Konflik dan Integrasi Sosial
Tujuan
Pembelajaran
Peta Konsep
Materi
Pustaka
Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi
Sosial
Diiferensiasi dan stratifikasi sosial memberikan pengaruh positif dapat mendorong
terjadinya integrasi sosial, sedangkan pengaruh negatifnya adalah terjadinya
disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme,
etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi.
Primordialisme merupakan pandangan atau paham
yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-
hal yang sejak semula melekat pada diri individu,
seperti suku bangsa, ras, dan agama. Istilah
primordialisme berasal dari kata Bahasa Latin
“primus” yang artinya pertama dan “ordiri” yang
artinya tenunan atau ikatan. Primordial(isme) dapat
berarti ikatan-ikatan utama seseorang dalam
kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawanya
sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klan, asal usul
kedaerahan, dan agama.
Primordialisme
Primordialisme yang berlebihan juga
akan menghasilkan sebuah pandangan
subjektif yang disebut etnosentrisme
atau fanatisme suku bangsa.
Etnosentrisme adalah suatu sikap
menilai kebudayaan masyarakat lain
dengan menggunakan ukuran-ukuran
yang berlaku di masyarakatnya. Karena
yang dipakai adalah ukuran-ukuran
masyarakatnya, maka orang akan selalu
menganggap kebudayaannya memiliki
nilai lebih tinggi daripada kebudayaan
masyarakat lain.
Etnosentrisme
Politik Aliran
(Sektarian)
Politik aliran merupakan keadaan
dimana sebuah kelompok atau
organisasi tertentu dikelilingi oleh
sejumlah organisasi massa (ormas),
baik formal maupun informal. Tali
pengikat antara kelompok dan
organisasi-organisasi massa ini adalah
ideologi atau aliran (sekte) tertentu.
Contohnya, partai politik PKB yang
dikelilingi oleh ormas-ormas NU.
Konsolidasi
Berasal dari kata “consolidation” yang berarti penguatan atau pengukuhan.
Konsolidasi memiliki dua sisi, yaitu sisi ke dalam dan sisi keluar. Konsolidasi
dengan sisi kedalam akan memperkuat solidaritas kedalam suatu organisasi atau
himpunan. Sebaliknya, konsolidasi dengan sisi keluar dapat menimbulkan sikap
antipati dan kecurigaan terhadap organisasi lain.
Konflik Sosial
Kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configure” yang
artinya saling memukul. Dalam kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), konflik didefinisikan sebagai
percekcokkan, perselisihan, atau pertentangan. Secara
sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih
yang berseberangan, tidak selaras, dan bertentangan.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses
sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok)
yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara
menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik lahir dari kenyataan akan adanya perbedaan-
perbedaan, misalnya perbedaan ciri badaniah, emosi,
kebudayaan, kebutuhan, kepentingan, atau pola-pola
perilaku antarindividu atau kelompok dalam masyarakat.
Faktor-Faktor Penyebab Konflik
Soerjono Soekanto mengemukakan empat
faktor yang dapat menyebabkan terjadinya
konflik dalam masyarakat, yakni perbedaan
antarindividu, perbedaan antarkebudayaan,
perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial
Bentuk-Bentuk Konflik
Lewis A. Coser
• Konflik realistis berasal dari kekecewaan
individu atau kelompok terhadap sistem
dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam
hubungan sosial.
• Konflik nonrealistis adalah konflik yang
bukan berasal dari tujuan-tujuan
persaingan yang antagonistis
(berlawanan), melainkan dari kebutuhan
pihak-pihak tertentu untuk meredakan
ketegangan.
Soerjono Soekanto
• Konflik pribadi
• Konflik rasial
• Konflik antara kelas-kelas sosial
• Konflik politik
• Konflik internasional
Ursula Lehr
• Konflik dengan orang tua sendiri
• Konflik dengan anak-anak sendiri
• Konflik dengan keluarga
• Konflik dengan orang lain
• Konflik dengan suami istri
• Konflik di sekolah
• Konflik dalam pemilihan pekerjaan
• Konflik agama
• Konflik pribadi
Dampak Sebuah Konflik
• Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas.
• Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan-
hubungan sosial.
• Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group solidarity).
• Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok
• Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-
norma baru
• Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan
yang ada dalam masyarakat
• Konflik memunculkan sebuah kompromi baru.
Positif
• Keretakan hubungan antarindividu
dan persatuan kelompok
• Kerusakan harta benda dan jatuhnya
korban manusia
• Berubahnya sikap kepribadian para
individu, baik yang mengarah pada
hal-hal positif atau negatif
• Munculnya dominasi kelompok
pemenang atas kelompok yang kalah
Negatif
Kekerasan adalah bentuk lanjutan dari konflik sosial. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kekerasan
didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok
yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau
menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan identik dengan
tindakan melukai orang lain dengan sengaja, membunuh, atau
memperkosa. Kekerasan seperti itu sering disebut sebagai
kekerasan langsung (direct violence). Kekerasan juga
menyangkut tindakan-tindakan seperti mengekang,
mengurangi atau meniadakan hak seseorang, mengintimidasi,
memfitnah, dan menteror orang lain. Jenis kekerasan yang
terakhir disebut kekerasan tidak langsung (indirect violence)
Kekerasan
Teori-Teori tentang
Kekerasan
Agresivitas perilaku seseorang dapat
menyebabkan timbulnya kekerasan.
Faktor penyebab perilaku kekerasan
adalah faktor pribadi dan faktor sosial.
Faktor pribadi meliputi kelainan jiwa,
seperti psikopat, psikoneurosis, frustasi
kronis, serta pengaruh obat bius. Faktor
yang bersifat sosial, antara lain konflik
rumah tangga, faktor budaya, dan media
massa.
Teori Faktor
Individual
Teori Faktor
Kelompok
Terjadi karena benturan identitas kelompok
yang berbeda. Contohnya konflik
antarsupoter bola
Teori Dinamika
Kelompok
Kekerasan yang timbul karena adanya
deprivasi relative (kehilangan rasa memiliki)
yang terjadi dalam kelompok atau
masyarakat. Artinya, perubahan-perubahan
sosial yang terjadi demikian cepat dalam
sebuah masyarakat dan tidak mampu
ditanggapi dengan seimbang oleh sistem
sosial dan nilai masyarakatnya.
Cara Pengendalian Konflik dan
Kekerasan
Konflik merupakan gejala sosial yang senantiasa melekat dalam
kehidupan setiap masyarakat. Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan
hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, yang
dapat kita lakukan adalah mengendalikan agar konflik tersebut tidak
berkembang menjadi kekerasan (violence).
Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial:
1. Konsiliasi
Bentuk pengendalian konflik yang
dilakukan melalui lembaga-
lembaga tertentu yang
memungkinkan diskusi dan
pengambilan keputusan yang adil
di antara pihak-pihak yang bertikai.
Pengendalian konflik dengan cara
mediasi dilakukan apabila kedua pihak
yang berkonflik sepakat untuk menunjuk
pihak ketiga sebagai mediator. Pihak
ketiga ini akan memberikan pemikiran
atau nasihat-nasihatnya tentang cara
terbaik dalam menyelesaikan
pertentangan mereka.
Arbitrasi atau perwasitan umumnya
dilakukan apabila kedua belah pihak
yang berkonflik sepakat untuk menerima
atau terpaksa menerima hadirnya pihak
ketiga yang akan memberikan keputusan
tertentu untuk menyelesaikan konflik.
2. Mediasi
3. Arbitrasi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan
bahwa integrasi adalah pembauran sesuatu yang tertentu
hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah
pembauran tersebut mengandung arti masuk ke dalam,
menyesuaikan, menyatu, atau melebur sehingga menjadi
seperti satu. Dengan demikian, integrasi merujuk pada
masuk, menyesuaikan, atau meleburnya dua atau lebih hal
yang berbeda sehingga menjadi seperti satu. Dari uraian
tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa integrasi sosial
adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda
dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-
unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan
kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebisaaan,
sistem nilai, dan norma.
Integrasi Sosial
Syarat terwujudnya integrasi sosial
Menurut William F. Ogburn dan
Mayer Nimkof
• Homogenitas kelompok
• Besar kecilnya kelompok
• Mobilitas geografis
• Efektivitas komunikasi
Faktor yang Mempengaruhi Cepat
lambatnya proses integrasi sosial
• Anggota-anggota masyarakat merasa
berhasil saling mengisi kebutuhan-
kebutuhan di antara mereka.
• Masyarakat berhasil menciptakan
kesepakatan (consensus) bersama
mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang
dilestarikan dan dijadikan pedoman
• Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku
cukup lama, tidak mudah berubah, dan
dijadikan secara konsisten oleh seluruh
anggota masyarakat.
Bentuk-Bentuk Integrasi
Sosial
Integrasi normative dapat diartikan
sebagai bentuk integrasi yang terjadi
akibat adanya norma-norma yang
berlaku di masyarakat. Dalam hal ini,
norma merupakan hal yang mampu
mempersatukan masyarakat.
1. Integrasi
Normatif
2. Integrasi
Fungsional
Integrasi fungsional terbentuk karena ada
fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat.
Sebuah integrasi dapat terbentuk dengan
mengedepankan fungsi dari masing-
masing pihak yang ada dalam sebuah
masyarakat.
3. Integrasi
koersif
Integrasi koersif terbentuk berdasarkan
kekuasaan yang dimiliki penguasa.
Dalam hal ini penguasa menerapkan
cara-cara koersif (kekerasan).
Proses integrasi
Asimilasi merupakan suatu proses sosial
yang ditandai dengan adanya usaha-
usaha untuk mengurangi perbedaan-
perbedaan yang ada di antara individu
atau kelompok dalam masyarakat.
Asimilasi ditandai dengan
pengembangan sikap-sikap yang sama,
walau terkadang bersifat emosional,
dengan tujuan mencapai kesatuan
(integrasi)
1. Asimilasi 2. Akulturasi
Menurut Koentjaraningrat, akulturasi
adalah proses sosial yang terjadi bila
kelompok sosial dengan kebudayaan
tertentu dihadapkan pada kebudayaan
asing yang berbeda. Proses sosial itu akan
berlangsung hingga unsur kebudayaan
asing itu diterima masyarakat dan diolah
ke dalam kebudayaan sendiri. Namun
umumnya akulturasi berlangsung tanpa
menghilangkan kepribadian kebudayaan
itu sendiri.
Faktor-Faktor
Pendorong
Integrasi Sosial
• Toleransi terhadap perbedaan
• Kesempatan yang seimbang dalam bidang
ekonomi
• Sikap saling menghargai orang lain
• Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa
dalam masyarakat
• Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
• Perkawinan campuran (amalgamation)
• Adanya musuh bersama dari luar
Dalam proses asimilasi,
integrasi sosial dapat
dicapai karena adanya
faktor-faktor
Sumber Pustaka
Muin, Idianto. 2006. Sosiologi
SMA/MA untuk Kelas XI.
Erlangga. Jakarta
Maryati, Kun dan Juju Suryawati.
2012. Sosiologi untuk SMA/MA
Kelas XI. Esis Erlangga. Jakarta

More Related Content

PPTX
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
PDF
1737354105_9078078_PPT-IPS-K-VIII-BAB-3-1-.pptx_20250315_180851_0000.pdf
PPT
Modul 4 & 5
PPTX
materi interaksi dalam berkehidupan sosial
PPTX
materi interaksi dalam berkehidupan sosial
PPT
04.struktur sosial smk final 2009
DOCX
Konflik dan kekerasan
PPTX
Presentasi BK.pptx
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
1737354105_9078078_PPT-IPS-K-VIII-BAB-3-1-.pptx_20250315_180851_0000.pdf
Modul 4 & 5
materi interaksi dalam berkehidupan sosial
materi interaksi dalam berkehidupan sosial
04.struktur sosial smk final 2009
Konflik dan kekerasan
Presentasi BK.pptx

Similar to Konflikgyfytkkj dan Integrasi Sosial.pptx (20)

PPTX
BAB 2 Pengaruh Interaksi Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat
PPTX
ppt sosial PPKN kelas 7E SMPN 1 KOTA SERANG
PPTX
Integrasi masyarakat
PPT
Konflik sosial SMA XI
PPTX
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
PDF
proses-sosial.pdf
PPTX
Bab 4 Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaian.pptx
PPTX
Bab 4 Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaian.pptx
PPT
dokumen.tips_konflik-sosial-sma-xi.ppt
PPT
Diferensiasi sosial
PPTX
Bab 8 Pertentangan dan Integrasi Masyarakat
PPTX
Minggu 6 Hubungan Antar Kelompok. njnj.pptx
PPTX
Modul 2 kb 2
PPTX
sosiologi "konflik, kekerasan, dan upaya penyelesaian"
PPTX
Bab 4 Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaian.pptx
PPTX
Modul 5 KB 2
PPTX
DAMPAK SOSIAL DAN POLITIK MASYARAKAT.pptx
PDF
Proses sistem sosial dan Interaksi Sosial.pdf
DOCX
Sistem sosial budaya indonesia
PPTX
KONFLIK SOSIAL.pptx
BAB 2 Pengaruh Interaksi Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat
ppt sosial PPKN kelas 7E SMPN 1 KOTA SERANG
Integrasi masyarakat
Konflik sosial SMA XI
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
proses-sosial.pdf
Bab 4 Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaian.pptx
Bab 4 Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaian.pptx
dokumen.tips_konflik-sosial-sma-xi.ppt
Diferensiasi sosial
Bab 8 Pertentangan dan Integrasi Masyarakat
Minggu 6 Hubungan Antar Kelompok. njnj.pptx
Modul 2 kb 2
sosiologi "konflik, kekerasan, dan upaya penyelesaian"
Bab 4 Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaian.pptx
Modul 5 KB 2
DAMPAK SOSIAL DAN POLITIK MASYARAKAT.pptx
Proses sistem sosial dan Interaksi Sosial.pdf
Sistem sosial budaya indonesia
KONFLIK SOSIAL.pptx
Ad

More from sufamtsacp (20)

PPTX
Mobilitjgyttrtrytduijuhgyftyguas Sosial.pptx
PPTX
materi baru geografi indonesia Poros-Maritim.pptx
PPT
interaksi antarruangdalam geografi ips .ppt
PPTX
AstFEFEFEFEronEFomical Optics (Mentari).pptx
PPTX
(Astronomy #8) Paralaks Trigonometri, Jarak dan, Separasi Sudut by Dhani Eka ...
PPTX
IPS VIII Bab 31 Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indon...
PPTX
IPS VIII Bab 32 Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan - modulguruku.com.pptx
PPTX
negara- negara di ASEAN dan interaksinya .pptx
PPTX
MASA DEMOKRASI sejarah indonesiaLIBERAL.pptx
PPTX
KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL.pptx
PPTX
xvddfdsfgdsgdvfvdxvfdvsdvgvdsgPedosfer.pptx
PPTX
001. USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
PPT
KIPRAH PASUNDAN ISTRI DI BANDUNG PADA TAHUN 1930-1970.ppt
PPTX
materi geografi sma tentang Penduduk II.pptx
PPTX
sosilogi bab 5 materi tentang KEBUDAYAAN.pptx
PPT
370214464-336745772-aktivitas-manusia-dalam-memenuhi-kebutuhan-ppt-2210121438...
PPTX
By Asep Pujasari Nugraha materi pluralitas.pptx.pptx
PPTX
04. SUPERVISI KEPADA GURU DAN TENDIK ok.pptx
PDF
Asal Usul Penduduk_240601_175755 (1).pdf
PPTX
materi USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
Mobilitjgyttrtrytduijuhgyftyguas Sosial.pptx
materi baru geografi indonesia Poros-Maritim.pptx
interaksi antarruangdalam geografi ips .ppt
AstFEFEFEFEronEFomical Optics (Mentari).pptx
(Astronomy #8) Paralaks Trigonometri, Jarak dan, Separasi Sudut by Dhani Eka ...
IPS VIII Bab 31 Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indon...
IPS VIII Bab 32 Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan - modulguruku.com.pptx
negara- negara di ASEAN dan interaksinya .pptx
MASA DEMOKRASI sejarah indonesiaLIBERAL.pptx
KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL.pptx
xvddfdsfgdsgdvfvdxvfdvsdvgvdsgPedosfer.pptx
001. USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
KIPRAH PASUNDAN ISTRI DI BANDUNG PADA TAHUN 1930-1970.ppt
materi geografi sma tentang Penduduk II.pptx
sosilogi bab 5 materi tentang KEBUDAYAAN.pptx
370214464-336745772-aktivitas-manusia-dalam-memenuhi-kebutuhan-ppt-2210121438...
By Asep Pujasari Nugraha materi pluralitas.pptx.pptx
04. SUPERVISI KEPADA GURU DAN TENDIK ok.pptx
Asal Usul Penduduk_240601_175755 (1).pdf
materi USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
Keusahawanan dan Perniagaan Islam - Dr Mohd Adib Abd Muin 20 Ogos 2025.pptx
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PDF
PPT OJT 1. KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL INTELEGENSI
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PPTX
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PDF
PPT Evaluasi Keseluruhan Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
PDF
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PDF
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Keusahawanan dan Perniagaan Islam - Dr Mohd Adib Abd Muin 20 Ogos 2025.pptx
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PPT OJT 1. KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL INTELEGENSI
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PPT Evaluasi Keseluruhan Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025

Konflikgyfytkkj dan Integrasi Sosial.pptx

  • 1. Konflik dan Integrasi Sosial Tujuan Pembelajaran Peta Konsep Materi Pustaka
  • 2. Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial Diiferensiasi dan stratifikasi sosial memberikan pengaruh positif dapat mendorong terjadinya integrasi sosial, sedangkan pengaruh negatifnya adalah terjadinya disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi. Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal- hal yang sejak semula melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama. Istilah primordialisme berasal dari kata Bahasa Latin “primus” yang artinya pertama dan “ordiri” yang artinya tenunan atau ikatan. Primordial(isme) dapat berarti ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klan, asal usul kedaerahan, dan agama. Primordialisme
  • 3. Primordialisme yang berlebihan juga akan menghasilkan sebuah pandangan subjektif yang disebut etnosentrisme atau fanatisme suku bangsa. Etnosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya. Karena yang dipakai adalah ukuran-ukuran masyarakatnya, maka orang akan selalu menganggap kebudayaannya memiliki nilai lebih tinggi daripada kebudayaan masyarakat lain. Etnosentrisme Politik Aliran (Sektarian) Politik aliran merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas), baik formal maupun informal. Tali pengikat antara kelompok dan organisasi-organisasi massa ini adalah ideologi atau aliran (sekte) tertentu. Contohnya, partai politik PKB yang dikelilingi oleh ormas-ormas NU. Konsolidasi Berasal dari kata “consolidation” yang berarti penguatan atau pengukuhan. Konsolidasi memiliki dua sisi, yaitu sisi ke dalam dan sisi keluar. Konsolidasi dengan sisi kedalam akan memperkuat solidaritas kedalam suatu organisasi atau himpunan. Sebaliknya, konsolidasi dengan sisi keluar dapat menimbulkan sikap antipati dan kecurigaan terhadap organisasi lain.
  • 4. Konflik Sosial Kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configure” yang artinya saling memukul. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik didefinisikan sebagai percekcokkan, perselisihan, atau pertentangan. Secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang berseberangan, tidak selaras, dan bertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Konflik lahir dari kenyataan akan adanya perbedaan- perbedaan, misalnya perbedaan ciri badaniah, emosi, kebudayaan, kebutuhan, kepentingan, atau pola-pola perilaku antarindividu atau kelompok dalam masyarakat. Faktor-Faktor Penyebab Konflik Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat, yakni perbedaan antarindividu, perbedaan antarkebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial
  • 5. Bentuk-Bentuk Konflik Lewis A. Coser • Konflik realistis berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial. • Konflik nonrealistis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis (berlawanan), melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Soerjono Soekanto • Konflik pribadi • Konflik rasial • Konflik antara kelas-kelas sosial • Konflik politik • Konflik internasional
  • 6. Ursula Lehr • Konflik dengan orang tua sendiri • Konflik dengan anak-anak sendiri • Konflik dengan keluarga • Konflik dengan orang lain • Konflik dengan suami istri • Konflik di sekolah • Konflik dalam pemilihan pekerjaan • Konflik agama • Konflik pribadi
  • 7. Dampak Sebuah Konflik • Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas. • Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan- hubungan sosial. • Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group solidarity). • Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok • Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma- norma baru • Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakat • Konflik memunculkan sebuah kompromi baru. Positif
  • 8. • Keretakan hubungan antarindividu dan persatuan kelompok • Kerusakan harta benda dan jatuhnya korban manusia • Berubahnya sikap kepribadian para individu, baik yang mengarah pada hal-hal positif atau negatif • Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah Negatif
  • 9. Kekerasan adalah bentuk lanjutan dari konflik sosial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kekerasan didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan identik dengan tindakan melukai orang lain dengan sengaja, membunuh, atau memperkosa. Kekerasan seperti itu sering disebut sebagai kekerasan langsung (direct violence). Kekerasan juga menyangkut tindakan-tindakan seperti mengekang, mengurangi atau meniadakan hak seseorang, mengintimidasi, memfitnah, dan menteror orang lain. Jenis kekerasan yang terakhir disebut kekerasan tidak langsung (indirect violence) Kekerasan
  • 10. Teori-Teori tentang Kekerasan Agresivitas perilaku seseorang dapat menyebabkan timbulnya kekerasan. Faktor penyebab perilaku kekerasan adalah faktor pribadi dan faktor sosial. Faktor pribadi meliputi kelainan jiwa, seperti psikopat, psikoneurosis, frustasi kronis, serta pengaruh obat bius. Faktor yang bersifat sosial, antara lain konflik rumah tangga, faktor budaya, dan media massa. Teori Faktor Individual Teori Faktor Kelompok Terjadi karena benturan identitas kelompok yang berbeda. Contohnya konflik antarsupoter bola Teori Dinamika Kelompok Kekerasan yang timbul karena adanya deprivasi relative (kehilangan rasa memiliki) yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat. Artinya, perubahan-perubahan sosial yang terjadi demikian cepat dalam sebuah masyarakat dan tidak mampu ditanggapi dengan seimbang oleh sistem sosial dan nilai masyarakatnya.
  • 11. Cara Pengendalian Konflik dan Kekerasan Konflik merupakan gejala sosial yang senantiasa melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan agar konflik tersebut tidak berkembang menjadi kekerasan (violence). Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial: 1. Konsiliasi Bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui lembaga- lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai.
  • 12. Pengendalian konflik dengan cara mediasi dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ketiga ini akan memberikan pemikiran atau nasihat-nasihatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan pertentangan mereka. Arbitrasi atau perwasitan umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik. 2. Mediasi 3. Arbitrasi
  • 13. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa integrasi adalah pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah pembauran tersebut mengandung arti masuk ke dalam, menyesuaikan, menyatu, atau melebur sehingga menjadi seperti satu. Dengan demikian, integrasi merujuk pada masuk, menyesuaikan, atau meleburnya dua atau lebih hal yang berbeda sehingga menjadi seperti satu. Dari uraian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur- unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebisaaan, sistem nilai, dan norma. Integrasi Sosial
  • 14. Syarat terwujudnya integrasi sosial Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkof • Homogenitas kelompok • Besar kecilnya kelompok • Mobilitas geografis • Efektivitas komunikasi Faktor yang Mempengaruhi Cepat lambatnya proses integrasi sosial • Anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan- kebutuhan di antara mereka. • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman • Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijadikan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat.
  • 15. Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial Integrasi normative dapat diartikan sebagai bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam hal ini, norma merupakan hal yang mampu mempersatukan masyarakat. 1. Integrasi Normatif 2. Integrasi Fungsional Integrasi fungsional terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Sebuah integrasi dapat terbentuk dengan mengedepankan fungsi dari masing- masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat. 3. Integrasi koersif Integrasi koersif terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Dalam hal ini penguasa menerapkan cara-cara koersif (kekerasan).
  • 16. Proses integrasi Asimilasi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha- usaha untuk mengurangi perbedaan- perbedaan yang ada di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau terkadang bersifat emosional, dengan tujuan mencapai kesatuan (integrasi) 1. Asimilasi 2. Akulturasi Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda. Proses sosial itu akan berlangsung hingga unsur kebudayaan asing itu diterima masyarakat dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri. Namun umumnya akulturasi berlangsung tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri.
  • 17. Faktor-Faktor Pendorong Integrasi Sosial • Toleransi terhadap perbedaan • Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi • Sikap saling menghargai orang lain • Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat • Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan • Perkawinan campuran (amalgamation) • Adanya musuh bersama dari luar Dalam proses asimilasi, integrasi sosial dapat dicapai karena adanya faktor-faktor
  • 18. Sumber Pustaka Muin, Idianto. 2006. Sosiologi SMA/MA untuk Kelas XI. Erlangga. Jakarta Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2012. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI. Esis Erlangga. Jakarta