Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan
hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dalam tanah banyak
mengandung bermacam-macam bahan organik dan anroganik. Bahan organik
berasal dari jasad-jasad makhluk hidup yang telah mati, baik flora, fauna
maupun manusia, sedangkan bahan anorganik berasal dari benda-benda mati
berupa batuan dan mineral.[18] Berikut ini adalah peta persebaran jenis tanah
di Indonesia:
TANAH
PERSEBARAN TANAH DI INDONESIA
Tanah Vulkanis :
Tanah Regosol :
Tanah Laterit :
Tanah Litosol :
Tanah Organosol :
Tanah Latosol :
Tanah Aluvial :
Tanah Grumusol :
KETERANGAN WARNA
:
Merah: Tanah Vulkanis. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah
sekitar gunung berapi. Tanah ini terbentuk dari abu vulkanis yang
telah mengalami proses pelapukan. Jenis tanah ini umumnya
mempunyai ciri berbutir halus, sifatnya tidak mudah tertiup angin,
dan jika terkena hujan lapisan tanah bagian atas menutup
sehingga tanah ini tidak mudah erosi. Jenis tanah ini sangat subur.
Pemanfaatannya biasanya dipergunakan untuk pertanian dan
perkebunan.
PENJELASAN WARNA
Biru: Tanah Aluvial. Tanah ini juga sering disebut tanah endapan, yaitu berupa
lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh air sungai, lalu diendapkan di
dataran rendah, lembah dan sekungan sepanjang daerah aliran sungai. Tanah
aluvial tidak semuanya mempunyai kandungan unsur hara yang sama. Tinggi
rendahnya kandungan unsur haranya tergantung pada tanah induknya.
Pemanfaatannya sebagai pertanian (persawahan) karena kondisi keasamannya
yang sesuai dan letaknya berada di daerah rendah.
Merah muda: Tanah Laterit. Tanah ini biasanya berwarna merah atau
kekuning-kuningan. Tanah laterit miskin akan unsur hara sehingga tidak subur.
Tanah ini banyak dijumpai di daerah pegunungan yang hutannya sudah gundul
atau lapisan humusnya telah habis karena adanya erosi (tererosi). Jenis tanah
ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus segera diadakan penghijauan atau
reboisasi, yaitu dengan cara mengusahakan menanami kembali supaya tanah
tersebut dapat subur kembali. Tanah ini dipergunakan sebagai bahan baku
industri gerabah (keramik).
Ungu: Tanah Litosol. Tanah ini sering juga disebut tanah berbatu-batu. Tanah
ini terbentuk karena pelapukan batuan yang sempurna sehingga sukar
ditanami atau kandungan unsur haranya sangat rendah. Sebagian besar jenis
tanah ini tidak bisa dimanfaatkan, hanya sebagian kecil yang produktif
dimanfaatkan untuk tanaman keras, tegalan, palawija, dan padang rumput.
Biru Muda: Tanah Organosol atau tanah gambut, yaitu tanah yang berasal dari
bahan organik yang terbentuk karena genangan air sehingga peredaran udara
di dalamnya sangat kurang dan proses penghancurannya menjadi tidak
sempurna karena kekurangan unsur hara.[19]
Selain keterangan dan peta di atas, masih banyak lagi jenis tanah yang tersebar
di Indonesia, seperti: Tanah mergel yang tersebar di daerah dataran rendah
seperti di Solo, Madiun, Kediri, dan Nusa Tenggara; Tanah Terasora tersebar
di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatera; Tanah
Humus terdapat di Kalimantan Sumatera, Sulawesi dan Papua; dan sebagainya.
A. TANAH VERTIKAL
Bentuk persebaran tanah vertikal dapat kalian lihat saat ada penggalian parit, liang, atau
sumur. Saat mencapai kedalamantertentu, kalian akan melihat perbedaan warna lapisan
tanah. Perbedaan warna lapisan tanah tersebut dikenal dengan sebutan profil tanah.
Secara garis besar, profil tanah terdiri atas empat lapisan.
1) Lapisan tanah atas (Topsoil)
Lapisan tanah ini merupakan bentuk lapisan tanah yang paling subur, berwarna cokelat
kehitam-hitaman, gembur, dan memiliki ketebalan hingga 30 cm. Pada lapisan tanah
inilah berkembang aktivitas organisme tanah. Warna cokelat kehitaman dan kesuburan
tanah pada lapisan ini disebabkan pengaruh humus (bunga tanah), yaitu campuran sisa
tumbuhan dan hewan yang telah mati dan membusuk di dalam lapisan atas.
TANAH VERTIKAL
2) Lapisan tanah bawah (Subsoil)
Lapisan tanah ini merupakan lapisan tanah yang berada tepat di bawah lapisan topsoil. Lapisan ini
memiliki sifat kurang subur karena memiliki kandungan zat makanan yang sangat sedikit, berwarna
kemerahan atau lebih terang, strukturnya lebih padat, dan memiliki ketebalan antara 50 - 60 cm.
Pada lapisan ini, aktivitas organisme dalam tanah mulai berkurang, demikian juga dengan sistem
perakaran tanaman. Hanya tanaman keras yang berakar tunggang saja yang mampu mencapainya.
3) Lapisan bahan induk tanah (Regolith)
Lapisan bahan ini merupakan asal atau induk dari lapisan tanah bawah. Pada profil tanah, lapisan
ini berwarna kelabu keputih-putihan, bersifat kurang subur karena tidak banyak mengandung zat-
zat makanan, strukturnya sangat keras, dan sulit ditembus sistem perakaran. Di lereng-lerang
pegunungan lipatan atau patahan lapisan ini seringkali tersingkap dengan jelas. Akan tetapi karena
sifat-sifat tersebut, maka lapisan tanah ini sulit dibudidayakan dan hanya akan menghasilkan
tanaman yang kerdil dan tidak berkembang.
TANAH VERTIKAL
4) Lapisan batuan induk (Bedrock)
Lapisan batuan ini merupakan bentuk batuan pejal yang belum mengalami
proses pemecahan. Lapisan ini terletak di lapisan paling bawah, sehingga
jarang dijumpai manusia. Akan tetapi di pegunungan lipatan atau patahan,
lapisan ini terkadang tersingkap dan berada di lapisan atas. Bila hal ini terjadi,
maka lahan tersebut merupakan lahan yang tandus dan tidak dapat ditanami
karena masih merupakan lapisan batuan.
TANAH VERTIKAL
B. TANAH HORIZONTAL
Tanah Horizontal adalah lapisan tanah paling atas yang di setiap wilayah
permukaan bumi berbeda-beda jenisnya. Persebaran tanah secara horizontal di
Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berikut ini.
TANAH HORIZONTAL
1) Tanah gambut (organosol)
Ciri-ciri :
Tanah gambut berwarna hitam, memiliki kandungan air dan bahan organik
yang tinggi, memiliki pH atau tingkat keasaman yang tinggi, miskin unsur
hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang begitu subur.
Pemanfaatan :
Jenis tanah ini terbatas untuk pertanian perkebunan seperti karet, kelapa
dan palawija.
TANAH HORIZONTAL
2) Tanah latosol
Jenis Tanah Latosol
Ciri-ciri :
Tanah latosol berwarna merah kecokelatan, memiliki profil tanah yang dalam, mudah
menyerap air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah
bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Jenis
tanah ini pada dasarnya merupakan bentuk pelapukan dari batuan vulkanis.
Pemanfaatan : --
TANAH HORIZONTAL
3) Tanah regosol
Ciri-ciri :
Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, bersifat subur, berbutir kasar,
berwarna keabuan, kaya unsur hara, pH 6 - 7, cenderung gembur, kemampuan
menyerap air tinggi, dan mudah tererosi.
Pemanfaatan :
Banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian.
TANAH HORIZONTAL
4) Tanah aluvial
Ciri-ciri :
Tanah aluvial meliputi lahan yang sering mengalami banjir, sehingga dapat dianggap masih
muda. Sifat tanah ini dipengaruhi langsung oleh sumber bahan asal sehinggakesuburannya
pun ditentukan sifat bahan asalnya. Misalnya tanah yang terdapat di Lembah Sungai
Bengawan Solo yang berasal dari pegunungan karst (Pegunungan Sewu), umumnya kurang
subur karena kekurangan unsur fosfor dan kalium. Sebaliknya, tanah di lembah Sungai
Opak, Progo, dan Glagah yang berasal dari Gunung Merapi umumnya lebih subur karena
tergolong gunung muda sehingga kaya akan unsur hara dan tersusun atas debu vulkanis
yang produktif.
Pemanfaatan :
Secara umum, sifat jenis tanah ini mudah digarap, dapat menyerap air, dan permeabel
sehingga cocok untuk semua jenis tanaman pertanian.
TANAH HORIZONTAL
5) Tanah litosol
Ciri-ciri :
Tanah litosol dianggap sebagai lapisan tanah yang masih muda, sehingga bahan
induknya dangkal (kurang dari 45 cm) dan seringkali tampak di permukaan tanah
sebagai batuan padat yang padu. Jenis tanah ini belum lama mengalami pelapukan dan
sama sekali belum mengalami perkembangan.
Pemanfaatan :
Jika akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian, maka jenis tanah ini harus dipercepat
perkembangannya, antara lain, dengan penghutanan atau tindakan lain untuk
mempercepat pelapukan dan pembentukan topsoil.
TANAH HORIZONTAL
6) Tanah grumusol
Ciri-ciri :
Tanah grumusol pada umumnya mempunyai tekstur liat, berwarna kelabu hingga hitam,
pH netral hingga alkalis, dan mudah pecah saat musim kemarau. Di Indonesia, jenis tanah
ini terbentuk pada tempat-tempat yang tingginya tidak lebih dari 300 m di atas permukaan
laut dengan topografi agak bergelombang hingga berbukit, temperatur rata-rata 25oC,
curah hujan <2.500 mm, dengan pergantian musim hujan dan kemarau yang nyata.
Pemanfaatan :
Pemanfaatan jenis tanah ini pada umumnya untuk jenis vegetasi rumputrumputan atau
tanaman keras semusim (misalnya pohon jati).
TANAH HORIZONTAL
7) Tanah andosol
Ciri-ciri :
Tanah andosol terbentuk dari endapan abu vulkanik yang telah mengalami pelapukan
sehingga menghasilkan tanah yang subur. Jenis tanah ini berwarna cokelat kehitaman.
Pemanfaatan :
Jenis tanah ini banyak dikembangkan untuk tanaman perkebunan dan hortikultura.
TANAH HORIZONTAL
8) Tanah podzolik merah-kuning
Ciri-ciri :
Berasal dari bahan induk batuan kuarsa di zona iklim basah dengan curah hujan antara
2.500 - 3.000 mm/tahun. Sifatnya mudah basah dan mudah mengalami pencucian oleh
air hujan, sehingga kesuburannya berkurang.
Pemanfaatan :
Jenis tanah ini dapat dimanfaatkan untuk persawahan dan perkebunan.
TANAH HORIZONTAL
9) Tanah rendzina
Ciri-ciri :
Rendzina merupakan tanah padang rumput yang tipis berwarna gelap, terbentuk dari
kapur lunak, batu-batuan mergel, dan gips. Pada umumnya memiliki kandungan Ca dan
Mg yang tinggi dengan pH antara 7,5 - 8,5 dan peka terhadap erosi.
Pemanfaatan :
Jenis tanah ini kurang bagus untuk lahan pertanian, sehingga dibudidayakan untuk
tanaman-tanaman keras semusim dan palawija.
TANAH HORIZONTAL

More Related Content

PPTX
Power point ips tanah
PPTX
Pedosfer
PPTX
struktur tanah.pptx
PPTX
Tanah - Litosfer
PPTX
Jenis jenis tanah di jawa timur
PPTX
Pedosfer
PPTX
Ppt geo pedosfer
PPTX
Pedosfer x6 2012
Power point ips tanah
Pedosfer
struktur tanah.pptx
Tanah - Litosfer
Jenis jenis tanah di jawa timur
Pedosfer
Ppt geo pedosfer
Pedosfer x6 2012

Similar to xvddfdsfgdsgdvfvdxvfdvsdvgvdsgPedosfer.pptx (20)

PPTX
PPT Geografi X Bab 4 Tanah Pedosfer.pptx
PPTX
Geografi Dinamika Litosfer
PPTX
Potensi sumber daya tanah
PPTX
Pedosfer
PPTX
PPTX
Pedosfer
PPTX
Tanah dan jenisnya mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.pptx
DOCX
Tanah di indonesia dibedakan menjadi 8 jenis tanah
PDF
Chapter ii tanaman sawi
PPTX
jenis tanah
PPTX
Pedosfer, Tanah (Geografi Kelas X)
PPT
PPTX
pedosfer-140214033227-phpapp01geografi.pptx
PPTX
Persebaran Jenis Tanah
PPTX
Materi Pengenalan Jenis-jenis-Tanah.pptx
PPTX
Pedosfer
DOCX
Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah...
DOCX
Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah...
PPTX
Mengenal pedosfer
PPT
12. Klasifikasi Tanah -DIT.ppt
PPT Geografi X Bab 4 Tanah Pedosfer.pptx
Geografi Dinamika Litosfer
Potensi sumber daya tanah
Pedosfer
Pedosfer
Tanah dan jenisnya mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.pptx
Tanah di indonesia dibedakan menjadi 8 jenis tanah
Chapter ii tanaman sawi
jenis tanah
Pedosfer, Tanah (Geografi Kelas X)
pedosfer-140214033227-phpapp01geografi.pptx
Persebaran Jenis Tanah
Materi Pengenalan Jenis-jenis-Tanah.pptx
Pedosfer
Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah...
Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah...
Mengenal pedosfer
12. Klasifikasi Tanah -DIT.ppt
Ad

More from sufamtsacp (20)

PPTX
Konflikgyfytkkj dan Integrasi Sosial.pptx
PPTX
Mobilitjgyttrtrytduijuhgyftyguas Sosial.pptx
PPTX
materi baru geografi indonesia Poros-Maritim.pptx
PPT
interaksi antarruangdalam geografi ips .ppt
PPTX
AstFEFEFEFEronEFomical Optics (Mentari).pptx
PPTX
(Astronomy #8) Paralaks Trigonometri, Jarak dan, Separasi Sudut by Dhani Eka ...
PPTX
IPS VIII Bab 31 Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indon...
PPTX
IPS VIII Bab 32 Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan - modulguruku.com.pptx
PPTX
negara- negara di ASEAN dan interaksinya .pptx
PPTX
MASA DEMOKRASI sejarah indonesiaLIBERAL.pptx
PPTX
KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL.pptx
PPTX
001. USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
PPT
KIPRAH PASUNDAN ISTRI DI BANDUNG PADA TAHUN 1930-1970.ppt
PPTX
materi geografi sma tentang Penduduk II.pptx
PPTX
sosilogi bab 5 materi tentang KEBUDAYAAN.pptx
PPT
370214464-336745772-aktivitas-manusia-dalam-memenuhi-kebutuhan-ppt-2210121438...
PPTX
By Asep Pujasari Nugraha materi pluralitas.pptx.pptx
PPTX
04. SUPERVISI KEPADA GURU DAN TENDIK ok.pptx
PDF
Asal Usul Penduduk_240601_175755 (1).pdf
PPTX
materi USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
Konflikgyfytkkj dan Integrasi Sosial.pptx
Mobilitjgyttrtrytduijuhgyftyguas Sosial.pptx
materi baru geografi indonesia Poros-Maritim.pptx
interaksi antarruangdalam geografi ips .ppt
AstFEFEFEFEronEFomical Optics (Mentari).pptx
(Astronomy #8) Paralaks Trigonometri, Jarak dan, Separasi Sudut by Dhani Eka ...
IPS VIII Bab 31 Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indon...
IPS VIII Bab 32 Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan - modulguruku.com.pptx
negara- negara di ASEAN dan interaksinya .pptx
MASA DEMOKRASI sejarah indonesiaLIBERAL.pptx
KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL.pptx
001. USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
KIPRAH PASUNDAN ISTRI DI BANDUNG PADA TAHUN 1930-1970.ppt
materi geografi sma tentang Penduduk II.pptx
sosilogi bab 5 materi tentang KEBUDAYAAN.pptx
370214464-336745772-aktivitas-manusia-dalam-memenuhi-kebutuhan-ppt-2210121438...
By Asep Pujasari Nugraha materi pluralitas.pptx.pptx
04. SUPERVISI KEPADA GURU DAN TENDIK ok.pptx
Asal Usul Penduduk_240601_175755 (1).pdf
materi USAHA PENGEMBANGAN MADRASAH ok.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PDF
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
Laktasi dan Menyusui (MK Askeb Esensial Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Ana...
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PPTX
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PPTX
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PDF
BukuKeterampilanMengajar-MNCPublishing2019.pdf
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Laktasi dan Menyusui (MK Askeb Esensial Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Ana...
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
BukuKeterampilanMengajar-MNCPublishing2019.pdf
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...

xvddfdsfgdsgdvfvdxvfdvsdvgvdsgPedosfer.pptx

  • 1. Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dalam tanah banyak mengandung bermacam-macam bahan organik dan anroganik. Bahan organik berasal dari jasad-jasad makhluk hidup yang telah mati, baik flora, fauna maupun manusia, sedangkan bahan anorganik berasal dari benda-benda mati berupa batuan dan mineral.[18] Berikut ini adalah peta persebaran jenis tanah di Indonesia: TANAH
  • 3. Tanah Vulkanis : Tanah Regosol : Tanah Laterit : Tanah Litosol : Tanah Organosol : Tanah Latosol : Tanah Aluvial : Tanah Grumusol : KETERANGAN WARNA
  • 4. : Merah: Tanah Vulkanis. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah sekitar gunung berapi. Tanah ini terbentuk dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan. Jenis tanah ini umumnya mempunyai ciri berbutir halus, sifatnya tidak mudah tertiup angin, dan jika terkena hujan lapisan tanah bagian atas menutup sehingga tanah ini tidak mudah erosi. Jenis tanah ini sangat subur. Pemanfaatannya biasanya dipergunakan untuk pertanian dan perkebunan. PENJELASAN WARNA
  • 5. Biru: Tanah Aluvial. Tanah ini juga sering disebut tanah endapan, yaitu berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh air sungai, lalu diendapkan di dataran rendah, lembah dan sekungan sepanjang daerah aliran sungai. Tanah aluvial tidak semuanya mempunyai kandungan unsur hara yang sama. Tinggi rendahnya kandungan unsur haranya tergantung pada tanah induknya. Pemanfaatannya sebagai pertanian (persawahan) karena kondisi keasamannya yang sesuai dan letaknya berada di daerah rendah.
  • 6. Merah muda: Tanah Laterit. Tanah ini biasanya berwarna merah atau kekuning-kuningan. Tanah laterit miskin akan unsur hara sehingga tidak subur. Tanah ini banyak dijumpai di daerah pegunungan yang hutannya sudah gundul atau lapisan humusnya telah habis karena adanya erosi (tererosi). Jenis tanah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus segera diadakan penghijauan atau reboisasi, yaitu dengan cara mengusahakan menanami kembali supaya tanah tersebut dapat subur kembali. Tanah ini dipergunakan sebagai bahan baku industri gerabah (keramik).
  • 7. Ungu: Tanah Litosol. Tanah ini sering juga disebut tanah berbatu-batu. Tanah ini terbentuk karena pelapukan batuan yang sempurna sehingga sukar ditanami atau kandungan unsur haranya sangat rendah. Sebagian besar jenis tanah ini tidak bisa dimanfaatkan, hanya sebagian kecil yang produktif dimanfaatkan untuk tanaman keras, tegalan, palawija, dan padang rumput.
  • 8. Biru Muda: Tanah Organosol atau tanah gambut, yaitu tanah yang berasal dari bahan organik yang terbentuk karena genangan air sehingga peredaran udara di dalamnya sangat kurang dan proses penghancurannya menjadi tidak sempurna karena kekurangan unsur hara.[19] Selain keterangan dan peta di atas, masih banyak lagi jenis tanah yang tersebar di Indonesia, seperti: Tanah mergel yang tersebar di daerah dataran rendah seperti di Solo, Madiun, Kediri, dan Nusa Tenggara; Tanah Terasora tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatera; Tanah Humus terdapat di Kalimantan Sumatera, Sulawesi dan Papua; dan sebagainya.
  • 9. A. TANAH VERTIKAL Bentuk persebaran tanah vertikal dapat kalian lihat saat ada penggalian parit, liang, atau sumur. Saat mencapai kedalamantertentu, kalian akan melihat perbedaan warna lapisan tanah. Perbedaan warna lapisan tanah tersebut dikenal dengan sebutan profil tanah. Secara garis besar, profil tanah terdiri atas empat lapisan. 1) Lapisan tanah atas (Topsoil) Lapisan tanah ini merupakan bentuk lapisan tanah yang paling subur, berwarna cokelat kehitam-hitaman, gembur, dan memiliki ketebalan hingga 30 cm. Pada lapisan tanah inilah berkembang aktivitas organisme tanah. Warna cokelat kehitaman dan kesuburan tanah pada lapisan ini disebabkan pengaruh humus (bunga tanah), yaitu campuran sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati dan membusuk di dalam lapisan atas. TANAH VERTIKAL
  • 10. 2) Lapisan tanah bawah (Subsoil) Lapisan tanah ini merupakan lapisan tanah yang berada tepat di bawah lapisan topsoil. Lapisan ini memiliki sifat kurang subur karena memiliki kandungan zat makanan yang sangat sedikit, berwarna kemerahan atau lebih terang, strukturnya lebih padat, dan memiliki ketebalan antara 50 - 60 cm. Pada lapisan ini, aktivitas organisme dalam tanah mulai berkurang, demikian juga dengan sistem perakaran tanaman. Hanya tanaman keras yang berakar tunggang saja yang mampu mencapainya. 3) Lapisan bahan induk tanah (Regolith) Lapisan bahan ini merupakan asal atau induk dari lapisan tanah bawah. Pada profil tanah, lapisan ini berwarna kelabu keputih-putihan, bersifat kurang subur karena tidak banyak mengandung zat- zat makanan, strukturnya sangat keras, dan sulit ditembus sistem perakaran. Di lereng-lerang pegunungan lipatan atau patahan lapisan ini seringkali tersingkap dengan jelas. Akan tetapi karena sifat-sifat tersebut, maka lapisan tanah ini sulit dibudidayakan dan hanya akan menghasilkan tanaman yang kerdil dan tidak berkembang. TANAH VERTIKAL
  • 11. 4) Lapisan batuan induk (Bedrock) Lapisan batuan ini merupakan bentuk batuan pejal yang belum mengalami proses pemecahan. Lapisan ini terletak di lapisan paling bawah, sehingga jarang dijumpai manusia. Akan tetapi di pegunungan lipatan atau patahan, lapisan ini terkadang tersingkap dan berada di lapisan atas. Bila hal ini terjadi, maka lahan tersebut merupakan lahan yang tandus dan tidak dapat ditanami karena masih merupakan lapisan batuan. TANAH VERTIKAL
  • 12. B. TANAH HORIZONTAL Tanah Horizontal adalah lapisan tanah paling atas yang di setiap wilayah permukaan bumi berbeda-beda jenisnya. Persebaran tanah secara horizontal di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berikut ini. TANAH HORIZONTAL
  • 13. 1) Tanah gambut (organosol) Ciri-ciri : Tanah gambut berwarna hitam, memiliki kandungan air dan bahan organik yang tinggi, memiliki pH atau tingkat keasaman yang tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang begitu subur. Pemanfaatan : Jenis tanah ini terbatas untuk pertanian perkebunan seperti karet, kelapa dan palawija. TANAH HORIZONTAL
  • 14. 2) Tanah latosol Jenis Tanah Latosol Ciri-ciri : Tanah latosol berwarna merah kecokelatan, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Jenis tanah ini pada dasarnya merupakan bentuk pelapukan dari batuan vulkanis. Pemanfaatan : -- TANAH HORIZONTAL
  • 15. 3) Tanah regosol Ciri-ciri : Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, bersifat subur, berbutir kasar, berwarna keabuan, kaya unsur hara, pH 6 - 7, cenderung gembur, kemampuan menyerap air tinggi, dan mudah tererosi. Pemanfaatan : Banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian. TANAH HORIZONTAL
  • 16. 4) Tanah aluvial Ciri-ciri : Tanah aluvial meliputi lahan yang sering mengalami banjir, sehingga dapat dianggap masih muda. Sifat tanah ini dipengaruhi langsung oleh sumber bahan asal sehinggakesuburannya pun ditentukan sifat bahan asalnya. Misalnya tanah yang terdapat di Lembah Sungai Bengawan Solo yang berasal dari pegunungan karst (Pegunungan Sewu), umumnya kurang subur karena kekurangan unsur fosfor dan kalium. Sebaliknya, tanah di lembah Sungai Opak, Progo, dan Glagah yang berasal dari Gunung Merapi umumnya lebih subur karena tergolong gunung muda sehingga kaya akan unsur hara dan tersusun atas debu vulkanis yang produktif. Pemanfaatan : Secara umum, sifat jenis tanah ini mudah digarap, dapat menyerap air, dan permeabel sehingga cocok untuk semua jenis tanaman pertanian. TANAH HORIZONTAL
  • 17. 5) Tanah litosol Ciri-ciri : Tanah litosol dianggap sebagai lapisan tanah yang masih muda, sehingga bahan induknya dangkal (kurang dari 45 cm) dan seringkali tampak di permukaan tanah sebagai batuan padat yang padu. Jenis tanah ini belum lama mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan. Pemanfaatan : Jika akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian, maka jenis tanah ini harus dipercepat perkembangannya, antara lain, dengan penghutanan atau tindakan lain untuk mempercepat pelapukan dan pembentukan topsoil. TANAH HORIZONTAL
  • 18. 6) Tanah grumusol Ciri-ciri : Tanah grumusol pada umumnya mempunyai tekstur liat, berwarna kelabu hingga hitam, pH netral hingga alkalis, dan mudah pecah saat musim kemarau. Di Indonesia, jenis tanah ini terbentuk pada tempat-tempat yang tingginya tidak lebih dari 300 m di atas permukaan laut dengan topografi agak bergelombang hingga berbukit, temperatur rata-rata 25oC, curah hujan <2.500 mm, dengan pergantian musim hujan dan kemarau yang nyata. Pemanfaatan : Pemanfaatan jenis tanah ini pada umumnya untuk jenis vegetasi rumputrumputan atau tanaman keras semusim (misalnya pohon jati). TANAH HORIZONTAL
  • 19. 7) Tanah andosol Ciri-ciri : Tanah andosol terbentuk dari endapan abu vulkanik yang telah mengalami pelapukan sehingga menghasilkan tanah yang subur. Jenis tanah ini berwarna cokelat kehitaman. Pemanfaatan : Jenis tanah ini banyak dikembangkan untuk tanaman perkebunan dan hortikultura. TANAH HORIZONTAL
  • 20. 8) Tanah podzolik merah-kuning Ciri-ciri : Berasal dari bahan induk batuan kuarsa di zona iklim basah dengan curah hujan antara 2.500 - 3.000 mm/tahun. Sifatnya mudah basah dan mudah mengalami pencucian oleh air hujan, sehingga kesuburannya berkurang. Pemanfaatan : Jenis tanah ini dapat dimanfaatkan untuk persawahan dan perkebunan. TANAH HORIZONTAL
  • 21. 9) Tanah rendzina Ciri-ciri : Rendzina merupakan tanah padang rumput yang tipis berwarna gelap, terbentuk dari kapur lunak, batu-batuan mergel, dan gips. Pada umumnya memiliki kandungan Ca dan Mg yang tinggi dengan pH antara 7,5 - 8,5 dan peka terhadap erosi. Pemanfaatan : Jenis tanah ini kurang bagus untuk lahan pertanian, sehingga dibudidayakan untuk tanaman-tanaman keras semusim dan palawija. TANAH HORIZONTAL