Smart ASN
Lembaga Administrasi Negara
Kegiatan
Belajar 1:
Literasi Digital
8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III
Literasi Digital
● Literasi digital banyak menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses mediasi
media digital yang dilakukan secara produktif (Kurnia & Wijayanto, 2020; Kurnia & Astuti, 2017). Seorang
pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat,
melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.
● Kompetensi literasi digital tidak hanya dilihat dari kecakapan menggunakan media digital (digital skills) saja,
namun juga budaya menggunakan digital (digital culture), etis menggunakan media digital (digital ethics), dan
aman menggunakan media digital (digital safety).
8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III
Indikator Penyusunan Peta Jalan Literasi Digital
International Telecommunication Union (ICT Development Index)
● ICT Development Index (IDI) menggunakan pendekatan 3 kategori (ICT Access,
ICT Skills, ICT Use) dan 11 kriteria indikator
● Pada tahun 2017, peringkat ICT Development Index Indonesia berada di posisi 7
dari 11 negara di Asia Tenggara. Meskipun demikian, Indonesia mencatat
kenaikan skor yang cukup tinggi (+0,47) dalam waktu 1 tahun.
● Laporan ini belum diperbarui di tahun 2018-2019 karena data kurang memadai.
Institute of International Management Development (IMD Digital Competitiveness Ranking)
● IMD Digital Competitiveness menggunakan 3 kategori (Technology, Knowledge, Future Readiness)
dengan 9 sub-faktor dan 52 kriteria indikator.
● Peringkat Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, namun masih lebih rendah
dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan
Malaysia.
● Pada tahun 2020, peringkat Indonesia ada di peringkat 56 dari 63 negara
Indikator Penyusunan Peta Jalan Literasi Digital
Status Literasi Digital Indonesia Survei di 34 Provinsi (Katadata Insight Center)
● Survei ini dilakukan untuk mengukur tingkat literasi digital dengan
menggunakan
kerangka “A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills” (UNESCO,
2018).
● Melalui survei ini, responden diminta untuk mengisi 28 pertanyaan yang
disusun menjadi 7 pilar, 4 sub-indeks menjadi sebuah Indeks Literasi Digital
Indikator Penyusunan Peta Jalan Literasi Digital
Lingkup Literasi Digital : Identifikasi Target User, Total
Serviceable Market
Lingkup Literasi Digital : Identifikasi Target User, Total
Serviceable Market
Tingkat Penetrasi Indonesia sebesar 73,7% dan masyarakat Indonesia yang masih
belum mendapatkan internet sebesar 26,3%
Implementasi Literasi Digital
Kerangka kerja literasi digital untuk kurikulum terdiri dari digital skill,
digital culture, digital ethics, dan digital safety. Kerangka kurikulum
literasi digital digunakan sebagai metode pengukuran tingkat kompetensi
kognitif dan afektif masyarakat dalam menguasai teknologi digital.
Kerangka Kurikulum Literasi Digital
Digital Safety
04
Kemampuan mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis,
menimbang dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi
dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Digital Ethics
03
Kemampuan menyadari, mencontohkan, menyesuaikan
diri,
merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola
etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari
Digital Culture
02
Kemampuan membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan
membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka
Tunggal Ika dalam keseharian dan digitalisasi kebudayaan melalui
pemanfaatan TIK
Digital Skill
01
Kemampuan mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat
keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam
kehidupan sehari-hari
Kegiatan
Belajar 2:
Pilar Literasi
Digital
Etika Bermedia Digital
Tiga tantangan dalam menimbang urgensi penerapan etika bermedia digital :
1. Penetrasi internet yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bukan hanya jumlah
dan
aksesnya yang bertambah, durasi penggunaannya pun meningkat drastis
2. Perubahan perilaku masyarakat yang berpindah dari madia konvensional ke media digital. Karakter media digital
yang serba cepat dan serba instan, menyediakan kesempatan tak terbatas dan big data, telah mengubah perilaku
masyarakat dalam segala hal, mulai dari belajar, bekerja, bertransaksi, hingga berkolaborasi.
3. Intensitas orang berinteraksi dengan gawai semakin tinggi. Situasi pandemi COVID-19 yang menyebabkan
intensitas orang berinteraksi dengan gawai semakin tinggi, sehingga memunculkan berbagai isu dan gesekan.
Semua ini tak lepas dari situasi ketika semua orang berkumpul di media guna melaksanakan segala aktivitasnya,
tanpa batas.
Etika Bermedia Digital
Media digital digunakan oleh siapa saja yang berbeda latar pendidikan dan tingkat kompetensi. Karena
itu, dibutuhkan panduan etis dan kontrol diri (self-controlling) dalam menghadapi jarak perbedaan-
perbedaan tersebut dalam menggunakan media digital, yang disebut dengan Etika Digital. Empat prinsip
etika tersebut menjadi ujung tombak self-control setiap individu dalam mengakses, berinteraksi,
berpartisipasi, dan berkolaborasi di ruang digital, sehingga media digital benar-benar bisa
dimanfaatkan secara kolektif untuk hal-hal positif.
Cakap Bermedia Digital
● Berdasarkan data survei indeks literasi digital nasional 2020 (34 provinsi), akses terhadap
internet kian cepat, terjangkau, dan tersebar hingga ke pelosok (Kominfo, 2020). Dalam
survei tersebut juga terungkap bahwa literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada
level sedang (Katadata Insight Center & Kominfo, 2020).
● Adapun indeks literasi digital yang diukur dibagi ke dalam 4 subindeks, subindeks tertinggi
adalah subindeks informasi dan literasi data serta kemampuan teknologi (3,66), diikuti dengan
subindeks komunikasi dan kolaborasi (3,38), serta informasi dan literasi data (3,17) (Kominfo,
2020).
Cakap Bermedia Digital
● Data tersebut nyatanya selaras dengan laporan indeks pembangunan teknologi informasi dan
komunikasi (ICT Development Index) per tahun 2017. Indonesia menempati posisi 114 dunia
atau kedua terendah di G20 setelah India dalam rilis tersebut (Jayani, 2020).
● Data-data tersebut menunjukkan masih
terdapat
meningkatkannya. Salah satunya adalah
kecakapan
ruang pengembangan untuk
digital sebagai salah satu
area
kompetensi literasi digital bagi setiap individu di era
digital.
Cakap Bermedia Digital
Sumber: Kominfo, Siberkreasi, & Deloitte (2020)
Aman Bermedia Digital
● Kompetensi keamanan digital merupakan kecakapan individual yang bersifat formal dan mau tidak mau bersentuhan dengan
aspek hukum positif. Secara individual, terdapat tiga area kecakapan keamanan digital yang wajib dimiliki oleh pengguna media
digital.
Kognitif
Memahami berbagai konsep dan mekanisme proteksi baik terhadap perangkat digital
(lunak maupun keras) maupun terhadap identitas digital dan data diri.
Afektif
Empati agar pengguna media digital punya kesadaran bahwa keamanan digital bukan sekadar
tentang perlindungan perangkat digital sendiri dan data diri sendiri, melainkan juga menjaga
keamanan pengguna lain sehingga tercipta sistem keamanan yang kuat.
Konatif atau
behavioral
Langkah-langkah praktis untuk melakukan perlindungan identitas digital dan data diri
Budaya Bermedia Digital
Kompetensi keamanan digital merupakan kecakapan individual yang bersifat formal
dan mau tidak mau bersentuhan dengan aspek hukum positif. Secara individual,
terdapat tiga area kecakapan keamanan digital yang wajib dimiliki oleh pengguna
media digital.
Kegiatan Belajar 3:
Implementasi
Literasi Digital dan
Implikasinya
Lanskap Digital – Internet dan Dunia Maya
● Lanskap digital merupakan sebutan kolektif untuk jaringan sosial, surel, situs daring,
perangkat seluler, dan lain sebagainya.
● Fungsi perangkat keras dan perangkat lunak saling berkaitan sehingga tidak bisa lepas satu
sama lain. Kita tidak bisa mengakses dunia digital tanpa fungsi dari keduanya.
● Komputer yang paling dekat dengan kehidupan kita adalah komputer pribadi. Komputer
merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut komputer yang didesain untuk penggunaan
individu (Wempen, 2015)
Kategori Mesin Komputer
Komputer Terdiri dari kotak besar yang disebut unit sistem yang berisi berbagai komponen penting agar komputer ini
dapat bekerja. Kelebihan komputer desktop ini adalah kita meningkatkan performa dan fungsi komputer
dengan mudah.
Notebook merupakan istilah lain dari laptop yang didesain agar bisa dilipat dan mudah dibawa kemana-mana. Dalam
perangkat keras ini sudah terdapat monitor, keyboard, dan keypad yang merangkai jadi satu dengan unit
sistemnya.
Netbook merupakan singkatan dari internet notebook. Biasanya lebih kecil ukurannya dan kemampuannya tidak
sehandal notebook. Sehingga membuat netbook mungkin tidak dapat mengoperasikan perangkat lunak
tertentu. Dari segi harga, netbook lebih terjangkau
Kategori Mesin Komputer
Tablet Komputer portabel yang terdiri dari layar sentuh dengan komponen komputer di dalamnya. Perangkat keras ini
sangat simpel dan mudah dibawa kemana-mana. Namun, perangkat ini biasanya tidak dapat mengoperasikan
beberapa aplikasi perangkat lunak tertentu karena keterbatasan kemampuannya
Telepon Pintar Perangkat telepon yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan berbagai aplikasi perangkat lunak dan
mengakses internet. Sama seperti tablet, telepon pintar biasanya dilengkapi dengan layar sentuh. Telepon pintar
dapat mengoperasikan berbagai perangkat lunak namun tidak sehandal komputer desktop atau notebook.
Kategori Mesin Komputer
● Telepon seluler merupakan salah satu gawai paling populer di Indonesia.
● Pertahun 2019, 63,3% penduduk memiliki telepon pintar dan
diprediksi
mencapai 89,2% dari populasi pada tahun 2025 (Pusparisa, 2020).
● Indonesia menduduki peringkat ke 12 pengguna internet terbanyak. Diestimasi
bahwa lebih dari 53 juta penduduk Indonesia sudah mengakses internet,
meningkat 6,5% dari tahun 2014.
● Penetrasi internet Indonesia juga meningkat, di tahun 2014 hanya 17% meningkat
menjadi 20% di tahun 2016
Sumber: https://gamebrott.com/7-rekomendasi-smartphone-murah-meriah-dengan-ram-besar
Mesin Pencarian Informasi, Cara Penggunaan dan
Pemilahan Data
Tiga Tahapan Kerja Mesin Pencari Informasi
- Penelusuran (crawling), yaitu langkah ketika mesin pencarian informasi yang kita akses
menelusuri triliunan sumber informasi di internet. Penelusuran tersebut mengacu pada kata kunci
yang diketikkan.
- Pengindeksan (indexing), yakni pemilahan data atau informasi yang relevan dengan kata
kunci
yang kita ketikkan.
- Pemeringkatan (ranking), yaitu proses pemeringkatan data atau informasi yang dianggap paling
sesuai dengan yang kita cari.
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
1. Mengetik kata kunci (keyword) di kolom pencarian,
kata kunci dapat berupa satu kata atau lebih.
2. Klik enter, maka berbagai hasil pencarian yang
relevan akan muncul. Jika belum menemukan
informasi yang dibutuhkan, maka kita dapat
mengubah kata kunci yang lebih sesuai.
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
Menggunakan karakter tanda hubung (-) untuk
menghilangkan kata khusus yang tidak diinginkan, misalnya
kita ingin mencari informasi resep masakan selain ayam.
Maka setelah mengetik ‘resep masakan -ayam’, seluruh resep
selain masakan berbahan ayam akan muncul.
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
Menggunakan karakter tanda petik (“ ”) untuk mencari
kata atau frasa yang lebih spesifik. Misalnya, kita ingin
mencari informasi resep masakan soto ayam. Maka setelah
mengetik ‘resep “soto ayam”’, seluruh resep berbagai soto
ayam akan muncul, bukan seluruh masakan yang
mengandung kata ‘soto’ maupun ‘ayam’ saja.
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
Menggunakan istilah OR untuk menemukan salah satu
informasi yang dibutuhkan. Misalnya, kita mengetik ‘soto
ayam OR soto daging’, maka resep yang muncul adalah
soto ayam dan soto daging.
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
Menggunakan sinonim dari kata kunci. Ketika kita masih ragu
dengan istilah yang digunakan, kita dapat menggunakan sinonim dari
kata tersebut dengan diawali tanda baca tilde (~). Misalnya, kita ingin
mencari gula merah namun tidak yakin apakah harus mencari gula
merah atau gula kelapa, maka dapat menuliskan ‘gula ~kelapa’, maka
hasil yang muncul juga akan menampilkan sinonim kata tersebut.
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
Mencari dalam sebuah situs. Misalnya kita ingin
mencari informasi mengenai status gizi balita Indonesia,
agar data tersebut valid maka kita ingin mencari dari
Kementerian Kesehatan RI, maka kita dapat mengetik
‘site:kemkes.go.id status gizi balita indonesia’ dan
seluruh data yang relevan dari situs Kemenkes RI akan
muncul.
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
Menggunakan tanda bintang (*) untuk informasi yang
tidak lengkap. Sebagai contoh, kita lupa bagian dari
sebuah
pribahasa, maka kita dapat mencarinya dengan mengetik
‘sekali * dua tiga pulau terlampaui’
Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi
Mencari informasi diantara dua nilai menggunakan simbol
dua titik (..) dan diakhiri dengan spasi. Contohnya, ketika
ingin mencari sejarah Indonesia dari tahun 1945 hingga 1980
maka kita dapat menuliskan ‘sejarah RI tahun 1945.. 1980’ dan
hasilnya akan menunjukkan berbagai peristiwa sejarah Republik
Indonesia dalam periode tersebut.
Aplikasi Percakapan, dan Media Sosial
● Aplikasi percakapan dan media sosial adalah salah satu
bagian dari perkembangan teknologi yang disebut
sebagai tolok ukur yang sangat menarik yang memiliki
kaitan dengan berbagai aspek (Sun, 2020).
● Menurut data Hootsuite & We Are Social pada bulan
Oktober 2020, aplikasi pesan terbesar masih dikuasai
oleh WhatsApp.
Empat Dimensi Persiapan
● Akses terhadap internet. Aplikasi percakapan dan media sosial bagaimanapun adalah platform digital yang
membutuhkan internet agar bisa beroperasi.
● Syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi. Sangat penting untuk membaca syarat dan ketentuan yang
diberikan oleh aplikasi sebelum menekan tombol setuju (Monggilo dkk., 2020)
● Membuat dan/atau membuka akun. Mendaftarkan akun membutuhkan data-data pribadi, misalnya nama
lengkap, nomor telepon, surel, dan lainnya. Proses inilah yang harus diwaspadai, terutama bila data-data pribadi
tersebut terhubung dengan data bank maupun dompet digital.
● Metode akses. Umumnya dua metode dalam mengakses sebuah aplikasi, yaitu melalui aplikasi mobile yang
dipasang ke perangkat kita dan/atau browser.
Aplikasi Dompet Digital, Loka Pasar
(marketplace), dan Transaksi Digital
● Dompet digital hadir sebagai upaya dalam mewujudkan metode pembayaran nontunai untuk
berbagai keperluan ataupun kebutuhan.
● Tahun 2007, DOKU ID hadir sebagai perusahaan penyedia layanan pembayaran elektronik pertama
di Indonesia. Sekarang, sekurang-kurangnya terdapat lima dompet digital yang populer dan
digemari
oleh masyarakat Indonesia, yaitu ShopeePay, OVO, GoPay, Dana, dan LinkAja.
● Mengacu laporan Populix, pemenuhan kebutuhan konsumsi hari meningkat menggunakan
dompet
digital sebanyak 29,67% selama pandemi COVID-19 (Jati, 2020).
Aplikasi Dompet Digital, Loka Pasar
(marketplace), dan Transaksi Digital
Etika Berinternet (Nettiquette)
● Etika merupakan sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau
sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya K.Bertens (2014: 470).
● Etiket yang didefinisikan sebagai tata cara individu berinteraksi dengan individu lain atau
dalam masyarakat (Pratama, 2014: 471).
● Jadi, etiket berlaku jika individu berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain.
Sementara etika berlaku meskipun individu sendirian. Hal lain yang membedakan etika
dan etiket ialah bentuknya, etika pasti tertulis, misal kode etik Jurnalistik, sedangkan
etiket tidak tertulis (konvensi).
Etika Berinternet (Nettiquette)
Perbedaan Etika dan Etiket Berinternet | Sumber: Laquey (1997), Yuhefizar (2008)
Informasi Hoax, Ujaran Kebencian, Pornografi,
Perundungan, dan Konten Negatif Lainnya
HOAKS
●
KBBI mengartikan hoaks sebagai informasi
bohong
●
Masyarakat
mengungkapkan
Telematika
bahwa
dari
(2017)
1.146
responden, 44,3% menerima hoaks setiap
hari. Sedangkan 17,2% menerima lebih dari
satu kali dalam sehari.
Tips Melindungi Diri dari Hoaks (LibGuides at
University of West Florida, 2021)
a. Evaluasi, Evaluasi, Evaluasi
Gunakan kriteria berikut ini
untuk mengevaluasi sumber:
1) Currency
(keterbaruan informasi)
2) Relevance (relevansi)
3) Authority (penulis)
4) Accuracy (akurasi/ketepatan)
5) Purpose (tujuan)
Sumber foto: Pmjnews.com
Tips Melindungi Diri dari Hoaks (LibGuides at
University of West Florida, 2021)
b.Google It!
Jika kita menemukan sesuatu melalui media sosial, cobalah untuk mencari di mesin pencari informasi, seperti google,
terlebih dahulu! Cobalah telusuri apakah mesin pencari menunjukkan tiga hal berikut:
1) Ada/tidaknya situs berita terkemuka lainnya melaporkan hal yang sama
2) Ada/tidaknya situs web cek fakta telah membantah klaim tersebut
3) Jika hanya oknum tertentu yang melaporkan klaim tersebut, maka dalam kasus ini, mungkin diperlukan lebih banyak
penggalian.
c. Dapatkan Berita dari Sumber Berita: buka langsung situs web berita yang kredibel mengenai berita tersebut.
d.Bedakan Opini dengan Fakta: opini sekarang banyak digunakan dalam sumber berita. Kita mungkin setuju dengan
pendapat yang disajikan atau penulis mungkin hanya mengkontekstualisasikan fakta.
Perundungan di Dunia Maya (cyberbullying)
Cyberbullying merupakan tindakan agresif dari seseorang atau
sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah (secara fisik
maupun mental), dengan menggunakan media digital. Tindakan ini
bisa dilakukan terus menerus oleh yang bersangkutan (UNICEF,
n.d.).
Foto :
Freepik.com
Bagaimana Membedakan Candaan dengan
Cyberbullying ?
Jika suatu ujaran membuat kita merasa sakit hati dan membuat
orang lain menertawai kita (bukan kita ikut serta tertawa bersama
mereka) maka candaan tersebut telah melewati batas. Ketika kita
meminta lawan bicara untuk berhenti namun mereka tetap
mengutarakan candaan tersebut kita merasa tidak
nyaman, artinya ini tergolong bullying. Sementara jika hal tersebut
terjadi di
dunia maya, maka disebut sebagai cyberbullying.
Foto :
Pixabay
Bentuk Cyberbullying
● Doxing (membagikan data personal seseorang ke dunia maya)
● Cyberstalking (mengintip dan memata-matai seseorang di dunia maya)
● Revenge porn (membalas dendam melalui penyebaran foto/video intim/vulgar seseorang).
Selain balas dendam, perundungan ini juga dapat bertujuan untuk memeras korban.
Perundungan ini bisa memunculkan rasa takut si korban, bahkan dapat terjadi kekerasan fisik di
dunia nyata/offline (Dhani, 2016).
Urgensi Menghentikan Cyberbullying
● Menurut Polda Metro Jaya, tahun 2018 di Indonesia tercatat 25
kasus perundungan ini muncul di dunia maya.
● Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan terdapat 22,4%
anak korban perundungan. Ditengarai hal ini terjadi karena
tingginya penggunaan internet (Putra, 2019).
● Perundungan di dunia maya berpotensi semakin tinggi jika
dibiarkan mengingat semakin tingginya penggunaan internet, di
Indonesia dari tahun ke tahun. Literasi digital diperlukan ke
masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja untuk meminimalisir
kejadian.
Foto :
Kompas.com
Tips Menghadapi Cyberbullying
1. Kita dapat melaporkan posting tersebut di sosial media karena seluruh media sosial berkewajiban
menjaga penggunanya tetap nyaman berinteraksi.
2. Jika perundungan tersebut membahayakan, segeralah menghubungi polisi.
3. Cobalah mengambil gambar (screen capture) bukti perundungan jika sewaktu-waktu dibutuhkan
saat melapor.
Ujaran Kebencian (Hate Speech)
Ujaran kebencian atau hate speech adalah ungkapan atau ekspresi
yang menganjurkan ajakan untuk mendiskreditkan, menyakiti
seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan membangkitkan
permusuhan, kekerasan, dan diskriminasi kepada orang atau kelompok
tersebut.
Foto: Sorogan.id
Pengetahuan Dasar Berinteraksi, Partisipasi, dan Kolaborasi di Ruang
Digital yang Sesuai dengan Kaidah Etika Digital dan Peraturan yang
Berlaku
(JRC)
Joint Research
Centre
European Commission
Partisipasi
Partisipasi merupakan proses terlibat aktif
dalam berbagi data dan informasi yang
bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Proses ini berakhir pada menciptakan
konten kreatif dan positif untuk
menggerakkan lingkungan sekitar.
Kolaborasi
Kolaborasi
merupakan
proses kerjasama antar
pengguna untuk memecahkan masalah bersama
(Monggilo, 2020). Kompetensi ini mengajak peserta
untuk berinisiatif dan mendistribusikan informasi
yang jujur, akurat, dan etis dengan bekerja sama
dengan kelompok masyarakat dan pemangku
kepentingan lainnya (Kurnia, 2020).
Berinteraksi dan Bertransaksi secara Elektronik di Ruang Digital
Sesuai dengan Peraturan yang Berlaku
● Bank Indonesia (Ridhoi, 2020) mencatat volume dan nilai transaksi uang elektronik di Indonesia
terus meningkat dalam lima tahun ke belakang. Lonjakan tertinggi tercatat dalam rentang 2017-
2018.
● Secara volume, pertumbuhan sebesar 209,8% dari 943,3 juta transaksi menjadi 2.922,7 miliar.
Nominalnya tumbuh 281,4% dari Rp 12,4 triliun menjadi Rp 47,2 triliun.
● Kemudian berdasarkan data yang iPrice dan Jakpat kumpulkan, 26% dari total 1000 responden
menyebutkan mereka memilih untuk menggunakan e-wallet/e-money sebagai metode pembayaran
saat melakukan online shopping di e-commerce (Devita, 2020).
Berinteraksi dan Bertransaksi secara Elektronik di Ruang Digital
Sesuai dengan Peraturan yang Berlaku
Pengguna media digital harus bijak dan waspada dalam bertransaksi, karena dapat berdampak negatif bagi kita ketika
melakukan transaksi daring di sosial media. Media sosial memiliki lima karakteristik yakni (Banyumurti, 2019):
a. Terbuka. Siapapun dapat memiliki akun media sosial dengan batasan tertentu, seperti usia.
b. Memiliki halaman profil pengguna. Tersedia menu profil yang memungkinkan setiap pengguna menyajikan informasi
tentang dirinya sebagai pemilik akun.
c. User Generated Content. Terdapat fitur bagi setiap pengguna untuk bisa membuat konten dan menyebarkannya melalui
platform media sosial.
d. Tanda waktu di setiap unggahan. Sehingga bisa diketahui kapan unggahan tersebut dibuat.
e. Interaksi dengan pengguna lain. Media sosial menyediakan fitur agar kita dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya.
Transaksi Elektronik/Transaksi Daring
● Berdasarkan UU ITE No 11 tahun 2008, transaksi elektronik adalah dengan menggunakan
komputer, jaringan komputer, dan media elektronik lainnya.
● Alat transaksi daring adalah metode pembayaran saat kita melakukan pembelanjaan daring.
Jenis pembayaran atau transaksi daring diantaranya ialah transfer bank, dompet digital/e-
money, COD (Cash on Delivery) atau pembayaran di tempat, pembayaran luring, kartu debit,
kartu kredit.
Keunggulan Internet Untuk Transaksi
Alat Transaksi Daring
Kompetensi Akses: Mengenal Lapak
Kompetensi Verifikasi: Mari Bijak Bertransaksi
Tips aman bertransaksi (Young Americans : Centre for Financial Education (n.d)
a. Periksalah koneksi https, artinya situs web menggunakan koneksi yang aman bagi data pribadi yang kita masukkan
b. Meneliti akun penjual. Kita dapat meneliti dari nomor telepon yang mungkin dapat dihubungi jika kita mengalami kendala saat bertransaksi. Selain
itu, kita juga dapat menelitinya dari ulasan pembeli sebelumnya
c. Menggunakan metode pembayaran yang aman. Sebaiknya hindari pembayaran transfer langsung ke rekening penjual. Kartu kredit dapat
menjadi
pilihan yang paling aman, jika kita tidak mau membagikan nomor kartu ke banyak penjual, maka kita bisa menggunakan jasa pembayaran
seperti
Paypal, Google Wallet, dan sebagainya.
d. Simpan riwayat transaksi, termasuk diantaranya tanggal, nomor transaksi, deskripsi, harga produk, hingga riwayat surel transaksi. Hal ini mungkin
berguna saat terjadi kendala.
e. Hindari memberikan password, kode OTP, dan data penting lainnya kepada siapapun.
f. Jangan gunakan tanggal lahir, nomor ponsel, nama teman/hewan/saudara sebagai kata sandi.
g. Berhati-hati dengan pesan scam melalui surel (yang terkadang disertai tautan tertentu) dan situs web yang mencurigakan.
h. Berhati-hati menggunakan komputer umum yang digunakan untuk transaksi online. Pastikan tidak meninggalkan komputer tanpa pengawasan
saat
Fitur Proteksi Perangkat Keras
I/O Protection
CPU Protection
TIMER
Memory Protection
Bare Register
Limit
Register
Urgensi Melindungi Perangkat Digital
● Perangkat digital seperti gawai atau peranti komputer yang kita miliki adalah alat utama yang bisa digunakan
untuk mengakses internet, namun setiap teknologi memiliki beragam celah yang bisa dimanfaatkan orang yang
tidak bertanggung jawab.
● Sebuah perangkat digital selalu terdiri dari dua kelompok komponen utama: perangkat keras (layar ponsel,
monitor, keyboard, hardisk, dan kartu penyimpanan) dan perangkat lunak (aplikasi dan program yang
ditanamkan)
● Melakukan proteksi perangkat digital bertujuan agar perangkat digital yang kita gunakan tidak disalahgunakan
oleh orang lain, karena perangkat digital yang kita miliki saat ini menjadi kunci untuk berbagai aktivitas digital
(Transaksi, Foto & Video, Data).
Memahami & Melindungi Data Pribadi
Memahami & Melindungi Data Pribadi
Penipuan Digital
Penipuan daring memanfaatkan seluruh aplikasi pada
platform media internet untuk menipu para korban dengan
berbagai modus, menggunakan sistem elektronik
(komputer, internet, perangkat telekomunikasi) yang
disalahgunakan untuk menampilkan upaya menjebak
pengguna internet dengan beragam cara.
Kerugian dari Kejahatan Dunia Maya yang
Dilaporkan IC3 2014-2018
Ragam Penipuan Digital
Tips Melindungi diri dari Penipuan
a. Jangan pernah membagikan ataupun mengunggah alamat email ke publik. Hal ini
bertujuan untuk mengurangi risiko pengiriman email spam maupun peretasan
apabila kata sandinya lemah dan mudah ditebak.
b. Berpikir sebelum meng-klik tautan link maupun mengunduh dokumen dari sumber
yang tidak jelas.
c. Jangan membalas pesan spam karena pengirim pesan dapat mengetahui bahwa
alamat surel tersebut aktif dan meningkatkan risiko surel tersebut menjadi target
penipuan lainnya.
d. Gunakan aplikasi penyaring spam dan antivirus untuk menurunkan risiko
e. Hindari penggunaan email pribadi maupun perusahaan untuk mendaftar aplikasi
yang tidak terlalu penting
Rekam Jejak Digital di Media
A. Dua Sisi Jejak Digital
POSITIF
NEGATIF Penyalahgunaan jejak digital (Penindasan, Pelecehan, Manipulasi, Pemerasan)
Untuk aparat penegak hukum (Riwayat Log In, Jejak SMS/Telp)
Rekam Jejak Digital di Media
B. Rekam Jejak Digital Sulit Dihilangkan
Tidak ada cara menghapus Jejak Digital. Kita bisa saja meminta penyedia platform media digital
untuk menghapus data yang kita miliki. Kita juga bisa menghapus atau menutup akun. Namun,
dalam konteks kehidupan digital, kita tidak pernah hidup sendiri. Cara lain untuk mengelola jejak
digital kita adalah dengan mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip literasi digital.
10 Kompetensi Digital Japelidi
Tips Manajemen Jejak Digital (Digital Health Agency, 2020)
Mengidentifikasi Jejak Digital Cari nama kita di mesin pencarian informasi dan identifikasi apa saja informasi yang terlihat secara publik
Perbaharui Informasi Pastikan data personal dan data mengenai pekerjaan kita sudah menunjukkan informasi terkini. Kita bisa menelusuri mana
informasi yang ingin kita tampilkan dan mana yang tidak.
Pikirkan Sebelum Unggah Pastikan kita memahami apakah yang kita bagikan penting dan apakah akan membahayakan kita sendiri atau orang lain di
masa depan?
Pelajari Aturan Privasi Pahami data apa saja data yang dikumpulkan oleh platform yang kita
gunakan.
Cek Pengaturan Konfigurasi Cek pengaturan konfigurasi di gawai yang kita gunakan dan pelajari apakah aplikasi tertentu dapat mengakses informasi
seperti foto, lokasi, kalender, dan kontak.
Gunakan Kata Sandi Unik Gunakan kata sandi yang unik dan kuat di setiap gawai, aplikasi, dan akun daring. Pertimbangkan pula untuk menggunakan
verifikasi lain seperti pemindai sidik jari dan wajah.
Bersihkan Histori Bersihkan histori pencarian setelah digunakan
Jelaskan sejauh mana kita mau orang
lain mengunggah data kita
Ingat bahwa orang lain, termasuk keluarga, teman, organisasi profesional, dapat mengunggah informasi mengenai kita
secara daring.
Rencana Masa Depan Pertimbangkan untuk membagikan daftar akun media sosial yang kita gunakan dan bagikan kepada orang yang kita
percaya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan.
Tinjau Secara Berkala Tinjau secara berkala untuk memperbarui seluruh informasi dan pengaturan privasi akun media sosial kita.
Catfishing
Catfish memiliki arti sebagai
seseorang yang menggunakan profil
personal palsu
pada SNS untuk melakukan
atau melakukan
penipuan
kecurangan
(Catfish
Definition, n.d.).
Sumber: Google.com
4 Komponen Konstruksi Identitas
Nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan Kecakapan Digital
dalam Kehidupan Berbudaya, Berbangsa, dan Bernegara
● Populasi kaum muda yang tinggi memberikan peluang bagi bangsa Indonesia untuk terus lebih
berkembang di dunia teknologi digital, tetapi yang perlu diperhatikan adalah penggunaan internet dalam
benar sesuai dengan kecakapan yang berlandaskan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
● Tantangannya ada pada kemampuan mencerna informasi, sehingga pendidikan karakter adalah salah satu
cara dalam penanaman nilai-nilai nasionalisme dan penanaman semangat kebangsaan dan pemahaman
akan kebhinekaan
● Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan panduan kehidupan berbangsa, bernegara dan berbudaya
di Indonesia, dan Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbudaya,
berbangsa, dan bernegara.
KONTEKS KE-INDONESIAAN WARGA NEGARA DIGITAL
Mengacu pada 10 Kompetensi Literasi Japelidi, dengan konseptualisasi
nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, ada 5 Kompetensi Dasar
Digitalisasi Kebudayaan melalui Pemanfaatan TIK
Beragam sajian dalam bentuk foto, video, maupun
tulisan, saat ini tersebar di semua lini media digital kita,
dan kita sudah mempunyai modal untuk membuat
konten, namun konten yang kita buat tetap harus
menghargai pribadi masyarakat yang beragam budaya
Partisipasi adalah kompetensi penting literasi
digital
Partisipasi literasi digital dalam seni budaya tradisional dan
kontemporer bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya
adalah bergabung dengan berbagai kelompok seni budaya
tradisional & kontemporer, serta menjadi bagian dari kelompok
penjaga dan pelestari bahasa daerah di masing-masing daerah.
Berpartisipasilah dengan mendorong agar lembaga budaya atau
komunitas ini memiliki media digital, sehingga mampu
menghadirkan seni, budaya dan bahasa daerah mereka dalam
ruang digital yang lebih luas.
Kolaborasi Budaya Visual: Lembaga, Pameran,
Intervensi Budaya
Bentuk kolaborasi paling sederhana adalah
melakukan pameran-pameran di bidang
budaya. Kegiatan pameran ini dapat dikemas
dalam bentuk visual digital.
Contoh Pameran Virtual di Ruang Digital
Sumber foto:
https://bali.tribunnews.com/2020/08/12/dibuka-hari-ini-inilah-keistimewaan-pameranvirtual-seni-rupa-literacy-across-cultures
Mendorong Perilaku Mencintai Produk dalam
Negeri dan Kegiatan Produktif Lainnya
Fenomena Jual - Beli dunia maya semakin marak ketika
pandemi, sehingga menjadikan Media sosial dan
ecommerce menjadi pilihan masyarakat untuk berbisnis
di negeri sendiri Hal ini menjadi minat masyarakat
indonesia untuk mencintai produk dalam negri
sekaligus peluang Indonesia untuk dilirik asing, dan
menjadikan produk - produk indonesia sebagai potensi
besar mancanegara.
Digital Rights (Hak Digital Warganegara)
● Hak digital adalah hak asasi manusia yang menjamin tiap warga negara untuk mengakses,
menggunakan, membuat, dan menyebarluaskan media digital. Hak Digital meliputi hak untuk
mengakses, hak untuk berekspresi dan hak untuk merasa nyaman.
● Hak harus diiringi dengan tanggung jawab. Tanggung jawab digital, meliputi menjaga hak-hak atau
reputasi orang lain, menjaga keamanan nasional atau atau ketertiban masyarakat atau kesehatan atau
moral publik.
● Hak dan kewajiban digital dapat memengaruhi kesejahteraan digital setiap pengguna. Kesejahteraan
digital merupakan istilah yang merujuk pada dampak dari layanan teknologi dan digital terhadap
kesehatan mental, fisik, dan emosi seseorang.
Aspek Kesejahteraan Individu (Jisc, n.d)
4 Aspek Kesejahteraan Digital
Individu yang Dikelilingi
oleh 8 Prinsip Praktik Digital yang
Baik
Aspek Kesejahteraan Individu (Jisc, n.d)
Pada bagian dasar piramida, terdapat dua segitiga
yang menggambarkan dampak positif dan negatif
dari teknologi terhadap kesejahteraan individu.
Segitiga di tengah mengilustrasikan potensi dari
teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan pada
individu dan segitiga di puncak menekankan bahwa
seorang individu perlu kesadaran dan kemampuan
untuk merubah aktivitas digitalnya. Dampak
teknologi maupun aktivitas digital dapat berupa
dampak positif maupun negatif, tergantung konteks
personal, kondisi, dan kemampuan untuk
menanggulangi dampak tersebut.
4 Kesejahteraan Digital
8 Prinsip Praktik Digital
1. Menyediakan pelayanan inklusif dan responsif yang
mendorong pekerjaan digital maupun aktivitas pembelajaran
2. Menyertakan aspek kesejahteraan digital dalam kebijakan yang
sudah ada, khususnya yang berkaitan dengan
kebijakan
aksesibilitas dan inklusi
3. Menyediakan lingkungan fisik dan daring yang aman. Prinsip
ini termasuk penyediaan pencahayaan ruangan yang memadai,
akses WiFi, dsb dan memastikan setiap individu mematuhi
peraturan mengenai kesehatan dan keselamatan.
8 Prinsip Praktik Digital
4.Mematuhi petugas yang bertanggung jawab mengenai aktivitas
digital (misalnya penanggung jawab aktivitas digital di kantor
maupun dalam aktivitas belajar di sekolah).
5.Penuhi tanggung jawab etik dan hukum yang berhubungan dengan
aksesibilitas, kesehatan, kesetaraan, dan inklusi (misalnya peraturan
ketenagakerjaan mengenai lembur, UU ITE, dsb)
6.Menyediakan pelatihan, kesempatan belajar, pendampingan, dan
bantuan partisipasi dalam kegiatan digital (misalnya peningkatan
kapasitas kemampuan digital bagi pekerja maupun siswa)
8 Prinsip Praktik Digital
7.Memahami potensi dampak positif maupun negatif dari
aktivitas digital pada kesejahteraan individu
8.Menyediakan sistem, perlengkapan, dan konten digital yang
inklusif dan mudah diakses
Hak & Kewajiban dalam Dunia Digital (Council of
Europe, n.d)
1. Akses dan tidak diskriminatif
2. Kebebasan berekspresi dan mendapatkan informasi
3. Kebebasan berkumpul, berkelompok, dan partisipasi
4. Perlindungan privasi dan data.
5. Pendidikan dan literasi.
6. Perlindungan terhadap anak.
7. Hak mendapatkan pertolongan terhadap pelanggaran hak
asasi.
Lembaga Adminstrasi Negara

More Related Content

PPTX
Bahan Paparan Smart ASN BER- AKHLAK.pptx
PPTX
Materi Agenda III.pptx
PDF
Kepemimpinan Digital - Drs. Sadjan, M.Si.pdf
PPTX
PENJELASAN TENTANG SMART ASN DI INDONESIA
PPTX
Smart ASN 30 Maret NILAI NILAI BERAKHLAK.pptx
PPTX
Bahan Tayang Mapel Smart ASN Latsar CPNS
DOCX
Laporan tugas 2 SDLC
PDF
Aman Bermedia Digital Final
Bahan Paparan Smart ASN BER- AKHLAK.pptx
Materi Agenda III.pptx
Kepemimpinan Digital - Drs. Sadjan, M.Si.pdf
PENJELASAN TENTANG SMART ASN DI INDONESIA
Smart ASN 30 Maret NILAI NILAI BERAKHLAK.pptx
Bahan Tayang Mapel Smart ASN Latsar CPNS
Laporan tugas 2 SDLC
Aman Bermedia Digital Final

Similar to 8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III (20)

PDF
Aman Bermedia Digital by Om Jay.pdf
PDF
Ringkasan Dialog Nasional ID-IGF 2017 - Bahasa Indonesia (tata kelola interne...
PDF
SUMMARY DIALOG NASIONAL ID-IGF 2017 (BAHASA)
PPTX
Berpikir Komputasional dan Literasi Digital di Era Indonesia Modern.pptx
PDF
Survei Kompetensi Digital Siswa Indonesia.pdf
PDF
Kebijakan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Koding-KA).pdf
PPTX
Smart ASN untuk mengimplementasi CPNS.pptx
DOCX
Vita agustina telekomunikasi, internet dan teknologi nirkabel.
PDF
Ringkasan Dialog Nasional ID-IGF 2022 - Bahasa Indonesia (tata kelola interne...
PDF
Siberpedia | Panduan Pintar Keamanan Siber
DOCX
Materi etika kewargaan digital
PDF
13, SM, Rahma Arya S, Hapzi Ali, Strategic Management: Digital Era, Universit...
PPTX
Literasi Digital Sebagai Jalan Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Society 5...
PDF
Tugas sim telekomunikasi, internet dan teknologi nirkabel
PDF
Ringkasan Hasil Dialog Nasional ID-IGF (20 Agustus 2014)
PDF
Ringkasan Dialog ID-IGF 2014
PDF
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA E-BUSINESS
PPTX
PPT_KELOMPOK_3_LITERASI PEMBELAJARAN FISIKA.pptx
PDF
MODUL TATA KELOLA INTERNET
PPTX
Perkembangan jaringan telekomunikasi di Indonesia
Aman Bermedia Digital by Om Jay.pdf
Ringkasan Dialog Nasional ID-IGF 2017 - Bahasa Indonesia (tata kelola interne...
SUMMARY DIALOG NASIONAL ID-IGF 2017 (BAHASA)
Berpikir Komputasional dan Literasi Digital di Era Indonesia Modern.pptx
Survei Kompetensi Digital Siswa Indonesia.pdf
Kebijakan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Koding-KA).pdf
Smart ASN untuk mengimplementasi CPNS.pptx
Vita agustina telekomunikasi, internet dan teknologi nirkabel.
Ringkasan Dialog Nasional ID-IGF 2022 - Bahasa Indonesia (tata kelola interne...
Siberpedia | Panduan Pintar Keamanan Siber
Materi etika kewargaan digital
13, SM, Rahma Arya S, Hapzi Ali, Strategic Management: Digital Era, Universit...
Literasi Digital Sebagai Jalan Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Society 5...
Tugas sim telekomunikasi, internet dan teknologi nirkabel
Ringkasan Hasil Dialog Nasional ID-IGF (20 Agustus 2014)
Ringkasan Dialog ID-IGF 2014
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA E-BUSINESS
PPT_KELOMPOK_3_LITERASI PEMBELAJARAN FISIKA.pptx
MODUL TATA KELOLA INTERNET
Perkembangan jaringan telekomunikasi di Indonesia
Ad

More from YahmanMgl (6)

PPTX
1-Paparan Lokakarya Pendampingan sekolah penggerak
PPTX
2-Paparan Refleksi Lokakarya sekolah penggerak
PPTX
Ceramah Kinerja LAN 040625 Tahun 2025 terbaru
PPTX
media pembelajaran, jenis media dan fungsinya
PDF
240125 KEYNOTE SPEECH Paparan Menteri PANRB LAN UID_v1.pdf
PPT
fiqih tentang masjid bagaimana cara memakmurkannya
1-Paparan Lokakarya Pendampingan sekolah penggerak
2-Paparan Refleksi Lokakarya sekolah penggerak
Ceramah Kinerja LAN 040625 Tahun 2025 terbaru
media pembelajaran, jenis media dan fungsinya
240125 KEYNOTE SPEECH Paparan Menteri PANRB LAN UID_v1.pdf
fiqih tentang masjid bagaimana cara memakmurkannya
Ad

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PDF
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPTX
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf

8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III

  • 4. Literasi Digital ● Literasi digital banyak menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif (Kurnia & Wijayanto, 2020; Kurnia & Astuti, 2017). Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. ● Kompetensi literasi digital tidak hanya dilihat dari kecakapan menggunakan media digital (digital skills) saja, namun juga budaya menggunakan digital (digital culture), etis menggunakan media digital (digital ethics), dan aman menggunakan media digital (digital safety).
  • 6. Indikator Penyusunan Peta Jalan Literasi Digital International Telecommunication Union (ICT Development Index) ● ICT Development Index (IDI) menggunakan pendekatan 3 kategori (ICT Access, ICT Skills, ICT Use) dan 11 kriteria indikator ● Pada tahun 2017, peringkat ICT Development Index Indonesia berada di posisi 7 dari 11 negara di Asia Tenggara. Meskipun demikian, Indonesia mencatat kenaikan skor yang cukup tinggi (+0,47) dalam waktu 1 tahun. ● Laporan ini belum diperbarui di tahun 2018-2019 karena data kurang memadai.
  • 7. Institute of International Management Development (IMD Digital Competitiveness Ranking) ● IMD Digital Competitiveness menggunakan 3 kategori (Technology, Knowledge, Future Readiness) dengan 9 sub-faktor dan 52 kriteria indikator. ● Peringkat Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia. ● Pada tahun 2020, peringkat Indonesia ada di peringkat 56 dari 63 negara Indikator Penyusunan Peta Jalan Literasi Digital
  • 8. Status Literasi Digital Indonesia Survei di 34 Provinsi (Katadata Insight Center) ● Survei ini dilakukan untuk mengukur tingkat literasi digital dengan menggunakan kerangka “A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills” (UNESCO, 2018). ● Melalui survei ini, responden diminta untuk mengisi 28 pertanyaan yang disusun menjadi 7 pilar, 4 sub-indeks menjadi sebuah Indeks Literasi Digital Indikator Penyusunan Peta Jalan Literasi Digital
  • 9. Lingkup Literasi Digital : Identifikasi Target User, Total Serviceable Market
  • 10. Lingkup Literasi Digital : Identifikasi Target User, Total Serviceable Market Tingkat Penetrasi Indonesia sebesar 73,7% dan masyarakat Indonesia yang masih belum mendapatkan internet sebesar 26,3%
  • 11. Implementasi Literasi Digital Kerangka kerja literasi digital untuk kurikulum terdiri dari digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Kerangka kurikulum literasi digital digunakan sebagai metode pengukuran tingkat kompetensi kognitif dan afektif masyarakat dalam menguasai teknologi digital.
  • 12. Kerangka Kurikulum Literasi Digital Digital Safety 04 Kemampuan mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Digital Ethics 03 Kemampuan menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari Digital Culture 02 Kemampuan membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam keseharian dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK Digital Skill 01 Kemampuan mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari
  • 14. Etika Bermedia Digital Tiga tantangan dalam menimbang urgensi penerapan etika bermedia digital : 1. Penetrasi internet yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bukan hanya jumlah dan aksesnya yang bertambah, durasi penggunaannya pun meningkat drastis 2. Perubahan perilaku masyarakat yang berpindah dari madia konvensional ke media digital. Karakter media digital yang serba cepat dan serba instan, menyediakan kesempatan tak terbatas dan big data, telah mengubah perilaku masyarakat dalam segala hal, mulai dari belajar, bekerja, bertransaksi, hingga berkolaborasi. 3. Intensitas orang berinteraksi dengan gawai semakin tinggi. Situasi pandemi COVID-19 yang menyebabkan intensitas orang berinteraksi dengan gawai semakin tinggi, sehingga memunculkan berbagai isu dan gesekan. Semua ini tak lepas dari situasi ketika semua orang berkumpul di media guna melaksanakan segala aktivitasnya, tanpa batas.
  • 15. Etika Bermedia Digital Media digital digunakan oleh siapa saja yang berbeda latar pendidikan dan tingkat kompetensi. Karena itu, dibutuhkan panduan etis dan kontrol diri (self-controlling) dalam menghadapi jarak perbedaan- perbedaan tersebut dalam menggunakan media digital, yang disebut dengan Etika Digital. Empat prinsip etika tersebut menjadi ujung tombak self-control setiap individu dalam mengakses, berinteraksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi di ruang digital, sehingga media digital benar-benar bisa dimanfaatkan secara kolektif untuk hal-hal positif.
  • 16. Cakap Bermedia Digital ● Berdasarkan data survei indeks literasi digital nasional 2020 (34 provinsi), akses terhadap internet kian cepat, terjangkau, dan tersebar hingga ke pelosok (Kominfo, 2020). Dalam survei tersebut juga terungkap bahwa literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada level sedang (Katadata Insight Center & Kominfo, 2020). ● Adapun indeks literasi digital yang diukur dibagi ke dalam 4 subindeks, subindeks tertinggi adalah subindeks informasi dan literasi data serta kemampuan teknologi (3,66), diikuti dengan subindeks komunikasi dan kolaborasi (3,38), serta informasi dan literasi data (3,17) (Kominfo, 2020).
  • 17. Cakap Bermedia Digital ● Data tersebut nyatanya selaras dengan laporan indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (ICT Development Index) per tahun 2017. Indonesia menempati posisi 114 dunia atau kedua terendah di G20 setelah India dalam rilis tersebut (Jayani, 2020). ● Data-data tersebut menunjukkan masih terdapat meningkatkannya. Salah satunya adalah kecakapan ruang pengembangan untuk digital sebagai salah satu area kompetensi literasi digital bagi setiap individu di era digital.
  • 18. Cakap Bermedia Digital Sumber: Kominfo, Siberkreasi, & Deloitte (2020)
  • 19. Aman Bermedia Digital ● Kompetensi keamanan digital merupakan kecakapan individual yang bersifat formal dan mau tidak mau bersentuhan dengan aspek hukum positif. Secara individual, terdapat tiga area kecakapan keamanan digital yang wajib dimiliki oleh pengguna media digital. Kognitif Memahami berbagai konsep dan mekanisme proteksi baik terhadap perangkat digital (lunak maupun keras) maupun terhadap identitas digital dan data diri. Afektif Empati agar pengguna media digital punya kesadaran bahwa keamanan digital bukan sekadar tentang perlindungan perangkat digital sendiri dan data diri sendiri, melainkan juga menjaga keamanan pengguna lain sehingga tercipta sistem keamanan yang kuat. Konatif atau behavioral Langkah-langkah praktis untuk melakukan perlindungan identitas digital dan data diri
  • 20. Budaya Bermedia Digital Kompetensi keamanan digital merupakan kecakapan individual yang bersifat formal dan mau tidak mau bersentuhan dengan aspek hukum positif. Secara individual, terdapat tiga area kecakapan keamanan digital yang wajib dimiliki oleh pengguna media digital.
  • 21. Kegiatan Belajar 3: Implementasi Literasi Digital dan Implikasinya
  • 22. Lanskap Digital – Internet dan Dunia Maya ● Lanskap digital merupakan sebutan kolektif untuk jaringan sosial, surel, situs daring, perangkat seluler, dan lain sebagainya. ● Fungsi perangkat keras dan perangkat lunak saling berkaitan sehingga tidak bisa lepas satu sama lain. Kita tidak bisa mengakses dunia digital tanpa fungsi dari keduanya. ● Komputer yang paling dekat dengan kehidupan kita adalah komputer pribadi. Komputer merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut komputer yang didesain untuk penggunaan individu (Wempen, 2015)
  • 23. Kategori Mesin Komputer Komputer Terdiri dari kotak besar yang disebut unit sistem yang berisi berbagai komponen penting agar komputer ini dapat bekerja. Kelebihan komputer desktop ini adalah kita meningkatkan performa dan fungsi komputer dengan mudah. Notebook merupakan istilah lain dari laptop yang didesain agar bisa dilipat dan mudah dibawa kemana-mana. Dalam perangkat keras ini sudah terdapat monitor, keyboard, dan keypad yang merangkai jadi satu dengan unit sistemnya. Netbook merupakan singkatan dari internet notebook. Biasanya lebih kecil ukurannya dan kemampuannya tidak sehandal notebook. Sehingga membuat netbook mungkin tidak dapat mengoperasikan perangkat lunak tertentu. Dari segi harga, netbook lebih terjangkau
  • 24. Kategori Mesin Komputer Tablet Komputer portabel yang terdiri dari layar sentuh dengan komponen komputer di dalamnya. Perangkat keras ini sangat simpel dan mudah dibawa kemana-mana. Namun, perangkat ini biasanya tidak dapat mengoperasikan beberapa aplikasi perangkat lunak tertentu karena keterbatasan kemampuannya Telepon Pintar Perangkat telepon yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan berbagai aplikasi perangkat lunak dan mengakses internet. Sama seperti tablet, telepon pintar biasanya dilengkapi dengan layar sentuh. Telepon pintar dapat mengoperasikan berbagai perangkat lunak namun tidak sehandal komputer desktop atau notebook.
  • 25. Kategori Mesin Komputer ● Telepon seluler merupakan salah satu gawai paling populer di Indonesia. ● Pertahun 2019, 63,3% penduduk memiliki telepon pintar dan diprediksi mencapai 89,2% dari populasi pada tahun 2025 (Pusparisa, 2020). ● Indonesia menduduki peringkat ke 12 pengguna internet terbanyak. Diestimasi bahwa lebih dari 53 juta penduduk Indonesia sudah mengakses internet, meningkat 6,5% dari tahun 2014. ● Penetrasi internet Indonesia juga meningkat, di tahun 2014 hanya 17% meningkat menjadi 20% di tahun 2016 Sumber: https://gamebrott.com/7-rekomendasi-smartphone-murah-meriah-dengan-ram-besar
  • 26. Mesin Pencarian Informasi, Cara Penggunaan dan Pemilahan Data
  • 27. Tiga Tahapan Kerja Mesin Pencari Informasi - Penelusuran (crawling), yaitu langkah ketika mesin pencarian informasi yang kita akses menelusuri triliunan sumber informasi di internet. Penelusuran tersebut mengacu pada kata kunci yang diketikkan. - Pengindeksan (indexing), yakni pemilahan data atau informasi yang relevan dengan kata kunci yang kita ketikkan. - Pemeringkatan (ranking), yaitu proses pemeringkatan data atau informasi yang dianggap paling sesuai dengan yang kita cari.
  • 28. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi 1. Mengetik kata kunci (keyword) di kolom pencarian, kata kunci dapat berupa satu kata atau lebih. 2. Klik enter, maka berbagai hasil pencarian yang relevan akan muncul. Jika belum menemukan informasi yang dibutuhkan, maka kita dapat mengubah kata kunci yang lebih sesuai.
  • 29. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi Menggunakan karakter tanda hubung (-) untuk menghilangkan kata khusus yang tidak diinginkan, misalnya kita ingin mencari informasi resep masakan selain ayam. Maka setelah mengetik ‘resep masakan -ayam’, seluruh resep selain masakan berbahan ayam akan muncul.
  • 30. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi Menggunakan karakter tanda petik (“ ”) untuk mencari kata atau frasa yang lebih spesifik. Misalnya, kita ingin mencari informasi resep masakan soto ayam. Maka setelah mengetik ‘resep “soto ayam”’, seluruh resep berbagai soto ayam akan muncul, bukan seluruh masakan yang mengandung kata ‘soto’ maupun ‘ayam’ saja.
  • 31. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi Menggunakan istilah OR untuk menemukan salah satu informasi yang dibutuhkan. Misalnya, kita mengetik ‘soto ayam OR soto daging’, maka resep yang muncul adalah soto ayam dan soto daging.
  • 32. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi Menggunakan sinonim dari kata kunci. Ketika kita masih ragu dengan istilah yang digunakan, kita dapat menggunakan sinonim dari kata tersebut dengan diawali tanda baca tilde (~). Misalnya, kita ingin mencari gula merah namun tidak yakin apakah harus mencari gula merah atau gula kelapa, maka dapat menuliskan ‘gula ~kelapa’, maka hasil yang muncul juga akan menampilkan sinonim kata tersebut.
  • 33. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi Mencari dalam sebuah situs. Misalnya kita ingin mencari informasi mengenai status gizi balita Indonesia, agar data tersebut valid maka kita ingin mencari dari Kementerian Kesehatan RI, maka kita dapat mengetik ‘site:kemkes.go.id status gizi balita indonesia’ dan seluruh data yang relevan dari situs Kemenkes RI akan muncul.
  • 34. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi Menggunakan tanda bintang (*) untuk informasi yang tidak lengkap. Sebagai contoh, kita lupa bagian dari sebuah pribahasa, maka kita dapat mencarinya dengan mengetik ‘sekali * dua tiga pulau terlampaui’
  • 35. Cara Penggunaan Mesin Pencarian Informasi Mencari informasi diantara dua nilai menggunakan simbol dua titik (..) dan diakhiri dengan spasi. Contohnya, ketika ingin mencari sejarah Indonesia dari tahun 1945 hingga 1980 maka kita dapat menuliskan ‘sejarah RI tahun 1945.. 1980’ dan hasilnya akan menunjukkan berbagai peristiwa sejarah Republik Indonesia dalam periode tersebut.
  • 36. Aplikasi Percakapan, dan Media Sosial ● Aplikasi percakapan dan media sosial adalah salah satu bagian dari perkembangan teknologi yang disebut sebagai tolok ukur yang sangat menarik yang memiliki kaitan dengan berbagai aspek (Sun, 2020). ● Menurut data Hootsuite & We Are Social pada bulan Oktober 2020, aplikasi pesan terbesar masih dikuasai oleh WhatsApp.
  • 37. Empat Dimensi Persiapan ● Akses terhadap internet. Aplikasi percakapan dan media sosial bagaimanapun adalah platform digital yang membutuhkan internet agar bisa beroperasi. ● Syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi. Sangat penting untuk membaca syarat dan ketentuan yang diberikan oleh aplikasi sebelum menekan tombol setuju (Monggilo dkk., 2020) ● Membuat dan/atau membuka akun. Mendaftarkan akun membutuhkan data-data pribadi, misalnya nama lengkap, nomor telepon, surel, dan lainnya. Proses inilah yang harus diwaspadai, terutama bila data-data pribadi tersebut terhubung dengan data bank maupun dompet digital. ● Metode akses. Umumnya dua metode dalam mengakses sebuah aplikasi, yaitu melalui aplikasi mobile yang dipasang ke perangkat kita dan/atau browser.
  • 38. Aplikasi Dompet Digital, Loka Pasar (marketplace), dan Transaksi Digital ● Dompet digital hadir sebagai upaya dalam mewujudkan metode pembayaran nontunai untuk berbagai keperluan ataupun kebutuhan. ● Tahun 2007, DOKU ID hadir sebagai perusahaan penyedia layanan pembayaran elektronik pertama di Indonesia. Sekarang, sekurang-kurangnya terdapat lima dompet digital yang populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia, yaitu ShopeePay, OVO, GoPay, Dana, dan LinkAja. ● Mengacu laporan Populix, pemenuhan kebutuhan konsumsi hari meningkat menggunakan dompet digital sebanyak 29,67% selama pandemi COVID-19 (Jati, 2020).
  • 39. Aplikasi Dompet Digital, Loka Pasar (marketplace), dan Transaksi Digital
  • 40. Etika Berinternet (Nettiquette) ● Etika merupakan sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya K.Bertens (2014: 470). ● Etiket yang didefinisikan sebagai tata cara individu berinteraksi dengan individu lain atau dalam masyarakat (Pratama, 2014: 471). ● Jadi, etiket berlaku jika individu berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain. Sementara etika berlaku meskipun individu sendirian. Hal lain yang membedakan etika dan etiket ialah bentuknya, etika pasti tertulis, misal kode etik Jurnalistik, sedangkan etiket tidak tertulis (konvensi).
  • 41. Etika Berinternet (Nettiquette) Perbedaan Etika dan Etiket Berinternet | Sumber: Laquey (1997), Yuhefizar (2008)
  • 42. Informasi Hoax, Ujaran Kebencian, Pornografi, Perundungan, dan Konten Negatif Lainnya HOAKS ● KBBI mengartikan hoaks sebagai informasi bohong ● Masyarakat mengungkapkan Telematika bahwa dari (2017) 1.146 responden, 44,3% menerima hoaks setiap hari. Sedangkan 17,2% menerima lebih dari satu kali dalam sehari.
  • 43. Tips Melindungi Diri dari Hoaks (LibGuides at University of West Florida, 2021) a. Evaluasi, Evaluasi, Evaluasi Gunakan kriteria berikut ini untuk mengevaluasi sumber: 1) Currency (keterbaruan informasi) 2) Relevance (relevansi) 3) Authority (penulis) 4) Accuracy (akurasi/ketepatan) 5) Purpose (tujuan) Sumber foto: Pmjnews.com
  • 44. Tips Melindungi Diri dari Hoaks (LibGuides at University of West Florida, 2021) b.Google It! Jika kita menemukan sesuatu melalui media sosial, cobalah untuk mencari di mesin pencari informasi, seperti google, terlebih dahulu! Cobalah telusuri apakah mesin pencari menunjukkan tiga hal berikut: 1) Ada/tidaknya situs berita terkemuka lainnya melaporkan hal yang sama 2) Ada/tidaknya situs web cek fakta telah membantah klaim tersebut 3) Jika hanya oknum tertentu yang melaporkan klaim tersebut, maka dalam kasus ini, mungkin diperlukan lebih banyak penggalian. c. Dapatkan Berita dari Sumber Berita: buka langsung situs web berita yang kredibel mengenai berita tersebut. d.Bedakan Opini dengan Fakta: opini sekarang banyak digunakan dalam sumber berita. Kita mungkin setuju dengan pendapat yang disajikan atau penulis mungkin hanya mengkontekstualisasikan fakta.
  • 45. Perundungan di Dunia Maya (cyberbullying) Cyberbullying merupakan tindakan agresif dari seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah (secara fisik maupun mental), dengan menggunakan media digital. Tindakan ini bisa dilakukan terus menerus oleh yang bersangkutan (UNICEF, n.d.). Foto : Freepik.com
  • 46. Bagaimana Membedakan Candaan dengan Cyberbullying ? Jika suatu ujaran membuat kita merasa sakit hati dan membuat orang lain menertawai kita (bukan kita ikut serta tertawa bersama mereka) maka candaan tersebut telah melewati batas. Ketika kita meminta lawan bicara untuk berhenti namun mereka tetap mengutarakan candaan tersebut kita merasa tidak nyaman, artinya ini tergolong bullying. Sementara jika hal tersebut terjadi di dunia maya, maka disebut sebagai cyberbullying. Foto : Pixabay
  • 47. Bentuk Cyberbullying ● Doxing (membagikan data personal seseorang ke dunia maya) ● Cyberstalking (mengintip dan memata-matai seseorang di dunia maya) ● Revenge porn (membalas dendam melalui penyebaran foto/video intim/vulgar seseorang). Selain balas dendam, perundungan ini juga dapat bertujuan untuk memeras korban. Perundungan ini bisa memunculkan rasa takut si korban, bahkan dapat terjadi kekerasan fisik di dunia nyata/offline (Dhani, 2016).
  • 48. Urgensi Menghentikan Cyberbullying ● Menurut Polda Metro Jaya, tahun 2018 di Indonesia tercatat 25 kasus perundungan ini muncul di dunia maya. ● Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan terdapat 22,4% anak korban perundungan. Ditengarai hal ini terjadi karena tingginya penggunaan internet (Putra, 2019). ● Perundungan di dunia maya berpotensi semakin tinggi jika dibiarkan mengingat semakin tingginya penggunaan internet, di Indonesia dari tahun ke tahun. Literasi digital diperlukan ke masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja untuk meminimalisir kejadian. Foto : Kompas.com
  • 49. Tips Menghadapi Cyberbullying 1. Kita dapat melaporkan posting tersebut di sosial media karena seluruh media sosial berkewajiban menjaga penggunanya tetap nyaman berinteraksi. 2. Jika perundungan tersebut membahayakan, segeralah menghubungi polisi. 3. Cobalah mengambil gambar (screen capture) bukti perundungan jika sewaktu-waktu dibutuhkan saat melapor.
  • 50. Ujaran Kebencian (Hate Speech) Ujaran kebencian atau hate speech adalah ungkapan atau ekspresi yang menganjurkan ajakan untuk mendiskreditkan, menyakiti seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan membangkitkan permusuhan, kekerasan, dan diskriminasi kepada orang atau kelompok tersebut. Foto: Sorogan.id
  • 51. Pengetahuan Dasar Berinteraksi, Partisipasi, dan Kolaborasi di Ruang Digital yang Sesuai dengan Kaidah Etika Digital dan Peraturan yang Berlaku (JRC) Joint Research Centre European Commission
  • 52. Partisipasi Partisipasi merupakan proses terlibat aktif dalam berbagi data dan informasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Proses ini berakhir pada menciptakan konten kreatif dan positif untuk menggerakkan lingkungan sekitar.
  • 53. Kolaborasi Kolaborasi merupakan proses kerjasama antar pengguna untuk memecahkan masalah bersama (Monggilo, 2020). Kompetensi ini mengajak peserta untuk berinisiatif dan mendistribusikan informasi yang jujur, akurat, dan etis dengan bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya (Kurnia, 2020).
  • 54. Berinteraksi dan Bertransaksi secara Elektronik di Ruang Digital Sesuai dengan Peraturan yang Berlaku ● Bank Indonesia (Ridhoi, 2020) mencatat volume dan nilai transaksi uang elektronik di Indonesia terus meningkat dalam lima tahun ke belakang. Lonjakan tertinggi tercatat dalam rentang 2017- 2018. ● Secara volume, pertumbuhan sebesar 209,8% dari 943,3 juta transaksi menjadi 2.922,7 miliar. Nominalnya tumbuh 281,4% dari Rp 12,4 triliun menjadi Rp 47,2 triliun. ● Kemudian berdasarkan data yang iPrice dan Jakpat kumpulkan, 26% dari total 1000 responden menyebutkan mereka memilih untuk menggunakan e-wallet/e-money sebagai metode pembayaran saat melakukan online shopping di e-commerce (Devita, 2020).
  • 55. Berinteraksi dan Bertransaksi secara Elektronik di Ruang Digital Sesuai dengan Peraturan yang Berlaku Pengguna media digital harus bijak dan waspada dalam bertransaksi, karena dapat berdampak negatif bagi kita ketika melakukan transaksi daring di sosial media. Media sosial memiliki lima karakteristik yakni (Banyumurti, 2019): a. Terbuka. Siapapun dapat memiliki akun media sosial dengan batasan tertentu, seperti usia. b. Memiliki halaman profil pengguna. Tersedia menu profil yang memungkinkan setiap pengguna menyajikan informasi tentang dirinya sebagai pemilik akun. c. User Generated Content. Terdapat fitur bagi setiap pengguna untuk bisa membuat konten dan menyebarkannya melalui platform media sosial. d. Tanda waktu di setiap unggahan. Sehingga bisa diketahui kapan unggahan tersebut dibuat. e. Interaksi dengan pengguna lain. Media sosial menyediakan fitur agar kita dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya.
  • 56. Transaksi Elektronik/Transaksi Daring ● Berdasarkan UU ITE No 11 tahun 2008, transaksi elektronik adalah dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan media elektronik lainnya. ● Alat transaksi daring adalah metode pembayaran saat kita melakukan pembelanjaan daring. Jenis pembayaran atau transaksi daring diantaranya ialah transfer bank, dompet digital/e- money, COD (Cash on Delivery) atau pembayaran di tempat, pembayaran luring, kartu debit, kartu kredit.
  • 60. Kompetensi Verifikasi: Mari Bijak Bertransaksi Tips aman bertransaksi (Young Americans : Centre for Financial Education (n.d) a. Periksalah koneksi https, artinya situs web menggunakan koneksi yang aman bagi data pribadi yang kita masukkan b. Meneliti akun penjual. Kita dapat meneliti dari nomor telepon yang mungkin dapat dihubungi jika kita mengalami kendala saat bertransaksi. Selain itu, kita juga dapat menelitinya dari ulasan pembeli sebelumnya c. Menggunakan metode pembayaran yang aman. Sebaiknya hindari pembayaran transfer langsung ke rekening penjual. Kartu kredit dapat menjadi pilihan yang paling aman, jika kita tidak mau membagikan nomor kartu ke banyak penjual, maka kita bisa menggunakan jasa pembayaran seperti Paypal, Google Wallet, dan sebagainya. d. Simpan riwayat transaksi, termasuk diantaranya tanggal, nomor transaksi, deskripsi, harga produk, hingga riwayat surel transaksi. Hal ini mungkin berguna saat terjadi kendala. e. Hindari memberikan password, kode OTP, dan data penting lainnya kepada siapapun. f. Jangan gunakan tanggal lahir, nomor ponsel, nama teman/hewan/saudara sebagai kata sandi. g. Berhati-hati dengan pesan scam melalui surel (yang terkadang disertai tautan tertentu) dan situs web yang mencurigakan. h. Berhati-hati menggunakan komputer umum yang digunakan untuk transaksi online. Pastikan tidak meninggalkan komputer tanpa pengawasan saat
  • 61. Fitur Proteksi Perangkat Keras I/O Protection CPU Protection TIMER Memory Protection Bare Register Limit Register
  • 62. Urgensi Melindungi Perangkat Digital ● Perangkat digital seperti gawai atau peranti komputer yang kita miliki adalah alat utama yang bisa digunakan untuk mengakses internet, namun setiap teknologi memiliki beragam celah yang bisa dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. ● Sebuah perangkat digital selalu terdiri dari dua kelompok komponen utama: perangkat keras (layar ponsel, monitor, keyboard, hardisk, dan kartu penyimpanan) dan perangkat lunak (aplikasi dan program yang ditanamkan) ● Melakukan proteksi perangkat digital bertujuan agar perangkat digital yang kita gunakan tidak disalahgunakan oleh orang lain, karena perangkat digital yang kita miliki saat ini menjadi kunci untuk berbagai aktivitas digital (Transaksi, Foto & Video, Data).
  • 63. Memahami & Melindungi Data Pribadi
  • 64. Memahami & Melindungi Data Pribadi
  • 65. Penipuan Digital Penipuan daring memanfaatkan seluruh aplikasi pada platform media internet untuk menipu para korban dengan berbagai modus, menggunakan sistem elektronik (komputer, internet, perangkat telekomunikasi) yang disalahgunakan untuk menampilkan upaya menjebak pengguna internet dengan beragam cara.
  • 66. Kerugian dari Kejahatan Dunia Maya yang Dilaporkan IC3 2014-2018
  • 68. Tips Melindungi diri dari Penipuan a. Jangan pernah membagikan ataupun mengunggah alamat email ke publik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko pengiriman email spam maupun peretasan apabila kata sandinya lemah dan mudah ditebak. b. Berpikir sebelum meng-klik tautan link maupun mengunduh dokumen dari sumber yang tidak jelas. c. Jangan membalas pesan spam karena pengirim pesan dapat mengetahui bahwa alamat surel tersebut aktif dan meningkatkan risiko surel tersebut menjadi target penipuan lainnya. d. Gunakan aplikasi penyaring spam dan antivirus untuk menurunkan risiko e. Hindari penggunaan email pribadi maupun perusahaan untuk mendaftar aplikasi yang tidak terlalu penting
  • 69. Rekam Jejak Digital di Media A. Dua Sisi Jejak Digital POSITIF NEGATIF Penyalahgunaan jejak digital (Penindasan, Pelecehan, Manipulasi, Pemerasan) Untuk aparat penegak hukum (Riwayat Log In, Jejak SMS/Telp)
  • 70. Rekam Jejak Digital di Media B. Rekam Jejak Digital Sulit Dihilangkan Tidak ada cara menghapus Jejak Digital. Kita bisa saja meminta penyedia platform media digital untuk menghapus data yang kita miliki. Kita juga bisa menghapus atau menutup akun. Namun, dalam konteks kehidupan digital, kita tidak pernah hidup sendiri. Cara lain untuk mengelola jejak digital kita adalah dengan mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip literasi digital.
  • 72. Tips Manajemen Jejak Digital (Digital Health Agency, 2020) Mengidentifikasi Jejak Digital Cari nama kita di mesin pencarian informasi dan identifikasi apa saja informasi yang terlihat secara publik Perbaharui Informasi Pastikan data personal dan data mengenai pekerjaan kita sudah menunjukkan informasi terkini. Kita bisa menelusuri mana informasi yang ingin kita tampilkan dan mana yang tidak. Pikirkan Sebelum Unggah Pastikan kita memahami apakah yang kita bagikan penting dan apakah akan membahayakan kita sendiri atau orang lain di masa depan? Pelajari Aturan Privasi Pahami data apa saja data yang dikumpulkan oleh platform yang kita gunakan. Cek Pengaturan Konfigurasi Cek pengaturan konfigurasi di gawai yang kita gunakan dan pelajari apakah aplikasi tertentu dapat mengakses informasi seperti foto, lokasi, kalender, dan kontak. Gunakan Kata Sandi Unik Gunakan kata sandi yang unik dan kuat di setiap gawai, aplikasi, dan akun daring. Pertimbangkan pula untuk menggunakan verifikasi lain seperti pemindai sidik jari dan wajah. Bersihkan Histori Bersihkan histori pencarian setelah digunakan Jelaskan sejauh mana kita mau orang lain mengunggah data kita Ingat bahwa orang lain, termasuk keluarga, teman, organisasi profesional, dapat mengunggah informasi mengenai kita secara daring. Rencana Masa Depan Pertimbangkan untuk membagikan daftar akun media sosial yang kita gunakan dan bagikan kepada orang yang kita percaya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan. Tinjau Secara Berkala Tinjau secara berkala untuk memperbarui seluruh informasi dan pengaturan privasi akun media sosial kita.
  • 73. Catfishing Catfish memiliki arti sebagai seseorang yang menggunakan profil personal palsu pada SNS untuk melakukan atau melakukan penipuan kecurangan (Catfish Definition, n.d.). Sumber: Google.com
  • 75. Nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan Kecakapan Digital dalam Kehidupan Berbudaya, Berbangsa, dan Bernegara ● Populasi kaum muda yang tinggi memberikan peluang bagi bangsa Indonesia untuk terus lebih berkembang di dunia teknologi digital, tetapi yang perlu diperhatikan adalah penggunaan internet dalam benar sesuai dengan kecakapan yang berlandaskan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. ● Tantangannya ada pada kemampuan mencerna informasi, sehingga pendidikan karakter adalah salah satu cara dalam penanaman nilai-nilai nasionalisme dan penanaman semangat kebangsaan dan pemahaman akan kebhinekaan ● Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan panduan kehidupan berbangsa, bernegara dan berbudaya di Indonesia, dan Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.
  • 76. KONTEKS KE-INDONESIAAN WARGA NEGARA DIGITAL Mengacu pada 10 Kompetensi Literasi Japelidi, dengan konseptualisasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, ada 5 Kompetensi Dasar
  • 77. Digitalisasi Kebudayaan melalui Pemanfaatan TIK Beragam sajian dalam bentuk foto, video, maupun tulisan, saat ini tersebar di semua lini media digital kita, dan kita sudah mempunyai modal untuk membuat konten, namun konten yang kita buat tetap harus menghargai pribadi masyarakat yang beragam budaya
  • 78. Partisipasi adalah kompetensi penting literasi digital Partisipasi literasi digital dalam seni budaya tradisional dan kontemporer bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah bergabung dengan berbagai kelompok seni budaya tradisional & kontemporer, serta menjadi bagian dari kelompok penjaga dan pelestari bahasa daerah di masing-masing daerah. Berpartisipasilah dengan mendorong agar lembaga budaya atau komunitas ini memiliki media digital, sehingga mampu menghadirkan seni, budaya dan bahasa daerah mereka dalam ruang digital yang lebih luas.
  • 79. Kolaborasi Budaya Visual: Lembaga, Pameran, Intervensi Budaya Bentuk kolaborasi paling sederhana adalah melakukan pameran-pameran di bidang budaya. Kegiatan pameran ini dapat dikemas dalam bentuk visual digital. Contoh Pameran Virtual di Ruang Digital Sumber foto: https://bali.tribunnews.com/2020/08/12/dibuka-hari-ini-inilah-keistimewaan-pameranvirtual-seni-rupa-literacy-across-cultures
  • 80. Mendorong Perilaku Mencintai Produk dalam Negeri dan Kegiatan Produktif Lainnya Fenomena Jual - Beli dunia maya semakin marak ketika pandemi, sehingga menjadikan Media sosial dan ecommerce menjadi pilihan masyarakat untuk berbisnis di negeri sendiri Hal ini menjadi minat masyarakat indonesia untuk mencintai produk dalam negri sekaligus peluang Indonesia untuk dilirik asing, dan menjadikan produk - produk indonesia sebagai potensi besar mancanegara.
  • 81. Digital Rights (Hak Digital Warganegara) ● Hak digital adalah hak asasi manusia yang menjamin tiap warga negara untuk mengakses, menggunakan, membuat, dan menyebarluaskan media digital. Hak Digital meliputi hak untuk mengakses, hak untuk berekspresi dan hak untuk merasa nyaman. ● Hak harus diiringi dengan tanggung jawab. Tanggung jawab digital, meliputi menjaga hak-hak atau reputasi orang lain, menjaga keamanan nasional atau atau ketertiban masyarakat atau kesehatan atau moral publik. ● Hak dan kewajiban digital dapat memengaruhi kesejahteraan digital setiap pengguna. Kesejahteraan digital merupakan istilah yang merujuk pada dampak dari layanan teknologi dan digital terhadap kesehatan mental, fisik, dan emosi seseorang.
  • 82. Aspek Kesejahteraan Individu (Jisc, n.d) 4 Aspek Kesejahteraan Digital Individu yang Dikelilingi oleh 8 Prinsip Praktik Digital yang Baik
  • 83. Aspek Kesejahteraan Individu (Jisc, n.d) Pada bagian dasar piramida, terdapat dua segitiga yang menggambarkan dampak positif dan negatif dari teknologi terhadap kesejahteraan individu. Segitiga di tengah mengilustrasikan potensi dari teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan pada individu dan segitiga di puncak menekankan bahwa seorang individu perlu kesadaran dan kemampuan untuk merubah aktivitas digitalnya. Dampak teknologi maupun aktivitas digital dapat berupa dampak positif maupun negatif, tergantung konteks personal, kondisi, dan kemampuan untuk menanggulangi dampak tersebut.
  • 85. 8 Prinsip Praktik Digital 1. Menyediakan pelayanan inklusif dan responsif yang mendorong pekerjaan digital maupun aktivitas pembelajaran 2. Menyertakan aspek kesejahteraan digital dalam kebijakan yang sudah ada, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan aksesibilitas dan inklusi 3. Menyediakan lingkungan fisik dan daring yang aman. Prinsip ini termasuk penyediaan pencahayaan ruangan yang memadai, akses WiFi, dsb dan memastikan setiap individu mematuhi peraturan mengenai kesehatan dan keselamatan.
  • 86. 8 Prinsip Praktik Digital 4.Mematuhi petugas yang bertanggung jawab mengenai aktivitas digital (misalnya penanggung jawab aktivitas digital di kantor maupun dalam aktivitas belajar di sekolah). 5.Penuhi tanggung jawab etik dan hukum yang berhubungan dengan aksesibilitas, kesehatan, kesetaraan, dan inklusi (misalnya peraturan ketenagakerjaan mengenai lembur, UU ITE, dsb) 6.Menyediakan pelatihan, kesempatan belajar, pendampingan, dan bantuan partisipasi dalam kegiatan digital (misalnya peningkatan kapasitas kemampuan digital bagi pekerja maupun siswa)
  • 87. 8 Prinsip Praktik Digital 7.Memahami potensi dampak positif maupun negatif dari aktivitas digital pada kesejahteraan individu 8.Menyediakan sistem, perlengkapan, dan konten digital yang inklusif dan mudah diakses
  • 88. Hak & Kewajiban dalam Dunia Digital (Council of Europe, n.d) 1. Akses dan tidak diskriminatif 2. Kebebasan berekspresi dan mendapatkan informasi 3. Kebebasan berkumpul, berkelompok, dan partisipasi 4. Perlindungan privasi dan data. 5. Pendidikan dan literasi. 6. Perlindungan terhadap anak. 7. Hak mendapatkan pertolongan terhadap pelanggaran hak asasi.