KELOMPOK 4
Budaya dan kebudayaan kelompok 4 agb a
Budaya
      Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture,
yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah
atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga
kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa
Indonesia.
Definisi Budaya
       Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki
bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaiaan,
bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda
budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan
bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks,
abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku
komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Budaya dan kebudayaan kelompok 4 agb a
Pengertian kebudayaan

        Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh
kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk
pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
        Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun
temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian
disebut sebagai superorganic.
        Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta
keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang
sebagai anggota masyarakat.
      Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa,
dan cipta masyarakat.
      Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh
pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai
komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur
pokok, yaitu:
   •alat-alat teknologi
   •sistem ekonomi
   •keluarga
   •kekuasaan politik
2.Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
   •sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para
   anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam
   sekelilingnya
   •organisasi ekonomi
   •alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk
   pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
   •organisasi kekuatan (politik)
Wujud dan komponen
Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:
gagasan, aktivitas, dan artefak.
Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide,
gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak;
tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala
atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan
gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu
berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat
tersebut.
Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem
sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan
kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang
berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari,
dan dapat diamati dan didokumentasikan.
Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil
dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam
masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat
diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling
konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam
kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud
kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud
kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan
ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan
(aktivitas) dan karya (artefak) manusia
Komponen


Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen
atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :
•Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat
yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini
adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian
arkeologi: mangkuk tanah liat, senjata, dan seterusnya.
Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti
televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung
pencakar langit, dan mesin cuci.
•Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang
diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng,
cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
•Lembaga social
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak
dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam
masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan
menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social
masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa
wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja
pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal
tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
Faktor – faktor yang mempengaruhi
perubahan kebudayaan
   Jumlah dan komposisi penduduk
   Perubahan lingkungan :
    bencana alam dan perubahan kuantitas dan
    kualitas sumber daya/energi dalam lingkungan
   Penemuan baru dalam teknologi dan ekonomi
    (inovasi)
   Adanya invasi/penyerangan/penjajahan
   Kontak hubungan dengan masyarakat lain
    (defusi)
Perubahan sosial budaya

        Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan
kontak dengan kebudayaan asing.
        Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan
pola budaya dalam suatu masyarakat.
        Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa
dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar
manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa
kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:
1.tekanan kerja dalam masyarakat
2.keefektifan komunikasi
3.perubahan lingkungan alam
          Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya
  perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan
  kebudayaan lain.
Penetrasi kebudayaan
         Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya
pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat
terjadi dengan dua cara:

Penetrasi damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh
kebudayaan Hindu dan islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan
tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya
masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan
hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau
Sintesis.

Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya,
masuknya kebudayaan barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai
dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak
keseimbangan dalam masyarakat
Sifat kebudayaan

 Tidak diwariskan secara genetika tetapi
  melalui proses belajar
 Diperoleh melalui pendidikan, baik secara
  formal maupun tidak formal
 Milik masyarakat, bukan milik individu
 Bersifat tradisional
Budaya dan kebudayaan kelompok 4 agb a

More Related Content

PPTX
Budaya dan kebudayaan kelompok 4 agb a
PPTX
Ppt presentasi kelas
PPTX
Kebudayaan Sosiologi
DOCX
Budaya
PPTX
Bab 5 KEBUDAYAAN
PPTX
sajian antropologi Konsep kebudayaan
PPTX
IBD 2 Manusia dan Kebudayaan
Budaya dan kebudayaan kelompok 4 agb a
Ppt presentasi kelas
Kebudayaan Sosiologi
Budaya
Bab 5 KEBUDAYAAN
sajian antropologi Konsep kebudayaan
IBD 2 Manusia dan Kebudayaan

What's hot (20)

PPT
Kebudayaan
PPT
8 pengertian-kebudayaan
PPT
Bab 5 kebudayaan.
DOCX
Hubungan manusia dan kebudayaan
PPTX
Pengertian kebudayaan menurut ilmu antropologi
PPTX
Manusia dan kebudayan
PDF
Manusia dan budaya ( Pengantar Sosiologi), Novi Catur Muspita, S. Pd., M. Si
PDF
Bab 1 kd. konsep budaya
DOCX
Kebudayaan nasional
DOC
Ilmu sosial budaya dasar makalah
PPTX
Wujud Kebudayaan
PPTX
Manusia dan kebudayaan
PPTX
Empati pada pasien berbeda latar belakang budaya
PPTX
keanekaragaman Budaya
DOCX
Pengertian kebudayaan menurut para ahli
PPTX
Culture - Conrad Philip Kottak (Power Point)
DOC
KEBUDAYAAN
PPTX
Manusia dan kebudayaan ISBD
PPTX
kebudayaan melayu
Kebudayaan
8 pengertian-kebudayaan
Bab 5 kebudayaan.
Hubungan manusia dan kebudayaan
Pengertian kebudayaan menurut ilmu antropologi
Manusia dan kebudayan
Manusia dan budaya ( Pengantar Sosiologi), Novi Catur Muspita, S. Pd., M. Si
Bab 1 kd. konsep budaya
Kebudayaan nasional
Ilmu sosial budaya dasar makalah
Wujud Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan
Empati pada pasien berbeda latar belakang budaya
keanekaragaman Budaya
Pengertian kebudayaan menurut para ahli
Culture - Conrad Philip Kottak (Power Point)
KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan ISBD
kebudayaan melayu
Ad

Similar to Budaya dan kebudayaan kelompok 4 agb a (20)

DOCX
Makalah wujud dan unsur kebudayaan
DOCX
Makalah sosial budaya STIP WUNA
DOCX
Makalah sosiontropologi kebudayaan
DOCX
Makalah sosial budaya
DOCX
Tugas sbk kliping kebudayaan dan seni
PPT
Modul sosbud 1 kb 2
PPTX
Konsep pengertian geografi budaya
PPTX
Ibd kebudayaan 2014
DOCX
Makalah kebudayaan
PDF
Perubahan sosial budaya (resume)
DOCX
Perubahan Sosial
PPTX
13.kebudayaan SOSIOLOGI SEMESTER 1
PPTX
Power Point Kebudayaan Mata Pelajaran Antropologi
PPT
Kebudayaan dan masyarakat
PDF
02 elemen2 ssb & bentukan masyarakat
PPTX
2.keragaman budaya transkultural dan multicultural
PPTX
Kebudayaan dan Kepribadian
PPTX
Kebudayaan dan kepribadian
PDF
Kebudayaan Masyarakat Desa di Indonesia.pdf
PPT
2 budaya
Makalah wujud dan unsur kebudayaan
Makalah sosial budaya STIP WUNA
Makalah sosiontropologi kebudayaan
Makalah sosial budaya
Tugas sbk kliping kebudayaan dan seni
Modul sosbud 1 kb 2
Konsep pengertian geografi budaya
Ibd kebudayaan 2014
Makalah kebudayaan
Perubahan sosial budaya (resume)
Perubahan Sosial
13.kebudayaan SOSIOLOGI SEMESTER 1
Power Point Kebudayaan Mata Pelajaran Antropologi
Kebudayaan dan masyarakat
02 elemen2 ssb & bentukan masyarakat
2.keragaman budaya transkultural dan multicultural
Kebudayaan dan Kepribadian
Kebudayaan dan kepribadian
Kebudayaan Masyarakat Desa di Indonesia.pdf
2 budaya
Ad

More from helenapakpahan (18)

PPT
PPT
Proses produksi
PPT
Ketimpangan pendapatan
PPT
Pengertian penyuluhan
PPT
Teori produksi
PPTX
Ekonomika produksi dalam pertanian
PPTX
Klasifikasi pertanian
PPTX
Peranan beras di indonesia(1)
PPTX
Perubahan sosial, kel 6, agb b
PPTX
Perubahan sosial, kel 6, agb b
PPTX
Kasus kasus sosped, kelompok 1 agt-c
PPT
Kelompok 5 stratifikasi sosial agb a
PPTX
Lembaga (kelompok 3 agb b)
PPTX
Pemimpin dan kepemimpinan k.2 agb a
PPTX
Emigrasi,transmigrasi,kel7,agb a
PPTX
Transmigrasi dan urbanisasi, kelompok 4 agbc
PPT
Masalah masalah sosial
PPT
Masalah masalah sosial
Proses produksi
Ketimpangan pendapatan
Pengertian penyuluhan
Teori produksi
Ekonomika produksi dalam pertanian
Klasifikasi pertanian
Peranan beras di indonesia(1)
Perubahan sosial, kel 6, agb b
Perubahan sosial, kel 6, agb b
Kasus kasus sosped, kelompok 1 agt-c
Kelompok 5 stratifikasi sosial agb a
Lembaga (kelompok 3 agb b)
Pemimpin dan kepemimpinan k.2 agb a
Emigrasi,transmigrasi,kel7,agb a
Transmigrasi dan urbanisasi, kelompok 4 agbc
Masalah masalah sosial
Masalah masalah sosial

Budaya dan kebudayaan kelompok 4 agb a

  • 3. Budaya Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
  • 4. Definisi Budaya Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaiaan, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
  • 6. Pengertian kebudayaan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain.
  • 7. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
  • 8. Unsur-Unsur Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut: 1.Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: •alat-alat teknologi •sistem ekonomi •keluarga •kekuasaan politik 2.Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: •sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya •organisasi ekonomi •alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) •organisasi kekuatan (politik)
  • 9. Wujud dan komponen Wujud Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak. Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • 10. Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia
  • 11. Komponen Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu : •Kebudayaan material Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • 12. •Kebudayaan nonmaterial Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional. •Lembaga social Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
  • 13. Faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan  Jumlah dan komposisi penduduk  Perubahan lingkungan : bencana alam dan perubahan kuantitas dan kualitas sumber daya/energi dalam lingkungan  Penemuan baru dalam teknologi dan ekonomi (inovasi)  Adanya invasi/penyerangan/penjajahan  Kontak hubungan dengan masyarakat lain (defusi)
  • 14. Perubahan sosial budaya Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial: 1.tekanan kerja dalam masyarakat 2.keefektifan komunikasi 3.perubahan lingkungan alam Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain.
  • 15. Penetrasi kebudayaan Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: Penetrasi damai (penetration pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat
  • 16. Sifat kebudayaan  Tidak diwariskan secara genetika tetapi melalui proses belajar  Diperoleh melalui pendidikan, baik secara formal maupun tidak formal  Milik masyarakat, bukan milik individu  Bersifat tradisional