3
Most read
10
Most read
13
Most read
PENYAKIT GASTRITIS
RANI MARIANA
19410043P
YUNI AMBARWATI
19410048P
PRODI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019
PENYAKIT GASTRITIS
Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di
Indonesia. Keadaan dimana penyakit menular masih merupakan masalah
kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM
makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan,
tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di
Indonesia.
Salah satu penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat Indonesia
adalah penyakit gastritis. Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan
submukosa lambung. Penyebabnya bisa karena penderita makan tidak teratur,
terdapat Helycobacter pylori, obat-obatan, atau sebab lain misalnya beban
pikiran yang berat yang menimbulkan stres. (Tjokronegoro,2001)
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, kejadian gastritis
di beberapa kota Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi. Di Kota Medan
misalnya, angka kejadian gastritis mencapai 91,6 persen, disusul Jakarta 50
persen, Denpasar 46 persen, Bandung 35,3 persen, Palembang 32,5 persen,
Aceh 31,7 persen, Surabaya 31,2 persen, dan 31,2 persen di Pontianak. Oleh
karena itu penyusun ingin memaparkan faktor resiko, pencegahan dan
intervensi penyakit Gastritis.
A. Pengertian Gastritis
Gastritis adalah penyakit pencernaan yang juga bisa disebut radang lambung.
Gastritis terjadi ketika lapisan dinding (mukosa) lambung meradang atau
membengkak. Gejala radang lambung dapat muncul secara mendadak (gastritis
akut), atau berlangsung dalam waktu yang lama (gastritis kronis). Kondisi ini
umumnya tidak berbahaya dan dapat disembuhkan dengan pengobatan
tertentu.
Namun dalam beberapa kasus, penyakit radang lambung dapat berkembang
menjadi penyakit GERD (refluks asam lambung) dan bahkan bisa meningkatkan
risiko kanker perut.
Gastritis adalah kondisi yang umum. Namun, penyakit ini lebih banyak dijumpai
pada orang-orang yang sering mengonsumsi obat pereda nyeri seperti aspirin
atau ibuprofen dalam jangka panjang.
Penggunaan obat antinyeri dalam jangka panjang yang tidak perlu dapat
mengiritasi saluran pencernaan. Efek samping ini disebabkan oleh bahan aktif
dari obat yang menghambat enzim COX (siklooksigenase) di lambung.
Enzim COX adalah enzim yang bertanggung jawab terhadap rangsangan nyeri.
Namun, enzim COX juga sekaligus bekerja mempertahankan lapisan dinding
dalam lambung. Ketika kerja enzim COX terhambat, maka lapisan dinding
lambung akan terkikis dengan sendirinya. Hal ini kemudian membuat
dinding lambung jadi rentan teriritasi dan luka akibat paparan cairan asam
secara terus menerus. Akibatnya, radang dan perdarahan lambung dapat
terjadi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, lambung akan berlubang. Dalam kondisi
medis, kondisi ini disebut sebagai perforasi lambung. Selain karena penggunaan
obat antinyeri, radang lambung juga umum menyerang pecandu alkohol.
Penyebab umum gastritis atau radang lambung adalah :
1. Mengonsumsi obat-obatan antinyeri seperti aspirin atau obat NSAID
(ibuprofen, naproxen) dalam jangka panjang.
2. Sering mengonsumsi alkohol.
3. Konsumsi makanan yang asam, pedas, dan berlemak.
4. Konsumsi minuman berkafein.
5. Infeksi perut yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori.
6. Penyakit autoimun.
7. Refluks cairan empedu menuju lambung.
8. Mengalami stres berat.
Gastritis dapat didiagnosis dengan berdasarkan deskripsi gejala radang
lambung yang dialami pasien. Namun untuk memastikan akurasinya, dokter
menjalani tes-tes di bawah ini :
1. Endoskopi
Selama prosedur endoskopi, dokter akan memasukkan selang fleksibel yang
dilengkapi dengan lensa (endoskopi) lewat tenggorokan Anda. Tabung ini
akan masuk melewati kerongkongan, perut, dan usus kecil Anda.
Dengan menggunakan endoskopi, dokter Anda mencari tanda-tanda adanya
radang atau infeksi pada lambung. Jika terdapat tanda yang mencurigakan,
dokter Anda mungkin akan sampel jaringan kecil (biopsi) untuk pemeriksaan
laboratorium.
2. Tes H.pylori
Test H. pylori bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk tes darah, tes
feses, atau dengan tes lewat napas. Untuk tes napas, Anda akan diminta
meminum segelas kecil cairan jernih dan tidak berasa yang mengandung
karbon radioaktif.
Setelahnya pasien akan diminta untuk mengembuskan napas ke dalam
kantong khusus yang kemudian disegel. Jika pasien positif terinfeksi, sampel
napas Anda akan mengandung karbon radioaktif karena bakteri H. pylori
akan memecah cairan tersebut di perut Anda.
B. Etiologi dan Gejala Penyakit Gastritis
Gastritis dibagi menjadi dua, yakni :
1. Gastritis akut
Gatritis dapat terjadi pada kondisi refluks garam empedu (komponen
penting alkali untuk aktivasi enzim-enzim gastrointestinal) dari usus kecil ke
mukosa lambung sehingga menimbulkan respons peradangan mukosa
(Mukherjee, 2009). Terjadinya iskemia, akibat penurunan aliran darah ke
lambung, trauma langsung lambung, berhubungan dengan keseimbangan
antara agresi dan mekanisme pertahanan untuk menjaga integritas mukosa,
yang dapat menimbulkan respons peradangan pada mukosa lambung
(Wehbi, 2008).
Penyebab gastritis akut menurut Price (2006) adalah stres fisik dan
makanan, minuman. Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis,
trauma, pembedahan, gagal nafas, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf
pusat dan refluks usus-lambung. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran
darah termasuk pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan gangguan
pada produksi mukus dan fungsi sel epitel lambung (Price dan Wilson, 2005;
Wibowo, 2007).
Mekanisme terjadinya ulcer atau luka pada lambung akibat stres adalah
melalui penurunan produksi mukus pada dinding lambung. Mukus yang
diproduksi di dinding lambung merupakan lapisan pelindung dinding
lambung dari faktor yang dapat merusak dinding 14 lambung antara lain
asam lambung, pepsin, asam empedu, enzim pankreas, infeksi Helicobacter
pylori, OAINS, alkohol dan radikal bebas (Greenberg, 2002).
2. Gastritis kronik
Penyebab pasti dari penyakit gastritis kronik belum diketahui, tetapi ada dua
predisposisi penting yang bisa meningkatkan kejadian gastritis kronik, yaitu
infeksi dan non infeksi (Muttaqin, 2011).
a. Gastritis infeksi
Beberapa peneliti menyebutkan bakteri Helicobacter pylori merupakan
penyebab utama dari gastritis kronik (Anderson, 2007). Infeksi
Helicobacter pylori sering terjadi pada masa kanak-kanak dan dapat
bertahan seumur hidup jika tidak dilakukan perawatan. Saat ini Infeksi
Helicobacter pylori diketahui sebagai penyebab tersering terjadinya
gastritis (Wibowo, 2007; Price dan Wilson, 2005). Infeksi lain yang dapat
menyebabkan gastritis kronis yaitu Helycobacter heilmannii,
Mycobacteriosis, Syphilis,infeksi parasit dan infeksi virus (Wehbi, 2008).
b. Gastritis non-infeksi
1) Autoimmune atrophic gastritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh
menyerang sel-sel sehat yang berada dalam dinding lambung. Hal ini
mengakibatkan peradangan dan secara bertahap menipiskan dinding
lambung, 15 menghancurkan kelenjar-kelenjar penghasil asam
lambung dan mengganggu produksi faktor intrinsik yaitu sebuah zat
yang membantu tubuh mengabsorbsi vitamin B-12. Kekurangan
vitamin B-12 akhirnya dapat mengakibatkan pernicious anemia,
sebuah kondisi serius yang jika tidak dirawat dapat mempengaruhi
seluruh sistem dalam tubuh. Autoimmue atrophic gastritis terjadi
terutama pada orang tua (Jackson, 2006).
2) Gastropati akibat kimia, dihubungkan dengan kondisi refluk garam
empedu kronis dan kontak dengan OAINS atau Aspirin (Mukherjee,
2009).
3) Gastropati uremik, terjadi pada gagal ginjal kronis yang menyebabkan
ureum terlalu banyak beredar pada mukosa lambung dan gastritis
sekunder dari terapi obat-obatan (Wehbi, 2008).
4) Gastritis granuloma non-infeksi kronis yang berhubungan dengan
berbagai penyakit, meliputi penyakit Crohn, Sarkoidosis, Wegener
granulomatus, penggunaan kokain, Isolated granulomatous gastritis,
penyakit granulomatus kronik pada masa anak-anak, Eosinophilic
granuloma, Allergic granulomatosis dan vasculitis, Plasma cell
granulomas, Rheumatoid nodules, Tumor amyloidosis, dan
granulomas yang berhubungan dengan kanker lambung
(Wibowo,2007). 16 5) Gastritis limfositik, sering disebut dengan
collagenous gastritis dan injuri radiasi pada lambung (Sepulveda,
2004). Orang yang menderita kondisi ini sering tidak memunculkan
gejala apa pun sampai didiagnosis. Sebab, gejalanya sering tampak
samar dan dikelirukan sebagai tanda penyakit pencernaan lain.
Namun, harus waspada jika merasakan gejala-gejala yakni hilang nafsu
makan, mual dan muntah, nyeri di perut bagian atas dan merasa kenyang
meski baru makan sedikit. Jika dinding lambung sampai mengalami
perdarahan, dan mungkin merasakan gejala-gejala ini yakni feses berwarna
hitam dan muntah darah atau cairan berwarna pekat seperti kopi.
C. Faktor Resiko Penyakit Gastritis
1. Unchangeable risk factors: Faktor Risiko yang tidak dapat berubah
a. Usia. Usia semakin bertambah membuat penurunan fungsi
pencernaan karena lapisan perut menjadi tipis terutama pada usia
lanjut sehingga penyakit gastritis dan asam lambung sebanyak 60 %
diidap oleh lansia.
b. Jenis Kelamin. Pada autoimun gastritis, penderita wanita
diperkirakan lebih banyak daripada pria dengan perbandingan 3 : 1.
2. Changeable risk factors: Faktor Risiko yang dapat berubah
a. Pekerjaan. Tuntutan dunia kerja yang keras, dengan deadline target
yang menyita waktu menyebabkan para pekerja mengabaikan
pemenuhan kebutuhan dirinya, terutama dalam menjaga pola makan
tepat waktu dan istirahat yang cukup. Sudah jamak di kota-kota
besar, pekerja kantoran sering dikejar-kejar waktu sehingga nyaris
tidak memiliki jam istirahat yang cukup, walau cuma untuk makan
siang tepat waktu. Pola kerja super sibuk seperti ini juga
menyebabkan stres karena tekanan kerja yang tinggi. Sehingga
pekerja kantoran sangat rentan mengalami penyakit maag.
b. Sering mengonsumsi makanan pedas atau yang kadar lemaknya
tinggi, seperti gorengan.
c. Gaya hidup tidak sehat, misalnya aktif merokok atau kebanyakan
minum minuman beralkohol.
d. Kelebihan berat badan atau obesitas.
e. Sedang menjalani pengobatan tertentu seperti antibiotik, aspirin,
steroid dan pil KB.
f. Stres atau kelelahan.
g. Pola makan tidak teratur.
h. Sering mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.
i. Penyakit lain yang disebabkan oleh infeksi: HIV/AIDS, Crohn, dan
infeksi bakteri lainnya.
j. Alergi makanan, khususnya bagi orang pengidap gangguan
pencernaan esophagitis eosinophilic (EoE). Kondisi ini dapat menjadi
pemicu gastritis. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli
alergi untuk menentukan alergi makanan guna menghindari kondisi
gastritis.
D. Pencegahan Penyakit Gastritis
1. Pencegahan Primordial
Penyakit tidak menular memiliki penyebab berhubungan dengan gaya
hidup, penyebabnya pun tidak hanya satu. Sehingga pola hidup sehat
dibutuhkan dalm pencegahan penyakit tidak menular khususnya
Gastritis. Adapun beberapa kebijakan atau regulasi terkait gerakan
hidup sehat, yakni :
a. Instruksi Presiden RI Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan
Masyarakat Sehat (GERMAS) yang berisi tentang :
1. Peningkatan aktivitas fisik;
2. Peningkatan perilaku hidup sehat;
3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi;
4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit;
5. Peningkatan kualitas lingkungan; dan
6. Peningkatan edukasi hidup sehat.
b. Peraturan Kawasan Tanpa Merokok dalam Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan
Bahan yang Mengandung Zat Adiktif.
Pasal 50, yakni :
“Kawasan tanpa rokok sebagaimana dimaksud Dalam pasal 49
antara lain;
1. Fasilitas Pelayanan Kesehatan;
2. Tempat Proses Belajar Mengajar;
3. Tempat Anak Bermain;
4. Tempat Ibadah
5. Angkutan Umum
6. Tempat Kerja
7. Tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan”
2. Pencegahan Primer
Promosi Kesehatan terkait pola hidup sehat, pendidikan kesehatan
tentang aturan makan yang benar agar terhindar penyakit gastritis dan
mengedukasi mengenai gaya hidup yang salah sehinga membuat
seseorang menjadi beresiko mengidap penyakit gastritis.
3. Pencegahan Sekunder
Screening atau Deteksi dini Penyakit. Jangan menunggu terkena
penyakit gastritis. Konsultasi dan cek kesehatan dapat melalui layanan
kesehatan, contohnya : Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu
Penyakit Tidak Menular) di Puskesmas atau langsung mengunjungni
fasilitas kesehatan terdekat. Untuk memastikan jenis penyakit gastritis
dapat melakukan tes endoskopi dan tes H. Pyolri.
4. Pencegahan Tersier
a. Kontrol kesehatan, jika pasien sudah mengalami gastritis. Lakukan
kontrol kesehatan secara rutin untuk menurunkan tingkat
keparahan penyakit tersebut.
b. Pengobatan herbal, jika seseorang sudah menderita penyakit
gastritis pencegahannya dapat menggunakan tanaman obat
keluarga (TOGA) sebagai upaya mengurangi rasa sakit akibat
gastritis.
Berdasarkan “Jurnal Aloe Vera efektif sebagai terapi pendamping
nyeri gastritis”, nyeri pada gastritis timbul karena pengikisan
mukosa yang dapat menyebabkan kenaikan mediator kimia
seperti prostaglandin dan histamine pada lambung yang ikut
berperan dalam merangsang reseptor nyeri. Lidah buaya memiliki
peran dalam proses penyembuhan gastritis, dapat membantu
proses metabolisme, mengurangi mikroorganisme dalam perut,
menetralkan keasaman perut. Keampuhan aloe vera ini sebanding
dengan obat standar ranitidin dan omeprazol dalam kaitannya
dengan kebanyakan gejala.
Uji klinik untuk manusia yaitu pemberian jus 1-2 sendok makan
(setara 10-30 mg hidroksiantraquinon) bermanfaat pada pasien
dengan konstipasi. Efek laksan Aloe terutama karena kandungan 1,
8-dihydroxyanthracene glycosides, aloin A dan B (barbaloin). Dosis
tunggal 1 kapsul (100 mg ekstrak), malam (mulai kerja 8 jam). Aloe
digunakan untuk periode singkat, maksimal 8-10 hari (Permenkes
No. 6 Tahun 2016).
Cara penggunaanya yakni ambillah setengah batang lidah buaya,
kupas kulit luar dan durinya lalu blender. Untuk memberikan rasa
manis, bisa ditambahkan madu. Sebaiknya minum 2 kali dalam
sehari agar manfaatnya lebih terasa.
Selain itu, berdasarkan jurnal “Study Kinetika Reaksi : Ekstrak
Kunyit Kuning dalam Penyembuhan Penyakit Maag”. Tanaman
kunyit dapat mengobati maag. Kunyit mengandung bahan aktif
yaitu kurkumin. Bahan inilah yang memberi manfaat kesehatan
pada kunyit. Kurkumin adalah antioksidan polifenol, yang memiliki
kemampuan sebagai antivirus, antibakteri, dan anti kanker yang
kuat.
Ekstrak dibuat dengan cara memarut kunyit dengan parutan yang
telah disiapkan sebanyak 5 rimpang kunyit yang besar di dalam
mangkok keramik menambahkan air sebanyak 50 ml. Kemudian
dilakukan proses penyaringan agar ampas kunyit berpisah dari
ekstraknya. Ekstrak yang sudah disaring kemudian dimasukkan ke
dalam gelas dan siap untuk diminum.
c. Jangan merokok, rokok mengandung nikotin yang bisa
melemahkan saluran pencernaan. Merokok juga diketahui dapat
menyebabkan refluks asam lambung, yang dapat semakin
mengiritasi dinding lambung. Selain rokok, alkohol dan coklat juga
memiliki efek yang mirip dengan nikotin.
d. Menerapkan pola makan lebih sehat dapat membantu Anda
meredakan gejalanya sekaligus mencegah radang lambung di
kemudian hari. Pola makan yang baik untuk mencegah gastritis
dapat meliputi :
1) Makanan dengan kandungan serat tinggi seperti apel,
oatmeal, brokoli, wortel, dan kacang-kacangan.
2) Makanan rendah lemak seperti ikan, dada ayam, dan dada
kalkun
3) Makanan bersifat basa, seperti sayuran yang direbus.
4) Perbanyak sumber probiotik seperti teh kombucha, yoghurt,
kimchi, kefir, dan tempe. Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa makanan atau minuman probiotik dapat membantu
mengatasi infeksi radang lambung yang disebabkan
Helicobacter pylori (H. pylori).
Selain lebih bijak memilah-milih makanan yang lebih sehat,
kebiasaan makan Anda juga perlu diubah menjadi :
1) Biasakan makan lebih sering dengan porsi yang lebih
sedikit. Jika Anda biasa makan besar 3 kali sehari, coba ubah
menjadi makan 5-6 kali sehari dengan porsi yang kecil.
2) Jangan makan sampai kekenyangan karena isi lambung yang
terlalu penuh bisa naik ke tenggorokan.
3) Hindari minuman bersoda dan minuman yang berkafein
seperti coklat, kopi, teh.
4) Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam
seperti makanan pedas dan buah-buahan jeruk. Makanan
atau minuman bersifat asam memicu rasa nyeri pada ulu hati.
5) Jangan makan sebelum tidur, karena meningkatkan resiko
refluks asam lambung.
6) Kurangi berat badan, Orang yang kegemukan berisiko lebih
tinggi mengalami radang lambung. Kebiasaan makan dalam
porsi besar dalam jangka panjang meningkatkan tekanan
dalam lambung sehingga isi lambung mudah naik keluar.
Mengurangi berat badan 2-5 kg dapat membantu Anda
mencegah gastritis kambuh kembali.
e. Konsumsi obat pereda nyeri dengan pengawasan dokter
Obat antinyeri NSAID seperti ibuprofen, aspirin, naproxen
seringkali disalahgunakan. Padahal penggunaan dalam jangka
panjang yang sembarangan dapat meningkatkan produksi asam
lambung sehingga Anda rentan mengalami radang
lambung. Maka, gunakan obat antinyeri ini sesuai petunjuk dokter.
Berhati-hatilah juga dalam minum jamu. Produk jamu seringkali
mengandung bahan NSAID sehingga meminumnya dalam jangka
panjang juga memiliki efek yang sama seperti penggunaan OAINS
jangka panjang.
f. Ubah posisi tidur Anda
Posisi tidur terbaik untuk mencegah radang lambung kambuh
kembali adalah berbaring di sisi kiri, dengan menyangga kepala
dan leher pakai bantal tebal.
Posisi ini dapat menjaga cairan asam tetap berada di dasar
lambung sehingga sulit untuk mengalir ke atas.
E. Intervensi
1. Terapi Medis
Gastritis akut maupun kronis biasanya diobati dengan obat antibiotik
atau obat-obatan penurun asam lambung. Pilihan obat gastritis yang
biasanya diresepkan dokter meliputi :
a. Antasida.
b. Obat antihistamine-2 (H2) : famotidine, cimetidine, ranitidine, dan
nizatidine.
c. Pompa penghambat proton (PPI) : omeprazole, esomeprazole,
Iansoprazole, rabeprazole, dan pantoprazole.
Selain itu, dokter juga dapat menggunakan cairan intravena dan obat-
obatan lain yang lebih kuat untuk mengurangi asam jika gastritis
memburuk. Penderita gastriris harus menghindari alkohol serta
ibuprofen, naproxen, dan aspirin selama minum obat gastritis dari
dokter.
2. Pengobatan di Rumah
Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat
membantu mengatasi gastritis akut ataupun kronis yang Anda alami:
a. Hindari makanan, minuman, dan kebiasaan yang dapat
meningkatkan asam lambung
b. Makan sedikit-sedikit tapi sering
c. Makan masakan yang matang
d. Cuci tangan sebelum makan untuk menghindari infeksi
e. Ikuti arahan dokter, jangan mengonsumsi obat tanpa resep atau
berhenti minum obat tanpa izin dokter.
f. Gunakan obatan herbal dari tanaman obat keluarga (TOGA)
sebagai upaya mengurangi rasa sakit akibat gastritis. Berdasarkan
“Jurnal Aloe Vera efektif sebagai terapi pendamping nyeri
gastritis”, Cara penggunaanya yakni ambillah setengah batang
lidah buaya, kupas kulit luar dan durinya lalu blender. Untuk
memberikan rasa manis, bisa ditambahkan madu. Sebaiknya
minum 2 kali dalam sehari agar manfaatnya lebih terasa.
g. Berdasarkan jurnal “Study Kinetika Reaksi : Ekstrak Kunyit Kuning
dalam Penyembuhan Penyakit Maag”. Ekstrak dibuat dengan
cara memarut kunyit dengan parutan yang telah disiapkan
sebanyak 5 rimpang kunyit yang besar di dalam mangkok keramik
menambahkan air sebanyak 50 ml. Kemudian dilakukan proses
penyaringan agar ampas kunyit berpisah dari ekstraknya. Ekstrak
yang sudah disaring kemudian dimasukkan ke dalam gelas dan
siap untuk diminum.
F. Kesimpulan
Penyakit gastritis merupakan salah satu penyakit tidak menular yang makin
meningkat. Penyebab umum gastritis adalah pola hidup yang tidak baik
terutama terkait pola makan. Faktor Resiko penyakit ini diantaranya usia,
jenis kelamin, pekerjaan, hobi makanan pedas, gaya hidup yang tidak baik,
obesitas dan sebagainya seperti yang telah dibahas di atas. Pencegahan
penyakit ini meliputi pencegahan primodial, primer, sekunder dan tersier.
Pengobatan penyakit ini dapat menggunakan obat-obatan kimia dan obat-
obatan herbal. Obat-obatan herbal baik digunakan karena sedikit
menimbulkan efek samping dan alami. Diharapkan dengan menerapkan
gaya hidup sehat dan mengetahui pencegahan penyakit gastritis, dapat
menurunkan angka kesakitan gastritis.
SUMBER PUSTAKA
dr. Dr Riawati Mmed. PH. Etiologi Gastritis. AloMedika.
https://www.alomedika.com/penyakit/gastroentero-hepatologi/gastritis/etiologi.
Dipublikasi 26 Januari 2019. Diakses 21 Desember 2019
Hikmah, Chofizah Nurul. “Study Kinetika Reaksi : Ekstrak Kunyit Kuning dalam
Penyembuhan Penyakit Maag”. Jurnal Program Study Pendidikan Kimia,
Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Padang, Indonesia
Kusyati, Eni et al. 2018. “Aloe Vera Efektif sebagai Terapi Pendamping Nyeri
Gastritis”. Jurnal SMART Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
(STIKes) Karya Husada Semarang, no. 5, hlmn 11-19
Novitha Joseph. Gastritis. Hello Sehat.
https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/gastritis-adalah-radang-lambung/.
Dipublikasi 27 September 2019. Diakses 21 Desember 2019

More Related Content

DOCX
Asuhan keperawatan pada pasien stomatitis
PPTX
Askep gastritis
DOCX
Askep disentri
DOCX
Askep diare bu arma print lengkap
DOCX
Askep gastritis
DOCX
Askep gawat darurat pada gigitan ular
DOC
Askep thalasemia
DOC
Lp kmb ulkus dm
Asuhan keperawatan pada pasien stomatitis
Askep gastritis
Askep disentri
Askep diare bu arma print lengkap
Askep gastritis
Askep gawat darurat pada gigitan ular
Askep thalasemia
Lp kmb ulkus dm

What's hot (20)

DOCX
Askep ispa AKPER PEMKAB MUNA
DOCX
ASKEP DISPEPSIA
DOCX
Askep Labiopalatoskisis
PPT
Askep hepatitis akper
DOCX
laporan pendahuluan LP ASKAEP BBLR
DOC
Askep diabetes mellitus AKPER PEMDA MUNA
DOCX
Tugas askep kasus hipertensi
DOCX
Lp dispepsia
DOCX
Woc kista ovarium
PPT
Halusinasi Jek Amidos Pardede
DOCX
Asuhan Keperawatan GOUT (Asam Urat)
DOCX
Askep diare
DOCX
Intervensi isos
PPTX
Laporan Pendahuluan MALARIA (LP)
PDF
Prosedur Pemberian Terapi Nebulizer
PPT
Model dan konsep dasar keperawatan jiwa
DOC
134454836 lp-oksigenasi
DOCX
Askep dermatitis
DOCX
Asuhan keperawatan tbc
Askep ispa AKPER PEMKAB MUNA
ASKEP DISPEPSIA
Askep Labiopalatoskisis
Askep hepatitis akper
laporan pendahuluan LP ASKAEP BBLR
Askep diabetes mellitus AKPER PEMDA MUNA
Tugas askep kasus hipertensi
Lp dispepsia
Woc kista ovarium
Halusinasi Jek Amidos Pardede
Asuhan Keperawatan GOUT (Asam Urat)
Askep diare
Intervensi isos
Laporan Pendahuluan MALARIA (LP)
Prosedur Pemberian Terapi Nebulizer
Model dan konsep dasar keperawatan jiwa
134454836 lp-oksigenasi
Askep dermatitis
Asuhan keperawatan tbc
Ad

Similar to Paper gastritis (20)

DOCX
Makalah gastritis
DOCX
Askep gastritis 3
DOCX
Makalah gastritis
DOCX
Makalah gastritis
DOCX
Makalah gastritis
DOCX
Askep gastritis 3
DOCX
Peradangan gastritis-adalah-peradangan-pada-mukosa-lambung
PDF
Laporan tutorial gastritis
PDF
Asuhan keperawatan pasien dengan gastritis
DOCX
Mekanisme mual dan muntah
DOCX
Tugas busugijati ulkus peptikum
PDF
gastritis (magh)
PPTX
PPT BAKTERIOLOGIiiiiiiii_KELOMPOK 1.pptx
PPTX
PPT BAKTERIOLOGI_KELOooooooooMPOK 1.pptx
DOCX
Makalah gastritis
DOCX
Makalah gastritis
DOCX
Makalah gastritis (2)
DOCX
Makalah gastritis
Makalah gastritis
Askep gastritis 3
Makalah gastritis
Makalah gastritis
Makalah gastritis
Askep gastritis 3
Peradangan gastritis-adalah-peradangan-pada-mukosa-lambung
Laporan tutorial gastritis
Asuhan keperawatan pasien dengan gastritis
Mekanisme mual dan muntah
Tugas busugijati ulkus peptikum
gastritis (magh)
PPT BAKTERIOLOGIiiiiiiii_KELOMPOK 1.pptx
PPT BAKTERIOLOGI_KELOooooooooMPOK 1.pptx
Makalah gastritis
Makalah gastritis
Makalah gastritis (2)
Makalah gastritis
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
PPTX
Gaya Hidup Sehat dan Produktif dr Firman SpJP.pptx
PDF
Ferizal has been dubbed the "Father of Indonesian Health Literature" ( Bapak ...
PDF
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PDF
NOVEL MOMENTUM KESEHATAN ABAD INI ADALAH VISI INDONESIA EMAS 2045. KARYA Fer...
PPTX
Laporan Kasus Diare_Puskesmas Purbalingga.pptx
PPTX
materi sekolah lansia osteoporosis.pptx
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PDF
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
PPTX
laporan kasus SOPT (sindrom obstruksi pasca TBC) di Rumah Sakit
PDF
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
PDF
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
PPTX
MATERI TENTANG PPT KELOMPOK 4 DEMAM THYPOID
PDF
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
PDF
Novel Dari Pencegahan Ilmiah Edward Jenner dan Louis Pasteur ke Pencegahan Be...
PDF
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
PPTX
Health Impact Assessment Module 1- Bahasa -HBK.pptx
PDF
DIAGNOSIS TB PADA ANAK DAN REMAJA-3.pdf
PDF
Rancangan Detail Menu BOK P2 Tahun 2026.pdf
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
Gaya Hidup Sehat dan Produktif dr Firman SpJP.pptx
Ferizal has been dubbed the "Father of Indonesian Health Literature" ( Bapak ...
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
NOVEL MOMENTUM KESEHATAN ABAD INI ADALAH VISI INDONESIA EMAS 2045. KARYA Fer...
Laporan Kasus Diare_Puskesmas Purbalingga.pptx
materi sekolah lansia osteoporosis.pptx
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
laporan kasus SOPT (sindrom obstruksi pasca TBC) di Rumah Sakit
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
MATERI TENTANG PPT KELOMPOK 4 DEMAM THYPOID
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
Novel Dari Pencegahan Ilmiah Edward Jenner dan Louis Pasteur ke Pencegahan Be...
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
Health Impact Assessment Module 1- Bahasa -HBK.pptx
DIAGNOSIS TB PADA ANAK DAN REMAJA-3.pdf
Rancangan Detail Menu BOK P2 Tahun 2026.pdf

Paper gastritis

  • 1. PENYAKIT GASTRITIS RANI MARIANA 19410043P YUNI AMBARWATI 19410048P PRODI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019
  • 2. PENYAKIT GASTRITIS Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan dimana penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan, tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. Salah satu penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah penyakit gastritis. Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung. Penyebabnya bisa karena penderita makan tidak teratur, terdapat Helycobacter pylori, obat-obatan, atau sebab lain misalnya beban pikiran yang berat yang menimbulkan stres. (Tjokronegoro,2001) Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, kejadian gastritis di beberapa kota Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi. Di Kota Medan misalnya, angka kejadian gastritis mencapai 91,6 persen, disusul Jakarta 50 persen, Denpasar 46 persen, Bandung 35,3 persen, Palembang 32,5 persen, Aceh 31,7 persen, Surabaya 31,2 persen, dan 31,2 persen di Pontianak. Oleh karena itu penyusun ingin memaparkan faktor resiko, pencegahan dan intervensi penyakit Gastritis. A. Pengertian Gastritis Gastritis adalah penyakit pencernaan yang juga bisa disebut radang lambung. Gastritis terjadi ketika lapisan dinding (mukosa) lambung meradang atau membengkak. Gejala radang lambung dapat muncul secara mendadak (gastritis akut), atau berlangsung dalam waktu yang lama (gastritis kronis). Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat disembuhkan dengan pengobatan tertentu.
  • 3. Namun dalam beberapa kasus, penyakit radang lambung dapat berkembang menjadi penyakit GERD (refluks asam lambung) dan bahkan bisa meningkatkan risiko kanker perut. Gastritis adalah kondisi yang umum. Namun, penyakit ini lebih banyak dijumpai pada orang-orang yang sering mengonsumsi obat pereda nyeri seperti aspirin atau ibuprofen dalam jangka panjang. Penggunaan obat antinyeri dalam jangka panjang yang tidak perlu dapat mengiritasi saluran pencernaan. Efek samping ini disebabkan oleh bahan aktif dari obat yang menghambat enzim COX (siklooksigenase) di lambung. Enzim COX adalah enzim yang bertanggung jawab terhadap rangsangan nyeri. Namun, enzim COX juga sekaligus bekerja mempertahankan lapisan dinding dalam lambung. Ketika kerja enzim COX terhambat, maka lapisan dinding lambung akan terkikis dengan sendirinya. Hal ini kemudian membuat dinding lambung jadi rentan teriritasi dan luka akibat paparan cairan asam secara terus menerus. Akibatnya, radang dan perdarahan lambung dapat terjadi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, lambung akan berlubang. Dalam kondisi medis, kondisi ini disebut sebagai perforasi lambung. Selain karena penggunaan obat antinyeri, radang lambung juga umum menyerang pecandu alkohol. Penyebab umum gastritis atau radang lambung adalah : 1. Mengonsumsi obat-obatan antinyeri seperti aspirin atau obat NSAID (ibuprofen, naproxen) dalam jangka panjang. 2. Sering mengonsumsi alkohol. 3. Konsumsi makanan yang asam, pedas, dan berlemak. 4. Konsumsi minuman berkafein. 5. Infeksi perut yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. 6. Penyakit autoimun. 7. Refluks cairan empedu menuju lambung.
  • 4. 8. Mengalami stres berat. Gastritis dapat didiagnosis dengan berdasarkan deskripsi gejala radang lambung yang dialami pasien. Namun untuk memastikan akurasinya, dokter menjalani tes-tes di bawah ini : 1. Endoskopi Selama prosedur endoskopi, dokter akan memasukkan selang fleksibel yang dilengkapi dengan lensa (endoskopi) lewat tenggorokan Anda. Tabung ini akan masuk melewati kerongkongan, perut, dan usus kecil Anda. Dengan menggunakan endoskopi, dokter Anda mencari tanda-tanda adanya radang atau infeksi pada lambung. Jika terdapat tanda yang mencurigakan, dokter Anda mungkin akan sampel jaringan kecil (biopsi) untuk pemeriksaan laboratorium. 2. Tes H.pylori Test H. pylori bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk tes darah, tes feses, atau dengan tes lewat napas. Untuk tes napas, Anda akan diminta meminum segelas kecil cairan jernih dan tidak berasa yang mengandung karbon radioaktif. Setelahnya pasien akan diminta untuk mengembuskan napas ke dalam kantong khusus yang kemudian disegel. Jika pasien positif terinfeksi, sampel napas Anda akan mengandung karbon radioaktif karena bakteri H. pylori akan memecah cairan tersebut di perut Anda.
  • 5. B. Etiologi dan Gejala Penyakit Gastritis Gastritis dibagi menjadi dua, yakni : 1. Gastritis akut Gatritis dapat terjadi pada kondisi refluks garam empedu (komponen penting alkali untuk aktivasi enzim-enzim gastrointestinal) dari usus kecil ke mukosa lambung sehingga menimbulkan respons peradangan mukosa (Mukherjee, 2009). Terjadinya iskemia, akibat penurunan aliran darah ke lambung, trauma langsung lambung, berhubungan dengan keseimbangan antara agresi dan mekanisme pertahanan untuk menjaga integritas mukosa, yang dapat menimbulkan respons peradangan pada mukosa lambung (Wehbi, 2008). Penyebab gastritis akut menurut Price (2006) adalah stres fisik dan makanan, minuman. Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan, gagal nafas, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat dan refluks usus-lambung. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran darah termasuk pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan gangguan pada produksi mukus dan fungsi sel epitel lambung (Price dan Wilson, 2005; Wibowo, 2007). Mekanisme terjadinya ulcer atau luka pada lambung akibat stres adalah melalui penurunan produksi mukus pada dinding lambung. Mukus yang diproduksi di dinding lambung merupakan lapisan pelindung dinding lambung dari faktor yang dapat merusak dinding 14 lambung antara lain asam lambung, pepsin, asam empedu, enzim pankreas, infeksi Helicobacter pylori, OAINS, alkohol dan radikal bebas (Greenberg, 2002).
  • 6. 2. Gastritis kronik Penyebab pasti dari penyakit gastritis kronik belum diketahui, tetapi ada dua predisposisi penting yang bisa meningkatkan kejadian gastritis kronik, yaitu infeksi dan non infeksi (Muttaqin, 2011). a. Gastritis infeksi Beberapa peneliti menyebutkan bakteri Helicobacter pylori merupakan penyebab utama dari gastritis kronik (Anderson, 2007). Infeksi Helicobacter pylori sering terjadi pada masa kanak-kanak dan dapat bertahan seumur hidup jika tidak dilakukan perawatan. Saat ini Infeksi Helicobacter pylori diketahui sebagai penyebab tersering terjadinya gastritis (Wibowo, 2007; Price dan Wilson, 2005). Infeksi lain yang dapat menyebabkan gastritis kronis yaitu Helycobacter heilmannii, Mycobacteriosis, Syphilis,infeksi parasit dan infeksi virus (Wehbi, 2008). b. Gastritis non-infeksi 1) Autoimmune atrophic gastritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat yang berada dalam dinding lambung. Hal ini mengakibatkan peradangan dan secara bertahap menipiskan dinding lambung, 15 menghancurkan kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung dan mengganggu produksi faktor intrinsik yaitu sebuah zat yang membantu tubuh mengabsorbsi vitamin B-12. Kekurangan vitamin B-12 akhirnya dapat mengakibatkan pernicious anemia, sebuah kondisi serius yang jika tidak dirawat dapat mempengaruhi seluruh sistem dalam tubuh. Autoimmue atrophic gastritis terjadi terutama pada orang tua (Jackson, 2006). 2) Gastropati akibat kimia, dihubungkan dengan kondisi refluk garam empedu kronis dan kontak dengan OAINS atau Aspirin (Mukherjee, 2009).
  • 7. 3) Gastropati uremik, terjadi pada gagal ginjal kronis yang menyebabkan ureum terlalu banyak beredar pada mukosa lambung dan gastritis sekunder dari terapi obat-obatan (Wehbi, 2008). 4) Gastritis granuloma non-infeksi kronis yang berhubungan dengan berbagai penyakit, meliputi penyakit Crohn, Sarkoidosis, Wegener granulomatus, penggunaan kokain, Isolated granulomatous gastritis, penyakit granulomatus kronik pada masa anak-anak, Eosinophilic granuloma, Allergic granulomatosis dan vasculitis, Plasma cell granulomas, Rheumatoid nodules, Tumor amyloidosis, dan granulomas yang berhubungan dengan kanker lambung (Wibowo,2007). 16 5) Gastritis limfositik, sering disebut dengan collagenous gastritis dan injuri radiasi pada lambung (Sepulveda, 2004). Orang yang menderita kondisi ini sering tidak memunculkan gejala apa pun sampai didiagnosis. Sebab, gejalanya sering tampak samar dan dikelirukan sebagai tanda penyakit pencernaan lain. Namun, harus waspada jika merasakan gejala-gejala yakni hilang nafsu makan, mual dan muntah, nyeri di perut bagian atas dan merasa kenyang meski baru makan sedikit. Jika dinding lambung sampai mengalami perdarahan, dan mungkin merasakan gejala-gejala ini yakni feses berwarna hitam dan muntah darah atau cairan berwarna pekat seperti kopi. C. Faktor Resiko Penyakit Gastritis 1. Unchangeable risk factors: Faktor Risiko yang tidak dapat berubah a. Usia. Usia semakin bertambah membuat penurunan fungsi pencernaan karena lapisan perut menjadi tipis terutama pada usia lanjut sehingga penyakit gastritis dan asam lambung sebanyak 60 % diidap oleh lansia. b. Jenis Kelamin. Pada autoimun gastritis, penderita wanita diperkirakan lebih banyak daripada pria dengan perbandingan 3 : 1.
  • 8. 2. Changeable risk factors: Faktor Risiko yang dapat berubah a. Pekerjaan. Tuntutan dunia kerja yang keras, dengan deadline target yang menyita waktu menyebabkan para pekerja mengabaikan pemenuhan kebutuhan dirinya, terutama dalam menjaga pola makan tepat waktu dan istirahat yang cukup. Sudah jamak di kota-kota besar, pekerja kantoran sering dikejar-kejar waktu sehingga nyaris tidak memiliki jam istirahat yang cukup, walau cuma untuk makan siang tepat waktu. Pola kerja super sibuk seperti ini juga menyebabkan stres karena tekanan kerja yang tinggi. Sehingga pekerja kantoran sangat rentan mengalami penyakit maag. b. Sering mengonsumsi makanan pedas atau yang kadar lemaknya tinggi, seperti gorengan. c. Gaya hidup tidak sehat, misalnya aktif merokok atau kebanyakan minum minuman beralkohol. d. Kelebihan berat badan atau obesitas. e. Sedang menjalani pengobatan tertentu seperti antibiotik, aspirin, steroid dan pil KB. f. Stres atau kelelahan. g. Pola makan tidak teratur. h. Sering mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. i. Penyakit lain yang disebabkan oleh infeksi: HIV/AIDS, Crohn, dan infeksi bakteri lainnya. j. Alergi makanan, khususnya bagi orang pengidap gangguan pencernaan esophagitis eosinophilic (EoE). Kondisi ini dapat menjadi pemicu gastritis. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli alergi untuk menentukan alergi makanan guna menghindari kondisi gastritis.
  • 9. D. Pencegahan Penyakit Gastritis 1. Pencegahan Primordial Penyakit tidak menular memiliki penyebab berhubungan dengan gaya hidup, penyebabnya pun tidak hanya satu. Sehingga pola hidup sehat dibutuhkan dalm pencegahan penyakit tidak menular khususnya Gastritis. Adapun beberapa kebijakan atau regulasi terkait gerakan hidup sehat, yakni : a. Instruksi Presiden RI Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) yang berisi tentang : 1. Peningkatan aktivitas fisik; 2. Peningkatan perilaku hidup sehat; 3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi; 4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit; 5. Peningkatan kualitas lingkungan; dan 6. Peningkatan edukasi hidup sehat. b. Peraturan Kawasan Tanpa Merokok dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif. Pasal 50, yakni : “Kawasan tanpa rokok sebagaimana dimaksud Dalam pasal 49 antara lain; 1. Fasilitas Pelayanan Kesehatan; 2. Tempat Proses Belajar Mengajar; 3. Tempat Anak Bermain; 4. Tempat Ibadah 5. Angkutan Umum 6. Tempat Kerja 7. Tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan”
  • 10. 2. Pencegahan Primer Promosi Kesehatan terkait pola hidup sehat, pendidikan kesehatan tentang aturan makan yang benar agar terhindar penyakit gastritis dan mengedukasi mengenai gaya hidup yang salah sehinga membuat seseorang menjadi beresiko mengidap penyakit gastritis. 3. Pencegahan Sekunder Screening atau Deteksi dini Penyakit. Jangan menunggu terkena penyakit gastritis. Konsultasi dan cek kesehatan dapat melalui layanan kesehatan, contohnya : Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) di Puskesmas atau langsung mengunjungni fasilitas kesehatan terdekat. Untuk memastikan jenis penyakit gastritis dapat melakukan tes endoskopi dan tes H. Pyolri. 4. Pencegahan Tersier a. Kontrol kesehatan, jika pasien sudah mengalami gastritis. Lakukan kontrol kesehatan secara rutin untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit tersebut. b. Pengobatan herbal, jika seseorang sudah menderita penyakit gastritis pencegahannya dapat menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya mengurangi rasa sakit akibat gastritis. Berdasarkan “Jurnal Aloe Vera efektif sebagai terapi pendamping nyeri gastritis”, nyeri pada gastritis timbul karena pengikisan mukosa yang dapat menyebabkan kenaikan mediator kimia seperti prostaglandin dan histamine pada lambung yang ikut berperan dalam merangsang reseptor nyeri. Lidah buaya memiliki peran dalam proses penyembuhan gastritis, dapat membantu
  • 11. proses metabolisme, mengurangi mikroorganisme dalam perut, menetralkan keasaman perut. Keampuhan aloe vera ini sebanding dengan obat standar ranitidin dan omeprazol dalam kaitannya dengan kebanyakan gejala. Uji klinik untuk manusia yaitu pemberian jus 1-2 sendok makan (setara 10-30 mg hidroksiantraquinon) bermanfaat pada pasien dengan konstipasi. Efek laksan Aloe terutama karena kandungan 1, 8-dihydroxyanthracene glycosides, aloin A dan B (barbaloin). Dosis tunggal 1 kapsul (100 mg ekstrak), malam (mulai kerja 8 jam). Aloe digunakan untuk periode singkat, maksimal 8-10 hari (Permenkes No. 6 Tahun 2016). Cara penggunaanya yakni ambillah setengah batang lidah buaya, kupas kulit luar dan durinya lalu blender. Untuk memberikan rasa manis, bisa ditambahkan madu. Sebaiknya minum 2 kali dalam sehari agar manfaatnya lebih terasa. Selain itu, berdasarkan jurnal “Study Kinetika Reaksi : Ekstrak Kunyit Kuning dalam Penyembuhan Penyakit Maag”. Tanaman kunyit dapat mengobati maag. Kunyit mengandung bahan aktif yaitu kurkumin. Bahan inilah yang memberi manfaat kesehatan pada kunyit. Kurkumin adalah antioksidan polifenol, yang memiliki kemampuan sebagai antivirus, antibakteri, dan anti kanker yang kuat. Ekstrak dibuat dengan cara memarut kunyit dengan parutan yang telah disiapkan sebanyak 5 rimpang kunyit yang besar di dalam mangkok keramik menambahkan air sebanyak 50 ml. Kemudian dilakukan proses penyaringan agar ampas kunyit berpisah dari
  • 12. ekstraknya. Ekstrak yang sudah disaring kemudian dimasukkan ke dalam gelas dan siap untuk diminum. c. Jangan merokok, rokok mengandung nikotin yang bisa melemahkan saluran pencernaan. Merokok juga diketahui dapat menyebabkan refluks asam lambung, yang dapat semakin mengiritasi dinding lambung. Selain rokok, alkohol dan coklat juga memiliki efek yang mirip dengan nikotin. d. Menerapkan pola makan lebih sehat dapat membantu Anda meredakan gejalanya sekaligus mencegah radang lambung di kemudian hari. Pola makan yang baik untuk mencegah gastritis dapat meliputi : 1) Makanan dengan kandungan serat tinggi seperti apel, oatmeal, brokoli, wortel, dan kacang-kacangan. 2) Makanan rendah lemak seperti ikan, dada ayam, dan dada kalkun 3) Makanan bersifat basa, seperti sayuran yang direbus. 4) Perbanyak sumber probiotik seperti teh kombucha, yoghurt, kimchi, kefir, dan tempe. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan atau minuman probiotik dapat membantu mengatasi infeksi radang lambung yang disebabkan Helicobacter pylori (H. pylori). Selain lebih bijak memilah-milih makanan yang lebih sehat, kebiasaan makan Anda juga perlu diubah menjadi : 1) Biasakan makan lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit. Jika Anda biasa makan besar 3 kali sehari, coba ubah menjadi makan 5-6 kali sehari dengan porsi yang kecil. 2) Jangan makan sampai kekenyangan karena isi lambung yang terlalu penuh bisa naik ke tenggorokan.
  • 13. 3) Hindari minuman bersoda dan minuman yang berkafein seperti coklat, kopi, teh. 4) Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam seperti makanan pedas dan buah-buahan jeruk. Makanan atau minuman bersifat asam memicu rasa nyeri pada ulu hati. 5) Jangan makan sebelum tidur, karena meningkatkan resiko refluks asam lambung. 6) Kurangi berat badan, Orang yang kegemukan berisiko lebih tinggi mengalami radang lambung. Kebiasaan makan dalam porsi besar dalam jangka panjang meningkatkan tekanan dalam lambung sehingga isi lambung mudah naik keluar. Mengurangi berat badan 2-5 kg dapat membantu Anda mencegah gastritis kambuh kembali. e. Konsumsi obat pereda nyeri dengan pengawasan dokter Obat antinyeri NSAID seperti ibuprofen, aspirin, naproxen seringkali disalahgunakan. Padahal penggunaan dalam jangka panjang yang sembarangan dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga Anda rentan mengalami radang lambung. Maka, gunakan obat antinyeri ini sesuai petunjuk dokter. Berhati-hatilah juga dalam minum jamu. Produk jamu seringkali mengandung bahan NSAID sehingga meminumnya dalam jangka panjang juga memiliki efek yang sama seperti penggunaan OAINS jangka panjang. f. Ubah posisi tidur Anda Posisi tidur terbaik untuk mencegah radang lambung kambuh kembali adalah berbaring di sisi kiri, dengan menyangga kepala dan leher pakai bantal tebal.
  • 14. Posisi ini dapat menjaga cairan asam tetap berada di dasar lambung sehingga sulit untuk mengalir ke atas. E. Intervensi 1. Terapi Medis Gastritis akut maupun kronis biasanya diobati dengan obat antibiotik atau obat-obatan penurun asam lambung. Pilihan obat gastritis yang biasanya diresepkan dokter meliputi : a. Antasida. b. Obat antihistamine-2 (H2) : famotidine, cimetidine, ranitidine, dan nizatidine. c. Pompa penghambat proton (PPI) : omeprazole, esomeprazole, Iansoprazole, rabeprazole, dan pantoprazole. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan cairan intravena dan obat- obatan lain yang lebih kuat untuk mengurangi asam jika gastritis memburuk. Penderita gastriris harus menghindari alkohol serta ibuprofen, naproxen, dan aspirin selama minum obat gastritis dari dokter. 2. Pengobatan di Rumah Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi gastritis akut ataupun kronis yang Anda alami: a. Hindari makanan, minuman, dan kebiasaan yang dapat meningkatkan asam lambung b. Makan sedikit-sedikit tapi sering c. Makan masakan yang matang d. Cuci tangan sebelum makan untuk menghindari infeksi e. Ikuti arahan dokter, jangan mengonsumsi obat tanpa resep atau berhenti minum obat tanpa izin dokter.
  • 15. f. Gunakan obatan herbal dari tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya mengurangi rasa sakit akibat gastritis. Berdasarkan “Jurnal Aloe Vera efektif sebagai terapi pendamping nyeri gastritis”, Cara penggunaanya yakni ambillah setengah batang lidah buaya, kupas kulit luar dan durinya lalu blender. Untuk memberikan rasa manis, bisa ditambahkan madu. Sebaiknya minum 2 kali dalam sehari agar manfaatnya lebih terasa. g. Berdasarkan jurnal “Study Kinetika Reaksi : Ekstrak Kunyit Kuning dalam Penyembuhan Penyakit Maag”. Ekstrak dibuat dengan cara memarut kunyit dengan parutan yang telah disiapkan sebanyak 5 rimpang kunyit yang besar di dalam mangkok keramik menambahkan air sebanyak 50 ml. Kemudian dilakukan proses penyaringan agar ampas kunyit berpisah dari ekstraknya. Ekstrak yang sudah disaring kemudian dimasukkan ke dalam gelas dan siap untuk diminum. F. Kesimpulan Penyakit gastritis merupakan salah satu penyakit tidak menular yang makin meningkat. Penyebab umum gastritis adalah pola hidup yang tidak baik terutama terkait pola makan. Faktor Resiko penyakit ini diantaranya usia, jenis kelamin, pekerjaan, hobi makanan pedas, gaya hidup yang tidak baik, obesitas dan sebagainya seperti yang telah dibahas di atas. Pencegahan penyakit ini meliputi pencegahan primodial, primer, sekunder dan tersier. Pengobatan penyakit ini dapat menggunakan obat-obatan kimia dan obat- obatan herbal. Obat-obatan herbal baik digunakan karena sedikit menimbulkan efek samping dan alami. Diharapkan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengetahui pencegahan penyakit gastritis, dapat menurunkan angka kesakitan gastritis.
  • 16. SUMBER PUSTAKA dr. Dr Riawati Mmed. PH. Etiologi Gastritis. AloMedika. https://www.alomedika.com/penyakit/gastroentero-hepatologi/gastritis/etiologi. Dipublikasi 26 Januari 2019. Diakses 21 Desember 2019 Hikmah, Chofizah Nurul. “Study Kinetika Reaksi : Ekstrak Kunyit Kuning dalam Penyembuhan Penyakit Maag”. Jurnal Program Study Pendidikan Kimia, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Padang, Indonesia Kusyati, Eni et al. 2018. “Aloe Vera Efektif sebagai Terapi Pendamping Nyeri Gastritis”. Jurnal SMART Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang, no. 5, hlmn 11-19 Novitha Joseph. Gastritis. Hello Sehat. https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/gastritis-adalah-radang-lambung/. Dipublikasi 27 September 2019. Diakses 21 Desember 2019