SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN BERBASIS
KOMPUTER
Latar Belakang
Dunia keperawatan di Indonesia terus berkembang, seiring dengan meningkatnya
strata pendidikan keperawatan di Indonesia, disamping akses informasi yang sangat
cepat di seluruh dunia. Hal itu membawa efek pada kemajuan yang cukup berarti di
keperawatan (Jasun, 2006). Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga yang
mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting
untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan
keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi.
Keperawatan juga berkewajiban untuk menyediakan pelayanan/asuhan
keperawatan yang didasarkan pada kaedah-kaedah suatu profesi termasuk adanya
bukti pertanggung jawaban melalui sistem informasi yang tepat yang ditunjukkan oleh
sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik. Namun pada realitanya
dilapangan pendokumentasian asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar
manual dan konvensional, belum disertai dengan sistem /perangkat teknolgi yang
memadai, sehingga perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses
terjadinya kelalaian dalam praktek. Selain itu dalam pelaksanaan dokumentasi
keperawatan, perawat sering mengeluh terhadap dokumentasi yang memakan waktu
dan terlalu banyak perawat belum sepenuhnya faham menuliskan.Oleh karena itu
dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, maka perlu dibuat suatu
mekanisme pendokumentasian yang mudah dan cepat berkaitan dengan dokumentasi
proses keperawatan.
Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat
dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan
keperawatan yang lebih baik. Metode pendokumentasian asuhan keperawatan saat
sudah mulai menunjukkan perkembangan, dari yang sebelumnya manual, bergeser
kearah komputerisasi. Metode pendokumentasian tersebut dengan menggunakan
Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi manajemen berbasis komputer tidak hanya bermanfaat dalam
pendokumentasian asuhan keperawatan, namun juga dapat menjadi pendukung
pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan di keperawatan/Decision
Support System dan Executive Information System (Eko,I. 2001). Informasi asuhan
keperawatan dalam sistem informasi manajemen yang berbasis komputer dapat
digunakan dalam menghitung pemakaian tempat tidur /BOR pasien, angka
nosokomial, penghitungan budget keperawatan dan sebagainya. Dengan adanya data
yang akurat pada keperawatan maka data ini juga dapat digunakan untuk informasi
bagi tim kesehatan yang lain. Sistem Informasi asuhan keperawatan juga dapat
menjadi sumber dalam pelaksanaan riset keperawatan secara khususnya dan riset
kesehatan pada umumnya. (Udin,and Martin, 1997). Oleh karena itu system sistem
informasi manajemen berbasis komputer ini sangat penting dan sangat dibutuhkan
oleh manajemen rumah sakit,dimana aktifitas perawatan dapat termonitor dalam
sebuah data base rumah sakit.
Manfaat lain yang dapat diperoleh dari sistem informasi yang berbasis komputer
ini ialah system ini sangat praktis karena mampu menyimpan data yang sangat banyak
penuh dalam sebuah kotak kecil / hard disk yang berukuran hanya 15x10x 5 cm.
Sistem informasi berbasis komputer juga dirancang untuk mengikuti era globalisasi
sehingga perawat di Indonesia tidak tertinggal dengan perawat yang diluar negeri.
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan
1 .Pendokumentasian Asuhan Keperawatan
Pendokumentasian Keperawatan merupakan hal penting yang dapat
menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. (Kozier,E. 1990). Selain itu
dokumentasi keperawatan merupakan bukti akontabilitas tentang apa yang
telah dilakukan oleh seorang perawat kepada pasiennya. Dengan adanya
pendokumentasian yang benar maka bukti secara profesional dan legal dapat
dipertanggung jawabkan. Masalah yang sering muncul dan dihadapi di Indonesia
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan adalah banyak perawat yang belum
melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar asuhan
keperawatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai
pendokumentasian yang lengkap. ( Hariyati, RT., th 1999)
Pendokumentasian pada pemberian asuhan keperawatan dapat dilakukan
secara manual atau berbasis komputer. Sampai saat ini sebagian kecil rumah
sakit telah menggunakan dokumentasi proses keperawatan berbasis komputer.
Namun informasi keperawatan yang tersedia belum terstandarisasi. Namun
dengan kemajuan yang pesat pada teknologi informasi maka diharapkan
perawat akan memanfaatkan teknologi tersebut pada dokumentasi
keperawatan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas asuhan
keperawatan.
Menurut Holmas (2003) terdapat beberapa keuntungan utama dari dokumentasi
berbasis komputer yaitu:
a. Standarisasi, terdapat pelaporan data klinik yang standar yang mudah
dan cepat diketahui
b. Kualitas, meningkatkan kualitas informasi klinik dan sekaligus
meningkatkan waktu perawat berfokus pada pemberian asuhan
c. Accessibility & legibility, mudah membaca dan mendapat informasi klinik
tentang semua pasien dan suatu lokasi (Ratna Sitorus, 2006)
2. Sistem Informasi Manajemen Keperawatan
Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen
dalam organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran
informasi. Sistem Informasi mempunyai komponen- komponen yaitu proses,
prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan,
supplier, dan rekanan. (Eko,I. 2001).
Sistem informasi keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer, ilmu
informasi dan ilmu keperawatan yang disusun untuk memudahkan manajemen
dan proses pengambilan informasi dan pengetahuan yang digunakan untuk
mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan (Gravea & Cococran,1989 dikutip
oleh Hariyati, RT., 1999)
Sedangkan menurut ANA (Vestal, Khaterine, 1995 dikutip oleh Hariyati,
RT., 1999) system informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas untuk
memperoleh dan menggunakan data, informasi dan
pengetahuan tentang standar dokumentasi , komunikasi, mendukung proses
pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan pengetahuan
baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawaratan
dan memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan.
Kehandalan suatu sistem informasi pada suatu organisasi terletak pada
keterkaitan antar komponen yang ada sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan
menjadi suatu informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat,
relevan untuk suatu organisasi.
Selanjutnya pendokumentasian keperawatan yang menggunakan Sistem
Informasi Manajemen Keperawatan, dimana fasilitas yang dibuat menjadi lebih
lengkap, bahkan menurut Jasun (2006) Sistem Informasi Manajemen
Keperawatan merupakan “papper less” untuk seluruh dokumen keperawatan.
3 . Program-Program Yang Dirancang Dalam Sim Keperawatan
Menurut Jasun (2006) beberapa program yang dirancang dalam SIM Keperawatan
antara lain
a. Standar Asuhan Keperawatan
Standar Asuhan Keperawatan menggunakan standar Internasional dengan
mengacu pada Diagnosa Keperawatan yang dikeluarkan oleh North American
Nursing Diagnosis Association, standar outcome keperawatan mengacu pada
Nursing Outcome Clasification dan standar intervensi keperawatan mengacu pada
Nursing Intervention Clasification (NIC) yang dikeluarkan oleh Iowa Outcomes
Project. Standar Asuhan Keperawatn ini juga telah dilengkapi dengan standar
pengkajian perawatan dengan mengacu pada 13 Divisi Diagnosa Keperawatan yang
disusun oleh Doenges dan Moorhouse dan standar evaluasi keperawatan dengan
mengacu pada kriteria yang ada dalam Nursing Outcome Clasification (NOC)
dengan model skoring.
b.Standart Operating Procedure (SOP)
Standart Operating Procedure (SOP) adalah uraian standar tindakan perawatan yang
terdapat dalam standar asuhan keperawatan. SOP merupakan aktifitas detail dari
NIC.
c. Discharge Planning
Discharge Planning adalah uraian tentang perencanaan dan nasihat perawatan
setelah pasien dirawat darii rumah sakit. Dalam sistem, discharge planning sudah
tersedia uraian dimaksud, perawat tinggal print out yang selanjutnya hasil print out
tersebut dibawakan pasien pulang.
d. Jadwal dinas perawat
Jadwal dinas perawat dibuat secara otomatis oleh program komputer, sehingga
penanggung jawab ruang tinggal melakukan print.
e. Penghitungan angka kredit perawat.
Masalah yang banyak dikeluhkan oleh perawat adalah pembuatan angka kredit,
dikarenakan persepsi yang berbeda antara Urusan Kepegawaian dengan tenaga
perawat. Disamping itu, kesempatan perawat untuk menghitung angka kredit
sangat sedikit. Sehingga penghitungan angka kredit banyak yang tertunda dan
tidak valid. Sistem yang dibuat dalam SIM Keperawatan, angka kredit merupakan
rekapan dari aktifitas perawat sehari-hari, yang secara otomatis akan dapat
diakses harian, mingguan atau bulanan..
f. Daftar diagnosa keperawatan terbanyak.
Daftar diagnosa keperawatan direkapitulasi oleh sistem berdasar input perawat
sehari-hari. Penghitungan diagnosa keperawatan bermanfaat untuk pembuatan
standar asuhan keperawatan.
g. Daftar NIC terbanyak
Adalah rekap tindakan keperawatan terbanyak berdasarkan pada masing-masing
diagnosa keperawatan yang ada.
h. Laporan Implementasi
Laporan implementasi adalah rekap tindakan-tindakan perawatan pada satu
periode, yang dapat difilter berdasar ruang, pelaksana dan pasien. Laporan ini
dapat menjadi alat monitoring yang efektif tentang kebutuhan pembelajaran bagi
perawat. Laporan implementasi juga dapat dijadikan alat bantu operan shift.
i. Laporan statistik
Laporan statistik yang di munculkan dalam sistem informasi manajaman
keperawatan adalah laporan berupa BOR, LOS, TOI dan BTO di ruang tersebut.
j. Resume Perawatan
Dalam masa akhir perawatan pasien rawat inap, resume keperawatan harus
dicantumkan dalam rekam medik. Resume perawatan bermanfaat untuk melihat
secara global pengelolaan pasien saat dirawat sebelumnya, jika pasien pernah
dirawat di rumah sakit. Dalam sistem, resume perawatan dicetak saat pasien akan
keluar dari perawatan. Komputer telah merekam data-data yang dibutuhkan untuk
pembuatan resume perawatan.
k. Daftar SAK
Standar Asuhan Keperawatan yang ideal adalah berdasarkan evidance based
nursing, yang merupakan hasil penelitian dari penerapan standar asuhan
keperawatan yang ada. Namun karena dokumen yang tidak lengkap, SAK banyak
diadopsi hanya dari literatur yang tersedia. Dalam sistem informasi manajemen
keperawatan, SAK berdasarkan rekapan dari sistem yang telah dibuat.
l. Presentasi Kasus On Line
Sistem dengan jaringan WiFi memungkinkan data pasien dapat diakses dalam ruang
converence. Maka presentasi kasus kelolaan di ruang rawat dapat dilakukan on line
ketika pasien masih di rawat
m. Mengetahui Jasa Perawat
Dengan system integrasi dengan SIM RS, memugkinkan perawat mengetahui jasa
tindakan yang dilakukannya.
n. Monitoring Tindakan Perawat & Monitoring Aktifitas Perawat
Manajemen perawatan dapat mengakses langsung tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh perawat, dan mengetahui pula masing-masing perawat telah
melakukan aktifitas keperawatan apa
o. Laporan Shift
Laporan shift merupakan rekapan dari aktifitas yang telah dilakukan dan yang akan
dilakukan oleh perawat, tergantung item mana yang akan dilaporkan pada masing-
masing pasien.
p. Monitoring Pasien oleh PN atau Kepala Ruang saat sedang Rapat
Monitoring pasien oleh PN atau Kepala Ruang dapat dilakukan ketika PN atau
Kepala Ruang sedang rapat di ruang converence. Akan diketahui apakah seorang
pasien telah dilakukan pegkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan
evaluasi atau belum
.
Pembahasan
Pendokumentasian keperawatan sudah saatnya untuk dikembangkan dengan
berbasis komputer, walaupun demikian pendokumentasian asuhan keperawatan yang
berlaku di beberapa rumah sakit di Indonesia umumnya masih menggunakan
pendokumentasian tertulis. Padahal pendokumentasian tertulis ini mempunyai banyak
kelemahan. Menurut Hariyati, RT (1999) pendokumentasian tertulis ini sering
membebani perawat karena perawat harus menuliskan dokumentasi pada form yang
telah tersedia dan membutuhkan waktu banyak untuk mengisinya. Permasalahan lain
yang sering muncul adalah biaya pencetakan form mahal sehingga sering form
pendokumentasian tidak tersedia. Pendokumentasian secara tertulis dan manual juga
mempunyai kelemahan yaitu sering hilang. Pendokumentasian yang berupa lembaran-
lembaran kertas maka dokumentasi asuhan keperawatan sering terselip. Selain itu
pendokumentasian secara tertulis juga memerlukan tempat penyimpanan dan akan
menyulitkan untuk pencarian kembali jika sewaktu-waktu pendokumentasian tersebut
diperlukan. Dokumentasi yang hilang atau terselip di ruang penyimpanan akan
merugikan perawat. Hal ini karena tidak dapat menjadi bukti legal jika terjadi suatu
gugatan hukum, dengan demikian perawat berada pada posisi yang lemah dan rentan
terhadap gugatan hukum.
Oleh karena itu pendokumentasian keperawatan yang menggunakan Sistem
Informasi Manajemen Keperawatan perlu diterapkan, dimana fasilitas yang dibuat
menjadi lebih lengkap, karena memuat berbagai aspek pendokumentasian seperti
yang telah diuraikan diatas sistem ini memuat standar asuhan keperawatan, standart
operating procedure (SOP), discharge planning, jadwal dinas perawat, penghitungan
angka kredit perawat, daftar diagnosa keperawatan terbanyak, daftar NIC terbanyak,
laporan implementasi, laporan statistik, resume perawatan, daftar SAK, presentasi
kasus on line, mengetahui jasa perawat, monitoring tindakan perawat & monitoring
aktifitas perawat laporan shift dan monitoring pasien oleh PN atau kepala ruang saat
sedang rapat
Hal sesuai dengan pendapat Jasun (2006) yang mengatyakan bahwa Sistem
Informasi Manajemen Keperawatan merupakan “papper less” untuk seluruh dokumen
keperawatan perlu diterapkan untuk pendokumentasian keperawatan pada masa yang
akan datang. Hal ini didukung oleh pernyataan Sitorus (2006) yang mengatakan bahwa
pendokumentasian pada pemberian asuhan keperawatan dapat dilakukan secara
manual atau berbasis komputer. Namun terbukti bahwa penerapan berbasis komputer
memberikan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu untuk mendukung proses
profesionlisme keperawatan di Indonesia, penerapan dokumentasi berbasis komputer
menjadi sangat penting.
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :
Pendokumentasian Keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang
pelaksanaan mutu asuhan keperawatan.
Metode pendokumentasian asuhan keperawatan saat sudah mulai menunjukkan
perkembangan, dari yang sebelumnya manual, bergeser kearah komputerisasi. Metode
pendokumentasian tersebut dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi manajemen berbasis komputer tidak hanya bermanfaat dalam
pendokumentasian asuhan keperawatan, namun juga dapat menjadi pendukung
pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan di keperawatan
2. Saran
Perlu dibuat suatu mekanisme pendokumentasian yang mudah dan cepat
berkaitan dengan dokumentasi proses keperawatan dengan menggunakan Sistem
Informasi Manajemen.Keperawatan.

More Related Content

PDF
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
PPTX
Sistem dokumentasi rawat jalan dan rawat inap
PPT
1 pengantar dok new
PPT
Model praktek keperawatan profesional
PPTX
Dilema etik kebidanan
PPTX
Trend dan Issue dalam SIK (telenursing)
PDF
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
DOCX
Dilema etik keperawatan & model pemecahan masalah
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
Sistem dokumentasi rawat jalan dan rawat inap
1 pengantar dok new
Model praktek keperawatan profesional
Dilema etik kebidanan
Trend dan Issue dalam SIK (telenursing)
Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer.
Dilema etik keperawatan & model pemecahan masalah

What's hot (20)

PPTX
1. SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN 2.pptx
PPTX
Powerpoint bab 1 sejarah keperawatan new
PPTX
Proses Keperawatan: Tahap evaluasi
DOCX
141050362 kasus-pelanggaran-etika-keperawatan(1)
PDF
Evaluasi keperawatan keluarga
DOC
Analisa kasus berdasarkan UU Keperawatan No. 38 Tahun 2014
PPT
Manajemen Keperawatan
PPTX
Peran Fungsi dan tugas Perawat
PPTX
PPTX
Kolaborasi Dalam Keperawatan
DOCX
Askep gigitan ular AKPER PEMKAB MUNA
PPTX
Mk4. konsep etika profesi dalam dalam praktik keperawatan
PDF
Dokumentasi Keperawatan pada Tatanan Pelayanan Kesehetan
DOCX
Dialog komunikasi terapeutik perawat danpasien
PPTX
Prinsip prinsip etika keperawatan
PPT
Konsep home care
PDF
Standar Dokumentasi Keperawatan
DOCX
2. lp kebutuhan cairan dan elektrolit
PPT
Batasan Teknologi Informasi.ppt
DOCX
Table jenis-jenis lochea
1. SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN 2.pptx
Powerpoint bab 1 sejarah keperawatan new
Proses Keperawatan: Tahap evaluasi
141050362 kasus-pelanggaran-etika-keperawatan(1)
Evaluasi keperawatan keluarga
Analisa kasus berdasarkan UU Keperawatan No. 38 Tahun 2014
Manajemen Keperawatan
Peran Fungsi dan tugas Perawat
Kolaborasi Dalam Keperawatan
Askep gigitan ular AKPER PEMKAB MUNA
Mk4. konsep etika profesi dalam dalam praktik keperawatan
Dokumentasi Keperawatan pada Tatanan Pelayanan Kesehetan
Dialog komunikasi terapeutik perawat danpasien
Prinsip prinsip etika keperawatan
Konsep home care
Standar Dokumentasi Keperawatan
2. lp kebutuhan cairan dan elektrolit
Batasan Teknologi Informasi.ppt
Table jenis-jenis lochea
Ad

Similar to Sistem informasi keperawatan berbasis komputer (20)

PPTX
Sistem-Informasi-Keperawatan kemenkes.pptx
PPT
Sistem Informasi Keperawatan ppppppppppp
PPTX
Dokumentasi Komputerisasi.pptx keperawatan
PPTX
1. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI KESEHATAN
PPT
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN.ppt
PPTX
528679130-376054162-Ppt-Sistem-Informasi-Keperawatan.pptx
DOCX
Ilmu komputer lisna
DOCX
Ilmu komputer lisna AKPER PEMKAB MUNA
PPTX
sistem dokumentasi askep.pptx
PPTX
Kel.4 sik paper ke computer
DOCX
63961431 simk
PPT
Sistem informasi keperawatan
PPTX
2 Information and Nursing Practice.pptx
PPTX
PPT TEKNOLOGI INFORMASI KEPERAWATAN.pptx
PPTX
PPT Sistem informasi keperawatan KEL 2.pptx
PDF
SI & PI 6, Achmad Lukman Harun, Hapzi Ali, Sistem Informasi Kesehatan di Pusk...
PPTX
PPT SIK.pptx
PPTX
SEJARAHILMUKEPERAWTN-SEJARAH SIK 24.pptx
PPTX
02. SISTEM INFORMASI DALAM KEPERAWATAN.pptx
PPTX
Penerapan sistem informasi.
Sistem-Informasi-Keperawatan kemenkes.pptx
Sistem Informasi Keperawatan ppppppppppp
Dokumentasi Komputerisasi.pptx keperawatan
1. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI KESEHATAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN.ppt
528679130-376054162-Ppt-Sistem-Informasi-Keperawatan.pptx
Ilmu komputer lisna
Ilmu komputer lisna AKPER PEMKAB MUNA
sistem dokumentasi askep.pptx
Kel.4 sik paper ke computer
63961431 simk
Sistem informasi keperawatan
2 Information and Nursing Practice.pptx
PPT TEKNOLOGI INFORMASI KEPERAWATAN.pptx
PPT Sistem informasi keperawatan KEL 2.pptx
SI & PI 6, Achmad Lukman Harun, Hapzi Ali, Sistem Informasi Kesehatan di Pusk...
PPT SIK.pptx
SEJARAHILMUKEPERAWTN-SEJARAH SIK 24.pptx
02. SISTEM INFORMASI DALAM KEPERAWATAN.pptx
Penerapan sistem informasi.
Ad

More from Sumadin1112 (20)

DOCX
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
DOCX
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
DOCX
Sejarah perkembangan komunikasi dalam keperawwatan
DOCX
Penerapan tik dalam bidang kesehatan
DOCX
Pemanfaatan tik pada riset keperawatan
PDF
peralatan dan_perkembangan_teknologi_informasi
DOCX
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
DOCX
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
DOCX
Sejarah perkembangan komunikasi dalam keperawwatan
DOCX
Penerapan tik dalam bidang kesehatan
DOCX
Pemanfaatan tik pada riset keperawatan
DOCX
Pemanfaatan tik pada riset keperawatan
DOCX
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
DOCX
Penerapan tik dalam bidang kesehatan
DOCX
Sejarah perkembangan komunikasi dalam keperawwatan
DOCX
Saraf kranial
DOCX
Aku buknlah mereka
DOCX
Sistem kardiovaskuler
DOCX
Saraf kranial
DOCX
Sistem pernafasan
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
Sejarah perkembangan komunikasi dalam keperawwatan
Penerapan tik dalam bidang kesehatan
Pemanfaatan tik pada riset keperawatan
peralatan dan_perkembangan_teknologi_informasi
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
Sistem informasi keperawatan berbasis komputer
Sejarah perkembangan komunikasi dalam keperawwatan
Penerapan tik dalam bidang kesehatan
Pemanfaatan tik pada riset keperawatan
Pemanfaatan tik pada riset keperawatan
Sistem informasi keperawatan di puskesmas
Penerapan tik dalam bidang kesehatan
Sejarah perkembangan komunikasi dalam keperawwatan
Saraf kranial
Aku buknlah mereka
Sistem kardiovaskuler
Saraf kranial
Sistem pernafasan

Recently uploaded (20)

PPTX
PPT ORASI ILMIAH Dr. Laxmi, S.Sos., M.A.pptx
PPTX
PPT Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia.pptx
PPTX
sosiologi sma kelas 10 bab 2 hubungan sosial
PPTX
PEMBAHASAN ASWAJA TENTANG BAB IJTIHAD.pptx
PPTX
Hubungan_Kimia_dan_Ilmu_teknik Sipil.pptx
PPTX
PERTEMUAN 9 KIMDAS 1_DEFINISI LARUTAN.pptx
PPTX
ESPS SENI RUPA SD_MI KLS.6_KM-Media Mengajar-Media Mengajar ESPS SENI RUPA SD...
PDF
PENGERTIAN_DAN FUNGSI_RPH di rumah potong hewan.pdf
PPT
COVER CROP KACANGAN PENUTUP TANAH PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
PPTX
Menjelajahi-Keberagaman-Tipe-Ekosistem-di-Bumi.pptx_20250717_130635_0000.pptx
PDF
Kuliah 3 Sistem Industri Peternakan (Faterna)
PPT
Materi Ekologi untuk SMP dan SMA kurikulum merdeka
PPTX
micro teaching tema manajemen konflik.pptx
PPT
STRUKTUR FUNGSI ORGAN TUMBUHAN-SOLO.ppt smp
PPTX
KLASIFIKASI ALAT UKUR suhu tki.pptx.pptx
PPTX
RESUME ppppppppppppp P.1 (BIOKIMIA).pptx
PPTX
DETEKSI SALMONELLA SPP PADA MEAT AND BONE MEALS2.pptx
PPTX
matateri termokimia kelas 11 mapel kimia.pptx
PPTX
HAKIKAT STRATEGI BELAJAR MENGAJAR-KEL 7.pptx
PPTX
KD 1.1, KD 1.2, KD 1.3.pptx smp ipa power
PPT ORASI ILMIAH Dr. Laxmi, S.Sos., M.A.pptx
PPT Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia.pptx
sosiologi sma kelas 10 bab 2 hubungan sosial
PEMBAHASAN ASWAJA TENTANG BAB IJTIHAD.pptx
Hubungan_Kimia_dan_Ilmu_teknik Sipil.pptx
PERTEMUAN 9 KIMDAS 1_DEFINISI LARUTAN.pptx
ESPS SENI RUPA SD_MI KLS.6_KM-Media Mengajar-Media Mengajar ESPS SENI RUPA SD...
PENGERTIAN_DAN FUNGSI_RPH di rumah potong hewan.pdf
COVER CROP KACANGAN PENUTUP TANAH PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Menjelajahi-Keberagaman-Tipe-Ekosistem-di-Bumi.pptx_20250717_130635_0000.pptx
Kuliah 3 Sistem Industri Peternakan (Faterna)
Materi Ekologi untuk SMP dan SMA kurikulum merdeka
micro teaching tema manajemen konflik.pptx
STRUKTUR FUNGSI ORGAN TUMBUHAN-SOLO.ppt smp
KLASIFIKASI ALAT UKUR suhu tki.pptx.pptx
RESUME ppppppppppppp P.1 (BIOKIMIA).pptx
DETEKSI SALMONELLA SPP PADA MEAT AND BONE MEALS2.pptx
matateri termokimia kelas 11 mapel kimia.pptx
HAKIKAT STRATEGI BELAJAR MENGAJAR-KEL 7.pptx
KD 1.1, KD 1.2, KD 1.3.pptx smp ipa power

Sistem informasi keperawatan berbasis komputer

  • 1. SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN BERBASIS KOMPUTER Latar Belakang Dunia keperawatan di Indonesia terus berkembang, seiring dengan meningkatnya strata pendidikan keperawatan di Indonesia, disamping akses informasi yang sangat cepat di seluruh dunia. Hal itu membawa efek pada kemajuan yang cukup berarti di keperawatan (Jasun, 2006). Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi. Keperawatan juga berkewajiban untuk menyediakan pelayanan/asuhan keperawatan yang didasarkan pada kaedah-kaedah suatu profesi termasuk adanya bukti pertanggung jawaban melalui sistem informasi yang tepat yang ditunjukkan oleh sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik. Namun pada realitanya dilapangan pendokumentasian asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar manual dan konvensional, belum disertai dengan sistem /perangkat teknolgi yang memadai, sehingga perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian dalam praktek. Selain itu dalam pelaksanaan dokumentasi keperawatan, perawat sering mengeluh terhadap dokumentasi yang memakan waktu dan terlalu banyak perawat belum sepenuhnya faham menuliskan.Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, maka perlu dibuat suatu mekanisme pendokumentasian yang mudah dan cepat berkaitan dengan dokumentasi proses keperawatan. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik. Metode pendokumentasian asuhan keperawatan saat sudah mulai menunjukkan perkembangan, dari yang sebelumnya manual, bergeser kearah komputerisasi. Metode pendokumentasian tersebut dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen. Sistem informasi manajemen berbasis komputer tidak hanya bermanfaat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan, namun juga dapat menjadi pendukung pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan di keperawatan/Decision Support System dan Executive Information System (Eko,I. 2001). Informasi asuhan keperawatan dalam sistem informasi manajemen yang berbasis komputer dapat digunakan dalam menghitung pemakaian tempat tidur /BOR pasien, angka nosokomial, penghitungan budget keperawatan dan sebagainya. Dengan adanya data yang akurat pada keperawatan maka data ini juga dapat digunakan untuk informasi bagi tim kesehatan yang lain. Sistem Informasi asuhan keperawatan juga dapat
  • 2. menjadi sumber dalam pelaksanaan riset keperawatan secara khususnya dan riset kesehatan pada umumnya. (Udin,and Martin, 1997). Oleh karena itu system sistem informasi manajemen berbasis komputer ini sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh manajemen rumah sakit,dimana aktifitas perawatan dapat termonitor dalam sebuah data base rumah sakit. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari sistem informasi yang berbasis komputer ini ialah system ini sangat praktis karena mampu menyimpan data yang sangat banyak penuh dalam sebuah kotak kecil / hard disk yang berukuran hanya 15x10x 5 cm. Sistem informasi berbasis komputer juga dirancang untuk mengikuti era globalisasi sehingga perawat di Indonesia tidak tertinggal dengan perawat yang diluar negeri. Pendokumentasian Asuhan Keperawatan 1 .Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pendokumentasian Keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. (Kozier,E. 1990). Selain itu dokumentasi keperawatan merupakan bukti akontabilitas tentang apa yang telah dilakukan oleh seorang perawat kepada pasiennya. Dengan adanya pendokumentasian yang benar maka bukti secara profesional dan legal dapat dipertanggung jawabkan. Masalah yang sering muncul dan dihadapi di Indonesia dalam pelaksanaan asuhan keperawatan adalah banyak perawat yang belum melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar asuhan keperawatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai pendokumentasian yang lengkap. ( Hariyati, RT., th 1999) Pendokumentasian pada pemberian asuhan keperawatan dapat dilakukan secara manual atau berbasis komputer. Sampai saat ini sebagian kecil rumah sakit telah menggunakan dokumentasi proses keperawatan berbasis komputer. Namun informasi keperawatan yang tersedia belum terstandarisasi. Namun dengan kemajuan yang pesat pada teknologi informasi maka diharapkan perawat akan memanfaatkan teknologi tersebut pada dokumentasi keperawatan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas asuhan keperawatan. Menurut Holmas (2003) terdapat beberapa keuntungan utama dari dokumentasi berbasis komputer yaitu: a. Standarisasi, terdapat pelaporan data klinik yang standar yang mudah dan cepat diketahui b. Kualitas, meningkatkan kualitas informasi klinik dan sekaligus meningkatkan waktu perawat berfokus pada pemberian asuhan c. Accessibility & legibility, mudah membaca dan mendapat informasi klinik tentang semua pasien dan suatu lokasi (Ratna Sitorus, 2006) 2. Sistem Informasi Manajemen Keperawatan Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran
  • 3. informasi. Sistem Informasi mempunyai komponen- komponen yaitu proses, prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan, supplier, dan rekanan. (Eko,I. 2001). Sistem informasi keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer, ilmu informasi dan ilmu keperawatan yang disusun untuk memudahkan manajemen dan proses pengambilan informasi dan pengetahuan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan (Gravea & Cococran,1989 dikutip oleh Hariyati, RT., 1999) Sedangkan menurut ANA (Vestal, Khaterine, 1995 dikutip oleh Hariyati, RT., 1999) system informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas untuk memperoleh dan menggunakan data, informasi dan pengetahuan tentang standar dokumentasi , komunikasi, mendukung proses pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan pengetahuan baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawaratan dan memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan. Kehandalan suatu sistem informasi pada suatu organisasi terletak pada keterkaitan antar komponen yang ada sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan menjadi suatu informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, relevan untuk suatu organisasi. Selanjutnya pendokumentasian keperawatan yang menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan, dimana fasilitas yang dibuat menjadi lebih lengkap, bahkan menurut Jasun (2006) Sistem Informasi Manajemen Keperawatan merupakan “papper less” untuk seluruh dokumen keperawatan. 3 . Program-Program Yang Dirancang Dalam Sim Keperawatan Menurut Jasun (2006) beberapa program yang dirancang dalam SIM Keperawatan antara lain a. Standar Asuhan Keperawatan Standar Asuhan Keperawatan menggunakan standar Internasional dengan mengacu pada Diagnosa Keperawatan yang dikeluarkan oleh North American Nursing Diagnosis Association, standar outcome keperawatan mengacu pada Nursing Outcome Clasification dan standar intervensi keperawatan mengacu pada Nursing Intervention Clasification (NIC) yang dikeluarkan oleh Iowa Outcomes Project. Standar Asuhan Keperawatn ini juga telah dilengkapi dengan standar pengkajian perawatan dengan mengacu pada 13 Divisi Diagnosa Keperawatan yang disusun oleh Doenges dan Moorhouse dan standar evaluasi keperawatan dengan mengacu pada kriteria yang ada dalam Nursing Outcome Clasification (NOC) dengan model skoring. b.Standart Operating Procedure (SOP) Standart Operating Procedure (SOP) adalah uraian standar tindakan perawatan yang terdapat dalam standar asuhan keperawatan. SOP merupakan aktifitas detail dari NIC.
  • 4. c. Discharge Planning Discharge Planning adalah uraian tentang perencanaan dan nasihat perawatan setelah pasien dirawat darii rumah sakit. Dalam sistem, discharge planning sudah tersedia uraian dimaksud, perawat tinggal print out yang selanjutnya hasil print out tersebut dibawakan pasien pulang. d. Jadwal dinas perawat Jadwal dinas perawat dibuat secara otomatis oleh program komputer, sehingga penanggung jawab ruang tinggal melakukan print. e. Penghitungan angka kredit perawat. Masalah yang banyak dikeluhkan oleh perawat adalah pembuatan angka kredit, dikarenakan persepsi yang berbeda antara Urusan Kepegawaian dengan tenaga perawat. Disamping itu, kesempatan perawat untuk menghitung angka kredit sangat sedikit. Sehingga penghitungan angka kredit banyak yang tertunda dan tidak valid. Sistem yang dibuat dalam SIM Keperawatan, angka kredit merupakan rekapan dari aktifitas perawat sehari-hari, yang secara otomatis akan dapat diakses harian, mingguan atau bulanan.. f. Daftar diagnosa keperawatan terbanyak. Daftar diagnosa keperawatan direkapitulasi oleh sistem berdasar input perawat sehari-hari. Penghitungan diagnosa keperawatan bermanfaat untuk pembuatan standar asuhan keperawatan. g. Daftar NIC terbanyak Adalah rekap tindakan keperawatan terbanyak berdasarkan pada masing-masing diagnosa keperawatan yang ada. h. Laporan Implementasi Laporan implementasi adalah rekap tindakan-tindakan perawatan pada satu periode, yang dapat difilter berdasar ruang, pelaksana dan pasien. Laporan ini dapat menjadi alat monitoring yang efektif tentang kebutuhan pembelajaran bagi perawat. Laporan implementasi juga dapat dijadikan alat bantu operan shift. i. Laporan statistik Laporan statistik yang di munculkan dalam sistem informasi manajaman keperawatan adalah laporan berupa BOR, LOS, TOI dan BTO di ruang tersebut. j. Resume Perawatan Dalam masa akhir perawatan pasien rawat inap, resume keperawatan harus dicantumkan dalam rekam medik. Resume perawatan bermanfaat untuk melihat secara global pengelolaan pasien saat dirawat sebelumnya, jika pasien pernah dirawat di rumah sakit. Dalam sistem, resume perawatan dicetak saat pasien akan keluar dari perawatan. Komputer telah merekam data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan resume perawatan. k. Daftar SAK
  • 5. Standar Asuhan Keperawatan yang ideal adalah berdasarkan evidance based nursing, yang merupakan hasil penelitian dari penerapan standar asuhan keperawatan yang ada. Namun karena dokumen yang tidak lengkap, SAK banyak diadopsi hanya dari literatur yang tersedia. Dalam sistem informasi manajemen keperawatan, SAK berdasarkan rekapan dari sistem yang telah dibuat. l. Presentasi Kasus On Line Sistem dengan jaringan WiFi memungkinkan data pasien dapat diakses dalam ruang converence. Maka presentasi kasus kelolaan di ruang rawat dapat dilakukan on line ketika pasien masih di rawat m. Mengetahui Jasa Perawat Dengan system integrasi dengan SIM RS, memugkinkan perawat mengetahui jasa tindakan yang dilakukannya. n. Monitoring Tindakan Perawat & Monitoring Aktifitas Perawat Manajemen perawatan dapat mengakses langsung tindakan-tindakan yang dilakukan oleh perawat, dan mengetahui pula masing-masing perawat telah melakukan aktifitas keperawatan apa o. Laporan Shift Laporan shift merupakan rekapan dari aktifitas yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan oleh perawat, tergantung item mana yang akan dilaporkan pada masing- masing pasien. p. Monitoring Pasien oleh PN atau Kepala Ruang saat sedang Rapat Monitoring pasien oleh PN atau Kepala Ruang dapat dilakukan ketika PN atau Kepala Ruang sedang rapat di ruang converence. Akan diketahui apakah seorang pasien telah dilakukan pegkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi atau belum .
  • 6. Pembahasan Pendokumentasian keperawatan sudah saatnya untuk dikembangkan dengan berbasis komputer, walaupun demikian pendokumentasian asuhan keperawatan yang berlaku di beberapa rumah sakit di Indonesia umumnya masih menggunakan pendokumentasian tertulis. Padahal pendokumentasian tertulis ini mempunyai banyak kelemahan. Menurut Hariyati, RT (1999) pendokumentasian tertulis ini sering membebani perawat karena perawat harus menuliskan dokumentasi pada form yang telah tersedia dan membutuhkan waktu banyak untuk mengisinya. Permasalahan lain yang sering muncul adalah biaya pencetakan form mahal sehingga sering form pendokumentasian tidak tersedia. Pendokumentasian secara tertulis dan manual juga mempunyai kelemahan yaitu sering hilang. Pendokumentasian yang berupa lembaran- lembaran kertas maka dokumentasi asuhan keperawatan sering terselip. Selain itu pendokumentasian secara tertulis juga memerlukan tempat penyimpanan dan akan menyulitkan untuk pencarian kembali jika sewaktu-waktu pendokumentasian tersebut diperlukan. Dokumentasi yang hilang atau terselip di ruang penyimpanan akan merugikan perawat. Hal ini karena tidak dapat menjadi bukti legal jika terjadi suatu gugatan hukum, dengan demikian perawat berada pada posisi yang lemah dan rentan terhadap gugatan hukum. Oleh karena itu pendokumentasian keperawatan yang menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan perlu diterapkan, dimana fasilitas yang dibuat menjadi lebih lengkap, karena memuat berbagai aspek pendokumentasian seperti yang telah diuraikan diatas sistem ini memuat standar asuhan keperawatan, standart operating procedure (SOP), discharge planning, jadwal dinas perawat, penghitungan angka kredit perawat, daftar diagnosa keperawatan terbanyak, daftar NIC terbanyak, laporan implementasi, laporan statistik, resume perawatan, daftar SAK, presentasi kasus on line, mengetahui jasa perawat, monitoring tindakan perawat & monitoring aktifitas perawat laporan shift dan monitoring pasien oleh PN atau kepala ruang saat sedang rapat Hal sesuai dengan pendapat Jasun (2006) yang mengatyakan bahwa Sistem Informasi Manajemen Keperawatan merupakan “papper less” untuk seluruh dokumen keperawatan perlu diterapkan untuk pendokumentasian keperawatan pada masa yang akan datang. Hal ini didukung oleh pernyataan Sitorus (2006) yang mengatakan bahwa pendokumentasian pada pemberian asuhan keperawatan dapat dilakukan secara manual atau berbasis komputer. Namun terbukti bahwa penerapan berbasis komputer memberikan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu untuk mendukung proses profesionlisme keperawatan di Indonesia, penerapan dokumentasi berbasis komputer menjadi sangat penting.
  • 7. PENUTUP 1. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain : Pendokumentasian Keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. Metode pendokumentasian asuhan keperawatan saat sudah mulai menunjukkan perkembangan, dari yang sebelumnya manual, bergeser kearah komputerisasi. Metode pendokumentasian tersebut dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen. Sistem informasi manajemen berbasis komputer tidak hanya bermanfaat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan, namun juga dapat menjadi pendukung pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan di keperawatan 2. Saran Perlu dibuat suatu mekanisme pendokumentasian yang mudah dan cepat berkaitan dengan dokumentasi proses keperawatan dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen.Keperawatan.