1. Evi Pratiwi .S
           2. Febrina………….
           3. Irmayanti……….
4. Kartika R.Ananda
           5. Monica Sales .T…
           6. Natalia Selvi .H…
7. Nur Rahmawati
8. RK. Naningsih
Dokumentasi yang baik tidak hanya mencerminkan kualitas
keperawatan, tetapi juga membuktikan pertanggunggugatan setiap
      anggota tim keperawatan dalam memberikan asuhan.
Dokumentasi keperawatan          Namun proses
sangat diperlukan sebagai        pendokumentasian keperawatan
bukti dari apa yang telah        ini banyak dikeluhkan baik oleh
perawat lakukan untuk            perawat karena prosesnya yang
memulihkan kesehatan pasien.     cukup memakan waktu.




                                 Untuk meningkatkan kualitas dan
                                 kuantitas dari pendokumentasian
Dokumentasi keperawatan          tersebut sudah semestinya kita
merupakan hal yang sangat        memanfaatkan teknologi
vital dan penting dalam proses   komputer untuk membantu
keperawatan.                     proses ini.
Kelengkapan dan keakuratan data mejadi sebuah kebutuhan
dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
                     Gapko Dawn ,1999 mengatakan
                     bahwa perawat sangat jarang untuk
                     menulis yang didapatkan baik dari
                     pengkajian, evaluasi maupun tindakan
                     kolaborasi dengan dokter yang telah
                     dilakukan.




 Rendahnya mutu dokumentasi keperawatan, diantaranya
  faktor staf keperawatan yang malas mencatat, tingginya
     sensus yang harus dilakukan, mencatat membutuhkan
                                       waktu yang lama.
(Cowden & Johnson, 2003)

Pencatatan yang banyak dan memakan waktu
kerja perawat membuat perawat merasa
frustasi sehingga banyak terjadi
ketidakakuratan data dalam dokumentasi
keperawatan


Pencatatan dengan format kertas banyak
ditemukan data yang eror artinya data tersebut
tidak valid dan membingungkan.
Data demikian menyebabkan terjadinya
kesalahan interpretasi, prosedur dan kualitas
pelayanan kesehatan menjadi kurang baik.
Penggunaan komputer dalam
dokumentasi keperawatan
diperkenalkan pada akhir tahun
1960-an dan awal tahun 1970-an
(Turpin, 2005).


Dokumen keperawatan melalui
system computer meliputi system pembayaran, dischare planning, dan
access data dari profesi lain seperti dokter, farmasi, radiologi dan
lainnya.

     Pada intinya perangkat lunak tersebut menyediakan layanan
   berkesinambungan informasi dari berbagai profesi kesehatan yang
   terintegrasi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Informasi
   tersebut dapat dibaca oleh masing-masing profesi sehingga dapat
             meningkatkan system kolaborasi antar profesi.
Dokumentasi keperawatan melalui computer yaitu pencatatan yang
dilakukan oleh perawatan dengan menggunakan perangkat computer.
Perangkat tersebut tentunya sudah disediakan perangkat lunak yang
sesuai dengan kebutuhan.

                      Pemasukan data dilakukan setiap saat sehingga
                      perkembangan data pasien dapat terekam
                      secarak kontinyu dan komprehensif. (Alpay &
                      Russell 2002) .




Program perangkat lunak memungkinkan perawat untuk dengan cepat
memasukan data pengkajian spesifik dan informasi lainnya secara
otomatis.
Kontinyuitas pemasukan data menjadi sangat penting dalam
memberikan data atau informasi yang terkini. Analisis data terkini
menjadi mudah dan cepat, apa lagi system computer telah dilengkapi
dengan diagnosa keperawatan, NIC dan NOC.


                                        Hal yang menjadi poin
                                        terpenting bagi penulis dalam
                                        system komputerisasi
                                        dokumentasi keperawatan
                                        adalah membiasakan perawat
                                        untuk selalu memasukan data
                                        terkini pasien setiap hari.


Sistem ini memadukan teknik analisis data dan langsung memberikan
alternative criteria hasil dan tindakan keperawatan yang harus dilakukan
pada pasien bersangkutan.
1. Electronic Medical Record (EMR).
2. Electronic Patient Record (EPR).




3. Computerized Medical Record (CMR).
4. Computer-based Patient Record (CPR).
5. Electronic Health Record (EHR).
Kel.4 sik paper ke computer
Hasil dari penelitian Delaney, Connie, Herr,
     Keela, Maas, Meridean, Specht (2000), dan didukung
     oleh penelitian Maria, Ian, Odenbreit & Lavin (2007), pada
     12 ruang keperawatan di Rumah Sakit Swiss, dengan
     metoda pretest-posttest experimental design.

Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa implementasi dari North
of America Nursing Diagnosis Association (NANDA), Nursing
Intervention Classification (NIC) dan Nursing Outcome Classification
(NOC) dalam sistem komputerisasi dapat meningkatkan kualitas
asuhan keperawatan yang diberikan.

Disamping hal tersebut juga terjadi peningkatan kualitas dokumen
keperawatan yang berkaitan dengan asuhan keperawatan mulai dari
pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penentuan kriteria hasil
yang tepat dan kritis.
1.   Catatan dapat
     dibaca dan siap     4. Mengurangi

     sedia.                 dokumentasi
                            yang
2. Produktivitas
                            berlebihan.
     perawat membaik.
                         5. Meningkatkan
3. Mengurangi
                            mutu asuhan
     kerusakan dan
                            keperawatan.
     meningkatkan
     kualitas catatan.
6.   Menjalin komunikasi antar      8. Catatan keperawatan
     perawat dan profesi lainnya,       terkategorisasi.
     meningkatkan kontinyuitas      9. Laporan tercetak secara
     asuhan keperawatan sehingga        otomatis.
     terjamin mutu asuhan
     keperawatan yang baik.         10. Dokumentasi sesuai dengan
7.   Sistem komputerisasi dapat         standar keperawatan.
     menjawab respon waktu yang     11. Peningkatan pengetahuan
     diberikan oleh perawat.            tentang hasil
                                    12. Pencegahan kesalahan
                                        pemberian obat
                                    13. Mempermudah penetapan
                                        biaya
                                    14. Mencetak instruksi
                                        pemulangan
Permasalahan yang mungkin timbul yaitu berkaitan
      dengan alat dan tenaga perawat sendiri.

Pada alat,              Permasalahan tenaga yaitu kemampuan
membutuhkan biaya       tenaga keperawatan yang ada. Dibutuhkan
tinggi untuk            keterampilan khusus untuk memasukan data
membangun jejaring      kedalam aplikasi computer sehingga dapat
system komputerisasi    menghasilkan kualitas dokumen keperawatan
yang dapat mencakup     yang baik. Bila data yang dimasukan salah
semua aspek pelayanan   maka yang keluar hanya keputusan yang salah
kesehatan di rumah      dan ini akan mempengaruhi asuhan
sakit.                  keperawatan pasien.
Untuk mangatasi hal tersebut perlu dilakukan
pelatihan bagi tenaga perawat sehingga dapat
melakukan pemasukan data dengan tepat dan
menganalisis hasil keluaran komputer berkaitan
  dengan status pasien dengan tepat pula.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :


1.   Dokumentasi keperawatan merupakan sumber informasi
     yang penting dalam meningkatkan komunikasi antar perawat
     dan antar profesi kesehatan.

2. Penggunaan     komputer     dalam      pendokumentasian
   keperawatan    merupakan    tantangan     dan    sekaligus
   keunggulan tersendiri dalam meningkatkan mutu asuhan
   keperawatan dan pelayanan kesehatan di rumah sakit

3. Aplikasi komputer dalam dokumentasi keperawatan
   menjamin meningkatnya efktifitas dan efisiensi dalam
   melaksanakan asuhan keperawatan
Kel.4 sik paper ke computer

More Related Content

DOCX
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
PPT
Sistem informasi keperawatan
DOCX
Ilmu komputer lisna AKPER PEMKAB MUNA
DOCX
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
PDF
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
PDF
Jurnal skripsi-kartika-lores-br.-ginting-10312408
PPTX
Proses Keperawatan: Tahap dokumentasi
PDF
SI & PI 6, Achmad Lukman Harun, Hapzi Ali, Sistem Informasi Kesehatan di Pusk...
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
Sistem informasi keperawatan
Ilmu komputer lisna AKPER PEMKAB MUNA
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
Jurnal skripsi-kartika-lores-br.-ginting-10312408
Proses Keperawatan: Tahap dokumentasi
SI & PI 6, Achmad Lukman Harun, Hapzi Ali, Sistem Informasi Kesehatan di Pusk...

What's hot (16)

DOC
Bab i manajemen safety fix
PPTX
Studi diagnostik kb1 m1 etik dan legal praktik keperawatan pasien dengan pros...
PPT
Proses Keperawatan: Tahap Pengkajian Keperawatan
PPT
Kb 1 konsep dasar rujukan
PDF
Kb 1 konsep dasar rujukan kebidanan
PPT
System dokumentasi keperawatan
PDF
Tugas 8 standarisasi converted (1)
DOCX
Konsep Dok Kep
PDF
7 si pi, jemmy esrom serang, hapzi ali, sistem informasi kesehatan di puskesm...
PDF
Menyusun Indikator Mutu Rumah Sakit
PPTX
Konsep Dasar Jaminan Mutu
PDF
Standar pelayanan minimal_rumah_sakit
DOCX
Buku pedoman keselamatan pasien
PPTX
Pengkajian Keperawatan
DOC
Sistem manajemen rawat jalan rumah sakit indonesia
PPTX
Mutu pelayanan kesehatan
Bab i manajemen safety fix
Studi diagnostik kb1 m1 etik dan legal praktik keperawatan pasien dengan pros...
Proses Keperawatan: Tahap Pengkajian Keperawatan
Kb 1 konsep dasar rujukan
Kb 1 konsep dasar rujukan kebidanan
System dokumentasi keperawatan
Tugas 8 standarisasi converted (1)
Konsep Dok Kep
7 si pi, jemmy esrom serang, hapzi ali, sistem informasi kesehatan di puskesm...
Menyusun Indikator Mutu Rumah Sakit
Konsep Dasar Jaminan Mutu
Standar pelayanan minimal_rumah_sakit
Buku pedoman keselamatan pasien
Pengkajian Keperawatan
Sistem manajemen rawat jalan rumah sakit indonesia
Mutu pelayanan kesehatan
Ad

Similar to Kel.4 sik paper ke computer (20)

DOCX
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
DOCX
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
PPTX
Dokumentasi Komputerisasi.pptx keperawatan
PPT
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN.ppt
PPTX
Sistem-Informasi-Keperawatan kemenkes.pptx
DOCX
Ilmu komputer lisna
PPTX
sistem dokumentasi askep.pptx
PPTX
2 Information and Nursing Practice.pptx
PPT
Sistem Informasi Keperawatan ppppppppppp
PDF
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
PPTX
1. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI KESEHATAN
PPTX
1. REKAM KESEHATAN ELEKTRONIK (rekam medis)(
PPTX
1. SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN 2.pptx
PPTX
Rekam medis elektronik dalam pembelajaran mahasiswa kesehatan
PPTX
7. Electronic Medical record rumah sakit.pptx
PDF
Askep pada pasien dengan gangguan pernafasan akibat peradangan
PPTX
Tugas Kelompok 8 pak bawon mata kuliah pancasila.pptx
PDF
Modul 4 dokumen keperawatan
PPTX
Sistem Pendokumentasian (Manual & Elektronik).pptx
PDF
Best Practice dr. Susi Herawati - pptx.pdf
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
Dokumentasi Komputerisasi.pptx keperawatan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN.ppt
Sistem-Informasi-Keperawatan kemenkes.pptx
Ilmu komputer lisna
sistem dokumentasi askep.pptx
2 Information and Nursing Practice.pptx
Sistem Informasi Keperawatan ppppppppppp
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
1. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI KESEHATAN
1. REKAM KESEHATAN ELEKTRONIK (rekam medis)(
1. SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN 2.pptx
Rekam medis elektronik dalam pembelajaran mahasiswa kesehatan
7. Electronic Medical record rumah sakit.pptx
Askep pada pasien dengan gangguan pernafasan akibat peradangan
Tugas Kelompok 8 pak bawon mata kuliah pancasila.pptx
Modul 4 dokumen keperawatan
Sistem Pendokumentasian (Manual & Elektronik).pptx
Best Practice dr. Susi Herawati - pptx.pdf
Ad

Kel.4 sik paper ke computer

  • 1. 1. Evi Pratiwi .S 2. Febrina…………. 3. Irmayanti………. 4. Kartika R.Ananda 5. Monica Sales .T… 6. Natalia Selvi .H… 7. Nur Rahmawati 8. RK. Naningsih
  • 2. Dokumentasi yang baik tidak hanya mencerminkan kualitas keperawatan, tetapi juga membuktikan pertanggunggugatan setiap anggota tim keperawatan dalam memberikan asuhan.
  • 3. Dokumentasi keperawatan Namun proses sangat diperlukan sebagai pendokumentasian keperawatan bukti dari apa yang telah ini banyak dikeluhkan baik oleh perawat lakukan untuk perawat karena prosesnya yang memulihkan kesehatan pasien. cukup memakan waktu. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari pendokumentasian Dokumentasi keperawatan tersebut sudah semestinya kita merupakan hal yang sangat memanfaatkan teknologi vital dan penting dalam proses komputer untuk membantu keperawatan. proses ini.
  • 4. Kelengkapan dan keakuratan data mejadi sebuah kebutuhan dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan. Gapko Dawn ,1999 mengatakan bahwa perawat sangat jarang untuk menulis yang didapatkan baik dari pengkajian, evaluasi maupun tindakan kolaborasi dengan dokter yang telah dilakukan. Rendahnya mutu dokumentasi keperawatan, diantaranya faktor staf keperawatan yang malas mencatat, tingginya sensus yang harus dilakukan, mencatat membutuhkan waktu yang lama.
  • 5. (Cowden & Johnson, 2003) Pencatatan yang banyak dan memakan waktu kerja perawat membuat perawat merasa frustasi sehingga banyak terjadi ketidakakuratan data dalam dokumentasi keperawatan Pencatatan dengan format kertas banyak ditemukan data yang eror artinya data tersebut tidak valid dan membingungkan. Data demikian menyebabkan terjadinya kesalahan interpretasi, prosedur dan kualitas pelayanan kesehatan menjadi kurang baik.
  • 6. Penggunaan komputer dalam dokumentasi keperawatan diperkenalkan pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an (Turpin, 2005). Dokumen keperawatan melalui system computer meliputi system pembayaran, dischare planning, dan access data dari profesi lain seperti dokter, farmasi, radiologi dan lainnya. Pada intinya perangkat lunak tersebut menyediakan layanan berkesinambungan informasi dari berbagai profesi kesehatan yang terintegrasi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Informasi tersebut dapat dibaca oleh masing-masing profesi sehingga dapat meningkatkan system kolaborasi antar profesi.
  • 7. Dokumentasi keperawatan melalui computer yaitu pencatatan yang dilakukan oleh perawatan dengan menggunakan perangkat computer. Perangkat tersebut tentunya sudah disediakan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan. Pemasukan data dilakukan setiap saat sehingga perkembangan data pasien dapat terekam secarak kontinyu dan komprehensif. (Alpay & Russell 2002) . Program perangkat lunak memungkinkan perawat untuk dengan cepat memasukan data pengkajian spesifik dan informasi lainnya secara otomatis.
  • 8. Kontinyuitas pemasukan data menjadi sangat penting dalam memberikan data atau informasi yang terkini. Analisis data terkini menjadi mudah dan cepat, apa lagi system computer telah dilengkapi dengan diagnosa keperawatan, NIC dan NOC. Hal yang menjadi poin terpenting bagi penulis dalam system komputerisasi dokumentasi keperawatan adalah membiasakan perawat untuk selalu memasukan data terkini pasien setiap hari. Sistem ini memadukan teknik analisis data dan langsung memberikan alternative criteria hasil dan tindakan keperawatan yang harus dilakukan pada pasien bersangkutan.
  • 9. 1. Electronic Medical Record (EMR). 2. Electronic Patient Record (EPR). 3. Computerized Medical Record (CMR). 4. Computer-based Patient Record (CPR). 5. Electronic Health Record (EHR).
  • 11. Hasil dari penelitian Delaney, Connie, Herr, Keela, Maas, Meridean, Specht (2000), dan didukung oleh penelitian Maria, Ian, Odenbreit & Lavin (2007), pada 12 ruang keperawatan di Rumah Sakit Swiss, dengan metoda pretest-posttest experimental design. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa implementasi dari North of America Nursing Diagnosis Association (NANDA), Nursing Intervention Classification (NIC) dan Nursing Outcome Classification (NOC) dalam sistem komputerisasi dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan. Disamping hal tersebut juga terjadi peningkatan kualitas dokumen keperawatan yang berkaitan dengan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penentuan kriteria hasil yang tepat dan kritis.
  • 12. 1. Catatan dapat dibaca dan siap 4. Mengurangi sedia. dokumentasi yang 2. Produktivitas berlebihan. perawat membaik. 5. Meningkatkan 3. Mengurangi mutu asuhan kerusakan dan keperawatan. meningkatkan kualitas catatan.
  • 13. 6. Menjalin komunikasi antar 8. Catatan keperawatan perawat dan profesi lainnya, terkategorisasi. meningkatkan kontinyuitas 9. Laporan tercetak secara asuhan keperawatan sehingga otomatis. terjamin mutu asuhan keperawatan yang baik. 10. Dokumentasi sesuai dengan 7. Sistem komputerisasi dapat standar keperawatan. menjawab respon waktu yang 11. Peningkatan pengetahuan diberikan oleh perawat. tentang hasil 12. Pencegahan kesalahan pemberian obat 13. Mempermudah penetapan biaya 14. Mencetak instruksi pemulangan
  • 14. Permasalahan yang mungkin timbul yaitu berkaitan dengan alat dan tenaga perawat sendiri. Pada alat, Permasalahan tenaga yaitu kemampuan membutuhkan biaya tenaga keperawatan yang ada. Dibutuhkan tinggi untuk keterampilan khusus untuk memasukan data membangun jejaring kedalam aplikasi computer sehingga dapat system komputerisasi menghasilkan kualitas dokumen keperawatan yang dapat mencakup yang baik. Bila data yang dimasukan salah semua aspek pelayanan maka yang keluar hanya keputusan yang salah kesehatan di rumah dan ini akan mempengaruhi asuhan sakit. keperawatan pasien.
  • 15. Untuk mangatasi hal tersebut perlu dilakukan pelatihan bagi tenaga perawat sehingga dapat melakukan pemasukan data dengan tepat dan menganalisis hasil keluaran komputer berkaitan dengan status pasien dengan tepat pula.
  • 16. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Dokumentasi keperawatan merupakan sumber informasi yang penting dalam meningkatkan komunikasi antar perawat dan antar profesi kesehatan. 2. Penggunaan komputer dalam pendokumentasian keperawatan merupakan tantangan dan sekaligus keunggulan tersendiri dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan dan pelayanan kesehatan di rumah sakit 3. Aplikasi komputer dalam dokumentasi keperawatan menjamin meningkatnya efktifitas dan efisiensi dalam melaksanakan asuhan keperawatan