian obat subcutan dan intracutan
(2). konsep keperawatan komunitas
Askep pada pasien ppok
Makalah transkultural komplit
Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Transkultural nursing
2 Kurikulum D3 Keperawatan Tahun 2022_Juni 2022 (7).pdf
Komunikasi terapeutik pada pasien jiwa
Askep hipertermi AKPER PEMDA MUNA
Aspek hukum dalam keperawatan
Tipe keluarga
Ad

Viewers also liked (11)

DOCX
Konsep keperawatan keluarga
DOCX
Resume Keperawatan Keluarga
PDF
Konsep keperawatan keluarga
PPTX
Distant ders
DOCX
Makalah konsep dasar keperawatan keluarga
PPT
Intervensi keperawatan keluarga
PPT
Proses keperawatan keluarga
PPTX
SISTEM KESEHATAN NASIONAL TAHUN 2012
PDF
Konsep Manajemen dan Kepemimpinan Keperawatan
DOC
Kepemimpinan Dalam Keperawatan " KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN"
DOCX
Makalah konsep dasar keperawatan keluarga
Konsep keperawatan keluarga
Resume Keperawatan Keluarga
Konsep keperawatan keluarga
Distant ders
Makalah konsep dasar keperawatan keluarga
Intervensi keperawatan keluarga
Proses keperawatan keluarga
SISTEM KESEHATAN NASIONAL TAHUN 2012
Konsep Manajemen dan Kepemimpinan Keperawatan
Kepemimpinan Dalam Keperawatan " KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN"
Makalah konsep dasar keperawatan keluarga
Ad

Similar to Konsep keperawatan-keluarga (20)

PPT
Konsep Keperawatan Keluarga 3.ppt
PPT
Konsep Keperawatan Keluarga interaksi sehat sakit
PPT
Konsep Keperawatan Keluarga interakasi sehat sakit
PPTX
Konsep Keperawatan Keluarga, New.pptx stikes pekanbaru
PPTX
Tahan pengkajian keperawatan keluarga
PPTX
Pengkajian pada keperawatan keluarga (KOMUNITAS)
PDF
Komunikasi dalam keluraga materi
DOCX
Dokumentasi asuhan keperawatan keluarga
PPTX
Perspektif keperawatan maternitas & anak
DOC
KELUARGA SEJAHTERA , tahapan dalam keluarga.doc
PDF
konsep mat.pdf
PPTX
konsep dasar kep keluarga, tugas perkembangan dan keluarga sejahtera.pptx
PPT
Proses kep keluaga klas 2 b salio
PPTX
DIAGNOSIS HOLISTIK DAN KELUARGA - Copy.pptx
PPTX
706. PPT KEL 8.pptx
PPT
Tm 1 konsep dasar keperawatan anak
PPTX
KONSEP DASAR KEPERAWATAN KELUARGA MATA KULIAH KELUARGA
PPT
Konsep keperawatan keluarga 2017
PPTX
asuhan keperawatan ANAK USIA SEKOLAH.pptx
PPT
Rabu, 30 Okt 2024 Konsep dasar keperawatan anak.ppt
Konsep Keperawatan Keluarga 3.ppt
Konsep Keperawatan Keluarga interaksi sehat sakit
Konsep Keperawatan Keluarga interakasi sehat sakit
Konsep Keperawatan Keluarga, New.pptx stikes pekanbaru
Tahan pengkajian keperawatan keluarga
Pengkajian pada keperawatan keluarga (KOMUNITAS)
Komunikasi dalam keluraga materi
Dokumentasi asuhan keperawatan keluarga
Perspektif keperawatan maternitas & anak
KELUARGA SEJAHTERA , tahapan dalam keluarga.doc
konsep mat.pdf
konsep dasar kep keluarga, tugas perkembangan dan keluarga sejahtera.pptx
Proses kep keluaga klas 2 b salio
DIAGNOSIS HOLISTIK DAN KELUARGA - Copy.pptx
706. PPT KEL 8.pptx
Tm 1 konsep dasar keperawatan anak
KONSEP DASAR KEPERAWATAN KELUARGA MATA KULIAH KELUARGA
Konsep keperawatan keluarga 2017
asuhan keperawatan ANAK USIA SEKOLAH.pptx
Rabu, 30 Okt 2024 Konsep dasar keperawatan anak.ppt

Konsep keperawatan-keluarga

  • 1. KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA Interaksi sehat-sakit, Fungsi keluarga, Ciri keluarga sehat, Batasan keperawatan keluarga, dan Kriteria keluarga sejahtera Mia Sonia, S.Kp
  • 2. Interaksi sehat-sakit keluarga  Adanya hubungan timbal balik status sehat-sakit anggota keluarga dengan keluarga  keluarga cenderung menjadi reaktor masalah kesehatan dan aktor dalam menyelesaikan masalah  Keluarga penentu utama konsep penyakit dan perilaku sehat  Keluarga pembuat keputusan: diagnosa, tindakan, pengobatan
  • 3. PERILAKU KESEHATAN KELUARGA 1. Health Maintenance (Perilaku Pemeliharaan Kesehatan) 2. Health Seeking Behavior (Perilaku Pencarian dan Penggunaan Fasilitas Kesehatan) 3. Perilaku Kesehatan Lingkungan
  • 4. PERILAKU KESEHATAN KELUARGA 1. Health Maintenance (Perilaku Pemeliharaan Kesehatan) Perilaku seseorang/keluarga untuk memelihara kesehatan  Perilaku Pencegahan Penyakit  Perilaku Peningkatan Kesehatan  Perilaku Nutrisi
  • 5. PERILAKU KESEHATAN KELUARGA 2. Health Seeking Behavior (Perilaku Pencarian dan Penggunaan Fasilitas Kesehatan) Perilaku seseorang/keluarga pada saat anggota keluarga sakit atau mengalami masalah kesehatan  dimulai dari saat mengobati sendiri sampai mencari pengobatan 3. Perilaku Kesehatan Lingkungan Menurut Becker perilaku keluarga: a. Perilaku hidup sehat (makan dengan menu seimbang, olahraga teratur, tidak merokok, tidak minuman keras, istirahat cukup, pengendalian stress, gaya hidup positif) b. Perilaku sakit (respon terhadap penyakit/kondisi sakit)  pengetahuan dan persepsi
  • 6. 6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 1. Upaya keluarga terkait promosi kesehatan 2. Respon keluarga terhadap gejala-gejala 3. Mencari tempat pelayanan 4. Merujuk dan mendapatkan pelayanan 5. Respon segera keluarga terhadap penyakit 6. Tahap penyesuaian/penyembuhan sakit
  • 7. 6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 1. Upaya keluarga terkait promosi kesehatan a. Keluarga memegang peranan yang penting dalam berbagai bentuk upaya promosi kesehatan di dalam keluarga b. Ada banyak bentuk bentuk peningkatan kesehatan, pencegahan dan pengurangan resiko : Sekitar masalah pola hidup  berhenti merokok, olah raga, imunisasi dan lain-lain c. Agar strategi sehat dapat berhasil; menunut perbaikan pola hidup seluruh anggota keluarga d. Anggota keluarga perlu mempelajari status kesehatan mereka dan citra tubuh  seperti apakah tubuh mereka lemah, sakit-sakitan atau sehat. e. Anggota keluarga yg dapat menunjukkan perilaku hidup sehat akan menjadi contoh yg sangat ampuh bagi anggota kelg yg lain.
  • 8. 6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 2. Respon keluarga terhadap gejala-gejala a. Tahapan ini dimulai: mengenal, menginterprestasikan bahaya yg timbul, menujukkan kepeduliaan thd masalah yg timbul b. Keluarga meyakini gejala – gejala penyakit yg timbul dan mencari jalan penyelesaiannya. c. Tahap ini terdiri dari: kepercayaan yg menyangkut gejala atau penyakit dari anggota keluarga, bagaimana menangani pentakit tersebut. 3. Mencari tempat pelayanan a. Dimulai ketika keluarga menyetakan adanya anggota keluarga yg mengalami masalah kesehatan. b. Org yg sakit dan keluarga mulai mencari informasi, bantuan sesuai dgn keyakinan mereka baik kepada tenaga profesional, maupun tenaga yg mereka yakini dapat membantu c. Keputusan apakah ditangani di rumah, di klinik atau RS  cenderung dirundingkan di keluarga
  • 9. 6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 4. Merujuk dan mendapatkan pelayanan a. Adanya kontak keluarga dgn pelayanan kesehatan b. Keluarga menentukan kpd siapa mrk akan berkonsultasi dan mendapatkan pelayanan 5. Respon segera keluarga terhadap penyakit a. Kelg menerima peran sakitnya ? Ditandai dgn : Ketergantungan thd tenaga kesehatan, Keinginan utk mentaati nasehat medik, Berusaha keras utk sembuh b. Tahap respon akut  penyesuaian yg hrs segera dibuat c. Penyakit serius/mengancam jiwa  krisis kelg dapat terjadi  respon kekuatan stresor
  • 10. 6 tahap interaksi sehat-sakit keluarga 6. Tahap penyesuaian/penyembuhan sakit a.Penyakit serius dan kronis dari seorang anggota keluarga  mempengaruhi secara mendalam pada sistem keluarga, khususnya struktur peran dan pelaksanaan fungsi keluarga. b.Keseriusan ketidakmampuan c.Sentralitas klien dalam unit keluarga d.Kelg mempunyai peran yg bersifat mendukung selama masa penyembuhan dan pemulihan.
  • 11. karakteristik keluarga sehat 1. Ada komunikasi, sharing pengalaman 2. Pendidikan terarah 3. Saling memperkuat dan mendukung 4. Mengembangkan sifat saling percaya 5. Ada rasa bermain dan humor 6. Ada keseimbangan dalam berinteraksi 7. Suasana saling tanggung jawab& saling membantu 8. Mengajarkan baik-buruk, benar-salah 9. Patuh pada tradisi yg baik dan ajaran agama 10. Respek thd privasi
  • 12. FUNGSI KELUARGA (Lamanna & riedman, 1991)  Fungsi tanggung jawab reproduksi (responsible reproduction)  Memberikan kontrol sosial terhadap peran reproduksi dan perlindungan anak  Pengembangan fungsi dalam mengasuh anak diasumsikan sebagai dua orang tua lebih baik dibandingkan degan satu orang tua (single parent) dan pasangan orang tua harus merupakan ikatan antara pria dan wanita (heterosexual)
  • 13. FUNGSI KELUARGA (Lamanna & riedman, 1991)  Fungsi dukungan ekonomi (economic support)  Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar misal: makan, menyediaka sandang dan mendapatkan tempat tinggal.  Dengan bantuan anggota keluarga yang lain, anggota keluarga mendapatkan manfaat perlindungan jasmani, misal: penyediaan asuransi kesehatan, bantua biaya pendidikan atau bantuan modal untuk berusaha
  • 14. FUNGSI KELUARGA (Peraturan pemerintah no 21 tahun 1994)  Fungsi agama Keluarga dan anggotanya didorong dan dikembangkan agar kehidupan keluarga sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai luhur budaya bangsa untuk menjadi insan agamis yang penuh iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa  Fungsi sosial budaya Memberikan kesempatan kepada keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam dalam suatu kesatuan
  • 15. FUNGSI KELUARGA (Peraturan pemerintah no 21 tahun 1994)  Fungsi cinta kasih Memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan anak dengan anak, suami dengan istri, orang tua dengan anaknya, serta hubungan kekerabatan antar generasi sehingga keluarga menjadi wadah utama bersemainya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir dan batin  Fungsi melindungi Untuk menumbuhkan rasa aman dan kehangatan
  • 16. FUNGSI KELUARGA (Peraturan pemerintah no 21 tahun 1994)  Fungsi ekonomi Menjadi unsur pendukung kemandirian dan ketahanan keluarga  Fungsi pembinaan lingkungan Memberika pada setiap anggota keluarga kemampuan untuk menempatkan diri secara serasi, selaras dan seimbang sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan yang berubah secara dinamis
  • 17. Alasan mengapa keluarga menjadi penting bagi perawat keluarga 1) Keluarga sebagai seluruh sistem juga membutuhkan pelayanan kesehatan seperti halnya individu agar ia dapat memenuhi tugasnya dalam setiap fase perkembangan; 2) Tingkat kesehatan individu berkaitan erat dengan tingkat kesehatan keluarga begitu pun sebaliknya; dan 3) Tingkat fungsional keluarga sebagai unit terkecil dari komunitas dapat mempengaruhi derajat kesehatan sistem atasnya. (Spradley & Allender, 1997) 3
  • 18. Pendekatan dalam keperawatan keluarga (stanhope & lancaster, 2004) 4 1. Keluarga sebagai kontek (Family as Context) 2. Keluarga sebagai klien (Family as Client) 3. Keluarga sebagai sistem (Family as System) 4. Keluarga sebagai komponen sosial (Family as Component of Society)
  • 19. Pendekatan dalam keperawatan keluarga (stanhope & lancaster, 2004) 4 Keluarga sebagai kontek (Family as Context) Karakteristik pendekatan 1.Individu ditempatkan pada fokus pertama sedangkan keluarga yang kedua 2.Fokus pelayanan keperawatan: individu 3.Individu/anggota keluarga akan dikaji dan diintervensi 4.Keluarga akan dilibatkan dalam berbagai kesempatan
  • 20. Pendekatan dalam keperawatan keluarga 4 (stanhope & lancaster, 2004) Keluarga sebagai klien (Family as Client) Karakteristik pendekatan 1.Perhatian utama pada keluarga sedangkan individu kedua 2.Keluarga dilihat sebagai penjumlahan dari individu-individu anggota keluarga 3.Perhatian dikonsentrasikan bagaimana kesehatan individu berdampak pada keluarga secara keseluruhan
  • 21. Pendekatan dalam keperawatan keluarga (stanhope & lancaster, 2004) 4 Keluarga sebagai sistem (Family as System) Karakteristik pendekatan 1.Fokus pada keluarga sebagai klien dan keluarga adalah sistem yang berinteraksi 2.Pendekatan pada individu sebagai anggota keluarga dan keluarga secara bersamaan 3.Interaksi antara anggota keluarga menjadi target intervensi keperawatan (seperti: hubungan orang tua dan anak, antara hirarki orang tua)
  • 22. Pendekatan dalam keperawatan keluarga (stanhope & lancaster, 2004) 4 Keluarga sebagai komponen sosial (Family as Component of Society) Karakteristik pendekatan 1.Keluarga dilihat sebagai sebuah institusi sosial, pendidikan, spiritual, ekonomi, dan kesehatan. 2.Kelurga adalah unit utama dan kumpulan keluarga akan membentuk sistem yang lebih besar yaitu masyarakat 3.Keluarga berinteraksi dengan institusi lain untuk menerima, bertukar dan saling memberi layanan.
  • 23. Sekian dan terimakasih atas perhatiannya